Connect with us

HEADLINE

Rangkul PDIP, Saidi Mansyur Muluskan Jalan ke Pilkada Banjar 2020!

Diterbitkan

pada

Saidi Mansyur saat mendaftar sebagai kandidat calon Bupati ke PDIP Banjar, Rabu (18/9). Foto : rendy

MARTAPURA, Para kandidat saat ini rame-rame berupaya memuluskan jalan untuk bisa diusung sebagai calon Bupati atau Wakil Bupati oleh koalisi Parpol di Pilkada Banjar 2020 mendatang. Hal ini mengingat di kabupaten berjuluk Serambi Mekah tersebut, tak ada Parpol yang bisa mengusung calon sendiri karena belum memenuhi syarat jatah minimal 9 kursi (20 persen suara) di parlemen. Sehingga, sejak awal jalan atau kendaraan politik diamankan dulu.

Maka, langkah DPC PDIP Banjar yang membuka pendaftaran calon Pilkada disambut hangat sejumlah kandidat. Termasuk oleh Wakil Bupati Banjar Saidi Mansyur, yang pada Rabu (18/9) mendatangi kantor banteng. Kedatangan Saidi yang juga merupakan penasihat Partai Nasdem Kabupaten Banjar ini disambut ketua DPC PDIP Banjar Fahrani.

Saidi mengatakan, kedatangannya bersama sejumlah petinggi Partai Masdem diterima hangat oleh para kader PDIP.

“Jadi kemarin menerima informasi adanya penjaringan di PDIP, kita langsung ambil sikap. PDIP itu sahabat lama, koalisi nasional. Partai Nasdem dan PDIP bisa bersatu untuk kebupaten Banjar,” katanya.

Tentunya ia berharap, langkahnya mendaftar di PDIP tersebut akan menjadi pintu masuk kerja sama koalisi dalam Pilkada 2020 mendatang. Yakni bersama Nasdem mengusung dirinya sebagai calon Bupati Banjar. “Selama ini banyak muncul pertanyaan pada saya, apakah posisi wakil bupati tidak cukup? Insyallah, dengan naik satu tingkat (menjadi Bupati) akan memberikan pengabdian yang lebih maksimal buat Kabupaten Banjar,” ungkapnya.

Saidi mengatakan, dirinya mendapat amanat dari Partai Nasdem untuk maju dalam pencalonan Bupati Banjar. Berbekal 7 kursi Nasdem di parlemen yang dimiliki saat ini, Saidi sudah memiliki modal kuat untuk mengayuh kendaraan politiknya. Dia hanya memerlukan sokongan dua kursi, yang diharapkan bisa diperoleh dari PDIP sehingga bisa mulus melaju di medan pertarungan Pilbup.

Disinggung kemungkinan adanya ‘mahar’ Wakil Bupati dari PDIP, sebagai syarat dukungan, Saidi mengatakan saat ini masih mencari sosok pendamping dirinya yang cocok. “Kami mencari pendamping yang bisa saling menghargai, membantu, untuk membangun. Kami meminta arahan dari Partai Nasdem, apalagi ada kader. Termasuk juga dari PDIP, baik dari parpol atau independen akan dirumuskan bersama,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PDIP Banjar Fahrani mengapresiasi kedatangan Saidi Mansyur untuk mendaftar sebagai salah satu bakal calon Bupati melalui partainya. Selanjutnya sebagaimana tahapan pendaftaran, akan dilakukan pemeriksaan dan seleksi berkas, hingga tahapan lainnya. “PDIP sudah memiliki MoU dengan sejumlah lembaga survei, baik nasional maupun lokal yang nantinya akan menindaklanjuti. Dalam 5 bulan kedepan, akan dilakukan survai elektablitas sebagai landasan untuk mengajukan rekomendasi dari DPP PDIP,” terangnya.

Fahrani mengatakan, sabagai tolok ukur, partai tentnya akan melihat beberapa faktor. Mulai dari elektabilitas, kualitas, dan pengalaman di pemerintahan. Termasuk juga kemampuan finansial. “Sebab Kabupaten Banjar itu memiliki karakteristik berbeda. Ada 20 kecamatan yang harus dicover dan tentunya ini memerlukan biaya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, meski dalam Pemilu 2019 lalu PDIP hanya mampu meraih 2 kursi, tapi saat ini partainya justru menjadi kunci. Sebab diantara tiga besar peraih suara pemilu di legislatif, yakni Gerindra, Golkar, dan Nasdem, semua tidak ada yang memiliki cukup syarat 20 persen untuk bisa mengusung calon sendiri.

Terkait hal itu, Fahrani mengatakan, PDIP laris manis. Ia mencatat saat ini ada 5 kandidat yang mengambil formulir pendaftaran. Tiga diantaranya sudah mendaftar, termasuk Saidi Mansyur hari ini. “Sebelumnya, juga Dr Mada Taruna, birokrat di Kabupaten Banjar, dan Gusti Sulaiman Razak, adik mantan bupati Banjar Sultan Khairul Saleh sudah mendaftar,” katanya.

Sedangkan dua lagi yakni H Ahmad Rivani, mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Banjar yang purna tugas di DPRD Provinsi, dan politisi Partai Golkar Andin, dalam minggu ini juga akan mengembalikan formulir. “Pendaftaran akan ditutup pada 20 September nanti. Dilihat dari daftar lima orang ini, sudah mewakili calon di Kabupaten Banjar,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Mada Taruna dan Gusti Sulaiman Razak yang menyerahkan berkas pada Senin (15/9) malam. “Karena ada kesibukan baru malam ini bisa menyerahkan formulir pendaftaran, kebetulan ketua tengah berada di Banjarmasin, ya saya serahkan di sini,” kata Sulaiman.

Keputusan maju mencalonkan diri menjadi bupati, menurut Sulaiman karena ingin mengabdi membangun Kabupaten Banjar. Dia mengatakan rela menanggalkan status ASN yang sudah dirintisnya sejak tahun 2006 silam. Sulaiman mengundurkan diri sekitar enam bulan yang lalu. “Niat bismillah saja dengan harapan bisa didukung untuk maju di Kabupaten Banjar,” tutur adik dari mantan Bupati Banjar, Pangeran Khairul Saleh ini.(rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->