Connect with us

RELIGI

Bertemu Malam Lailatul Qadar, Guru Agama di Bone Langsung Hafal Alquran

Diterbitkan

pada

Andi Kamal, Imam Masjid Tarbiyah di Dusun Talaga, Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan / [SuaraSulsel.id / Muhammad Aidil]
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BONE – Lailatul Qadar merupakan malam yang ditunggu-tunggu seluruh umat muslim dunia pada bulan suci Ramadhan. Sebab, Lailatul Qadar bagi umat muslim adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Malam penuh pengampunan.

Andi Kamal, Imam Masjid Tarbiyah di Dusun Talaga, Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menceritakan, guru agamanya bernama Abdullah Hakim beruntung pernah bertemu malam Lailatul Qadar pada bulan suci ramadhan.

“Dulu ada guru saya di SMP pernah dapat Lailatul Qadar. Katanya kalau betul itu Lailatul Qadar turun, utamanya di malam-malam ganjil. Pokoknya di malam ganjil, jadi yang biasa dia dapat sendiri katanya,” kata Andi Kamal saat ditemui SuaraSulsel.id, di Masjid Tarbiyah, Dusun Talaga, Desa Sengeng Palie,  Jumat 30 April 2021.

Kisah ini disampaikan Abdullah Hakim ke Andi Kamal saat duduk di kelas 3 SMP. Umur Andi Kamal saat itu 16 tahun. Peristiwanya sekitar tahun 1970-an.



Baca Juga:
Undang Cagub, PWNU Kalsel Ingatkan Acara Tadarus Al Qur’an Tak Jadi Momen Politik Praktis

Kala itu, Abdullah Hakim yang mengajar mata pelajaran Agama Islam berada di dalam masjid. Itikaf menunggu datangnya malam Lailatul Qadar yang diyakini akan turun pada malam-malam ganjil di bulan ramadhan.

Tiba-tiba saja dari dalam masjid, Abdullah Hakim melihat sebuah cahaya terang berwarna putih yang tembus masuk ke dalam masjid di hadapannya.

Rupanya, cahaya tersebut pertanda bahwa Abdullah Hakim telah bertemu malam Lailatul Qadar.

Saat melihat pancaran cahaya itu, kata Andi Kamal, Abdullah Hakim tidak kaget sama sekali. Sebab, dia telah mengetahui bahwa cahaya tersebut merupakan Lailatul Qadar yang selama ini telah ditunggunya.

“Cahayanya putih tembus ke dalam masjid. Tidak tahu sampai di mana itu cahayanya. Tidak kaget dia, karena dia memang sengaja tunggu-tunggu itu Lailatul Qadar. Jadi dia sabar, pokoknya rela hatinya untuk dapatkan itu (Lailatul Qadar),” jelas Andi Kamal.

Baca Juga:
Tak Ada Penyekatan, Ini Tiga Pos Cek Pelarangan Mudik di Banjarbaru

Pria berusia 65 tahun ini mengemukakan, Abdullah Hakim baru merasa kaget setelah cahaya putih tersebut lenyap dari hadapannya. Karena itu, Abdullah pun membaca sejumlah doa kepada Allah SWT di dalam masjid. Untuk mendapatkan petunjuk.

Dari situ, Abdullah kemudian bergegas kembali kerumahnya dan membaca kitab suci Alquran. Ajaibnya, Abdullah mampu menghafal 30 Juz isi Alquran tersebut hanya dalam waktu satu malam.

“Selesai semua doa-doanya yang dibaca, dia (Abdullah) kembali ke rumahnya. Begitu antara satu jam tinggal di rumahnya, mulailah timbul ilmu. Dia mencoba menghafal Alquran. Pokoknya ilmu dari Allah. Dia bisa hafal itu Alquran, guru saya itu namanya Abdul Hakim dari Bulukumba. Tinggi orangnya itu, putih-putih,” kata dia.

“Prosesnya itu, dia membaca dulu itu Alquran. Tapi ketika baca itu langsung ada di dalam hatinya, kalau begini caranya menghafal Alquran. Jadi dia hafal itu 30 Juz dalam waktu semalam. Hebatnya itu Lailatul Qadar karena rahmat,” tambah Andi Kamal.

Menurut Andi Kamal, tanda-tanda lain orang akan mendapatkan malam Lailatul Qadar adalah orang tersebut akan merasa kesepian saat berada di tengah keramaian. Sehingga, orang yang akan mendapatkan malam Lailatul Qadar harus lebih bersabar dengan ketabahan hati.

“Dan malam Lailatul Qadar itu biasanya ada tanda-tanda seperti kalau memang malam Lailatul Qadar datang. Ini tempat masjid seolah-olah terasa sunyi. Itu rasa sunyi kita secara pribadi saja yang rasakan. Misalnya, kita bertanya bagaimana perasaan saya ini? Aneh memang karena cuma kita yang rasakan secara pribadi. Karena ramai baru kita rasa sunyi. Itu tanda-tandanya,” ungkap Andi Kamal.

Andi Kamal mengaku hingga kini dirinya belum pernah bertemu malam Laitaul Qadar. Selama itikaf di bulan suci ramadhan.

Baca juga: Polair Temukan Tubuh Jaini Tak Bernyawa Lagi di Sungai Barito

“Kalau saya, waktu masih muda-muda itu. Biasa saya tunggu tapi begitulah belum datang rejeki. Jadi begini lah. Belum saya dapat. Tapi kita tetap berusaha supaya bagaimana bisa dapat juga Lailatul Qadar karena Tuhan memang maha kuasa,” ujar Andi Kamal.

Senada dengan Andi Kamal, Imam Desa Sengeng Palie, Cirwa menambahkan malam Lailatul Qadar akan turun pada 10 ramadhan terakhir. Hal ini ia ketahui setelah mendapatkan berbagai penjelasan dari sejumlah ulama.

Oleh karena itu, Cirwa meminta agar masyarakat muslim khususnya di Desa Sengeng Palie, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dapat memperbanyak beribadah pada malam-malam ganjil di bulan ramadhan ini.

“Ulama mengatakan bahwa tempat turunnya Lailatul Qadar di malam-malam ganjil. Jadi kita bersiap atau memperbanyak ibadah pada malam-malam ganjil. Karena beribadah pada malam ganjil dan turun Lailatul Qadar seperti beribadah seribu tahun,” kata dia.

“Kita menjaga pada malam-malam ganjil, perbanyak beribadah, baca Alquran dan melaksanakan salat-salat sunah dan sebagainya. Itu keutamaan Lailatul Qadar, jadi jangan disia-siakan dan kita percaya itu karena ada dalam ayat. Secara umum, saya sendiri belum ada pengalaman mendapatkan Lailatul Qadar,” katanya. (suara.com)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->