Connect with us

HEADLINE

Menebak Langkah Banteng di Pilkada Banjar, Siapa Bakal ‘Terseruduk’ Rekomendasi?

Diterbitkan

pada

Saidi Mansyur saat mendaftar sebagai kandidat calon Bupati ke PDIP Banjar, Rabu (18/9). Foto : rendy
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Lima kandidat calon Bupati Banjar sudah dalam kantong DPC PDIP. Mulai dari Saidi Mansyur, Mada Taruna, Gusti Sulaiman Razak, Ahmad Rivani, dan Andin Soyanoor. Mereka berharap bisa naik ke ‘punggung banteng ‘agar bisa menggenapi dukungan sebagai syarat pencalonan di Pilkada 2020 nanti.  Lalu, siapa yang terseruduk?

Proses memang masih panjang. Di internal PDIP sendiri, saat ini tahapan pendaftaran masih berlangsung hingga tanggal 20 September nanti. Setelah itu, masih ada tahap pemeriksaan berkas, vit and proper test, survei, sampai pada turunnya rekomendasi oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri nantinya. Cukup lama.

Tapi, setidaknya kemana jatuhnya surat sakti rekomendasi tersebut bisa dipetakan melalui beberapa kreteria. Karena tentu saja, PDIP pastinya juga akan melihat sejauh mana kondidat tersebut bisa berkontribusi dalam membesarkan partai berlambang banteng tersebut di Kabupaten Banjar.

Termasuk, adanya deal jika kandidat akan mengajak kader PDIP sebagai wakilnya dalam pertarungan nanti. Sebab, diantara lima calon yang mendaftar dan akan mendaftar ke PDIP, semuanya masih single. Termasuk juga Saidi Mansyur yang masih belum mengunci ruang tawar dengan PDIP saat pendaftaran Rabu (18/9). Baca: Rangkul PDIP, Saidi Mansyur Muluskan Jalan ke Pilkada Banjar 2020!



Nah, selain pasangan, beberapa hal lain tentunya menjadi pertimbangan. Ketua DPC PDIP Banjar Fahrani mengatakan, partai tentunya akan melihat beberapa faktor. Mulai dari elektabilitas, kualitas, dan pengalaman kandidat di pemerintahan. Termasuk juga kemampuan finansial. “Sebab Kabupaten Banjar itu memiliki karakteristik berbeda. Ada 20 kecamatan yang harus dicover dan tentunya ini memerlukan biaya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, meski dalam Pemilu 2019 lalu PDIP hanya mampu meraih 2 kursi, tapi saat ini partainya justru menjadi kunci. Sebab diantara tiga besar peraih suara pemilu di legislatif, yakni Gerindra, Golkar, dan Nasdem, semua tidak ada yang memiliki cukup syarat 20 persen untuk bisa mengusung calon sendiri.

Sulaiman Razak saat mengembalikan formulir di PDIP. Foto : rendy

Pertanyaannya, siapa diantara lima kandidat yakni Saidi Mansyur, Mada Taruna, Gusti Sulaiman Razak, Ahmad Rivani, dan Andin Soyanoor, yang bisa memenuhi kaulifikasi syarat PDIP itu? Yakni elektabilitas, kualitas, pengalaman, dan finansial.

Sebagai Wakil Walikota Banjar, Saidi Mansyur, memiliki kans lebih besar dibandingkan yang lain. Karena ia sudah memiliki beberapa modal yang ditetapkan PDIP. Termasuk juga dari sisi finansial yang lebih siap.

Sebagai bagian dari incumbent, Saidi Mansyur memiliki beberapa keuntungan. Selain faktor elektabilitas, juga memiliki modal investasi selama berkiprah sebagai eksekutif. Tapi disisi lain, incumbent tentunya punya sisi lemah yang bisa dimanfaatkan oleh lawan. Sehingga kerap menjadi sasaran tembak, terkait program di pemerintahan yang belum berjalan.

Tapi dari berbagai pertimbangan tersebut, Saidi telah menyatakan kesiapannya.Langkahnya mendaftar di PDIP tersebut akan menjadi pintu masuk kerja sama koalisi dalam Pilkada 2020 mendatang. Yakni bersama Nasdem mengusung dirinya sebagai calon Bupati Banjar. “Selama ini banyak muncul pertanyaan pada saya, apakah posisi wakil bupati tidak cukup? Insyallah, dengan naik satu tingkat (menjadi Bupati) akan memberikan pengabdian yang lebih maksimal buat Kabupaten Banjar,” ungkapnya.

Saidi mengatakan, dirinya mendapat amanat dari Partai Nasdem untuk maju dalam pencalonan Bupati Banjar. Berbekal 7 kursi Nasdem di parlemen yang dimiliki saat ini, Saidi sudah memiliki modal kuat untuk mengayuh kendaraan politiknya. Dia hanya memerlukan sokongan dua kursi, yang diharapkan bisa diperoleh dari PDIP sehingga bisa mulus melaju di medan pertarungan Pilbup.

Disinggung kemungkinan adanya ‘mahar’ Wakil Bupati dari PDIP, sebagai syarat dukungan, Saidi mengatakan saat ini masih mencari sosok pendamping dirinya yang cocok. “Kami mencari pendamping yang bisa saling menghargai, membantu, untuk membangun. Kami meminta arahan dari Partai Nasdem, apalagi ada kader. Termasuk juga dari PDIP, baik dari parpol atau independen akan dirumuskan bersama,” terangnya.

Sebelumnya, Mada Taruna dan Gusti Sulaiman Razak yang menyerahkan berkas pada Senin (15/9) malam. “Karena ada kesibukan baru malam ini bisa menyerahkan formulir pendaftaran, kebetulan ketua tengah berada di Banjarmasin, ya saya serahkan di sini,” kata Sulaiman.

Keputusan maju mencalonkan diri menjadi bupati, menurut Sulaiman karena ingin mengabdi membangun Kabupaten Banjar. Dia mengatakan rela menanggalkan status ASN yang sudah dirintisnya sejak tahun 2006 silam. Sulaiman mengundurkan diri sekitar enam bulan yang lalu. “Niat bismillah saja dengan harapan bisa didukung untuk maju di Kabupaten Banjar,” tutur adik dari mantan Bupati Banjar, Pangeran Khairul Saleh ini.(rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->