Kota Banjarbaru
Urban Farming di Ibu Kota Kalsel, Pemko Banjarbaru Kerjasama ke Ohio University of Tokyo
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru telah menetapkan lahan seluas 1.300 hektare hanya diperbolehkan untuk digarap sebagai kawasan pertanian.
Pada tahun 2024 mendatang, Pemko Banjarbaru siap membuat cetak biru wilayah untuk kawasan pertanian di ibu kota. Dukungan baik berupa anggaran kepada sektor pertanian di Kota Banjarbaru
Langkah Pemko Banjarbaru pada sektor pertanian itu disampaikan Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin, Selasa (18/7/2023) siang, pada pertemuan rutin Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Banjarbaru di kebun milik Ketua KTNA Banjarbaru Sumedi di wilayah Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka.
Pada pertemuan itu, Ketua KTNA Banjarbaru Sumedi mengutarakan, keluhan para petani terkait hama tungro yang menyerang tanaman padi, hingga tidak suburnya tanah pertanian yang mereka garap.
Baca juga: Penyangga Pangan El Nino, DPKP Kalsel Yakin 2023 Surplus Beras
KTNA Banjarbaru jugamendukung program urban farming yang tengah digaungkan Pemko Banjarbaru, meski lahan pertanian di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan ini disebut kian menyusut.
Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengapresiasi dedikasi dan kerja keras anggota KTNA yang telah berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kota Banjarbaru. Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
“Semoga pertemuan rutin seperti ini terus terjalin dengan baik, sehingga semakin solid anggota KTNA Banjarbaru,” ucapnya.
Kota Banjarbaru, sebut Aditya, bisa menerapkan pola pertanian modern, dengan mencontoh daerah-daerah lain yang sudah menerapkan pertanian modern.
Baca juga: Program Elektrifikasi Pertanian PLN Raih Penghargaan Nusantara CSR Award
Salah satu upaya mewujudkan itu, Pemko Banjarbaru menjalin program kerjasama dan beasiswa ke salah satu universitas di Jepang.
“Kita ingin teknologi pertanian modern yang sudah dilaksanakan di Jepang bisa diterapkan di daerah kita,” ucapnya
Beasiswa bidang pertanian ini merupakan hasil kerja sama Pemko Banjarbaru dengan Ohio University of Tokyo.
Wali Kota mengatakan, pendaftaran bakal dibuka pada Oktober 2023. Sebelum berangkat, katanya, penerima beasiswa akan belajar bahasa Jepang terlebih dulu dari Oktober hingga April 2024.
“Setelah itu barulah para penerima beasiswa bertolak ke Jepang,” ujarnya. “Selain itu, penerima beasiswa juga harus berkontrak kerja di Jepang. Lamanya minimal 5 tahun. Setelah kontrak selesai, penerima beasiswa dapat kembali ke Indonesia,” tambahnya.
Aditya berharap, dengan program beasiswa pertanian modern itu dapat memberikan dampak positif pada generasi muda di Banjarbaru.
Wali Kota Aditya juga berharap bahwa dengan terlaksananya program kerja yang telah dibahas sektor pertanian dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ekonomi lokal.
Pertemuan ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dan para anggota KTNA bekerja sama mencapai pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Semua pihak optimis bahwa kolaborasi yang erat antara petani, dan pemerintah akan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan kota ke depan. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter: bie
Editor: kk
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPenataan Blok Pasar di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pemkab Kapuas Siapkan Relokasi
-
HEADLINE2 hari yang laluDari Rakor Bulanan: 1.398 Pegawai Non ASN Digaji APBD, Alarm Banjarbaru Menjadi “Kota Kotor”
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Soroti Pengelolaan Taman CBS
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Dorong Kerjasama Solid Antar ASN dalam Pembangunan Daerah
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluTMMD Ke-127 Dimulai, Bupati HSU: TNI Berperan Aktif Percepat Pembangunan Pedesaan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluResmikan Puskesmas, Bupati Banjar Harapkan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat


