Connect with us

HEADLINE

Tak Sesuai Harapan, Pedagang Pasar Kuripan yang Kiosnya Dibongkar Pilih Tempat Lain

Diterbitkan

pada

Bekas lahan 14 kios yang dibongkar di Pasar Kuripan karena berada di atas aliran sungai, kini menjadi lahan parkir. Foto: putra

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Tidak sesuai ekpektasi dengan harapan sebelumnya, para penyewa dan pedagang kios di Pasar Kuripan memilih pindah dari tempat baru kios yang dikompensasikan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin.

Salah satu pedangang, H Ilin (49) mengatakan, kios yang disediakan Pemko Banjarmasin tidak sesuai dengan harapannya. Ia kemudian memilih untuk menyewa ke tempat lain dengan biaya over kredit Rp 5 juta dalam setahun.

Penyebabnya, tempat yang diberikan Pemko Banjarmasin berada di dalam Pasar Kuripan, sehingga membuat dagangan tidak laku, bahkan menyebabkan kerugian baginya.

“Di tempat dalam sana pembeli tidak ada, jualan juga ada sebagian yang mulai kedaluwarsa, jadi memilih menyewa ruko di lain di depan pasar,” aku H Ilin, pedagang jajanan kue kering kepada Kanalkalimantan.com, Rabu (17/3/2021) siang.



 

Baca juga: Wanita Tewas di Save Hotel. Check In 3 Hari Lalu, Polisi Masih Cari Teman Prianya

Salah satu pedagang Pasar Kuripan yang kiosnya dibongkar. Foto: putra

Diakuinya, jika dalam setahun ini tidak ada peningkatan dan terus mengalami kerugian, ia akan memilih untuk berhenti berjualan sembari memikirkan peluang usaha lain.

“Dilihat setahun nantilah, kalau begini terus bisa berhenti dulu atau berjualan lain,” bebernya.
Senada dengan Ahmad (31), penjual bahan pokok yang tak kuasa menahan kesedihanya dengan kondisi pendapatan yang berbeda jauh dari tempat sebelumnya.

“Beda jauh dari tempat sebelumnya, sehari bisa 300-400 ribu dapat, sekarang di tempat lokasi dari Pemko sekitar 50 ribu, ada juga sering tidak ada pembeli,” aku Ahmad kepada Kanalkalimantan.com.

Lain lagi yang dirasakan Padillah (50), pedang beras dari Sungai Lulut ini mengatakan bahwa di tempatnya hanya dirinya yang berjualan beras. Berbeda dengan pedagang lain yang kebanyakanya pedagang baju pakaian wanita, dan memilih untuk pindah ke lantai duaPasar Kuripan.

“Di sana pedagang banyak jualan baju wanita, pembeli juga kurang di dalam, jadi pindah ke atas,” terangnya.
Namun, Padillah sendiri menerima keputusan Pemko Banjarmasin melaksanakan pembongkaran bangunan untuk program normalisasi sungai, meski kios yang lama di luar sudah tidak ada lagi dan membuat pendapatan menurun.

Padilah, salah satu pedagang sembako yang kiosnya dibongkar. Foto: putra

“Kita pasrah saja walaupun pendapatan kurang, dan memilih menyewa ke atas dan kios dari Pemko kita tutup,” terangnya.

Selain berkurang pendapatan karena pembeli enggan masuk ke dalam, para pedagang juga dibingungkan karena saat siang hari pedagang lain di dalam pasar tutup lebih awal.

Baca juga : Soal Pembongkaran Bangunan di Sepanjang A Yani KM 6-KM 17, Warga Belum Tahu

“Di dalam banyak yang tutup pukul 14.00 Wita, sedangkan kita jual beras beda dengan mereka jual pakaian, emas, dan lain-lain, Kebiasan pedagang sini buka jam 7 pagi, tutup jam 2 siang, beda jauh dari di tempat yang dibongkar,” ucap Padillah.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com bangunan yang dibongkar sebelumnya kini menjadi tempat lahan parkir pengunjung Pasar Kuripan.

Pemko Banjarmasin melakukan pembongkaran terhadap 14 buah kios di Pasar Kuripan yang dibangun di atas Sungai Veteran, guna melaksanakan normlisasi sungai, pada Sabtu (23/1/2021).

Kemudian 14 pedagang itu diberikan kompensasi Pemko untuk pindah mengisi kios di dalam Pasar Kuripan yang sudah lama tidak dipergunakan. Kios itu oleh penyewa sebelumnya sudah tidak membayar retribusi selama bertahun-tahun, tepatnya di lantai satu bangunan Pasar Kuripan. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Bie

 

 


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->