Connect with us

Teknologi

“Masa Depan adalah Listrik,” Menjadi Tema Washington Auto Show 2022

Diterbitkan

pada

Washington Auto Show 2022 di Washington, D.C. Foto : dok VOA

KANALKALIMANTAN.COM – Demi mengurangi efek rumah kaca, mengganti bahan bakar yang terbarukan menjadi tag line para aktivis lingkungan diseluruh dunia.

Hal inilah yang juga manjadi motivasi produsen mobil. Dan konsumen mulai melirik kendaraan listrik karena meningkatnya harga bensin, kekhawatiran akan emisi karbon, serta pemanasan global.

Dari pameran mobil Washington Auto Show 2022, VOA jaringan afiliasi kanalkalimantan.com mengamati para konsumen dan produsen mobil yang beranggapan bahwa kendaraan listrik akan unggul di masa depan.

Mobil-mobil mewah dan eksotik memamerkan fitur-fitur futuristisnya. Tetapi, atraksi utama yang ditampilkan di pameran Washington Auto Show 2022 baru-baru ini adalah pavilion EV, dimana kendaraan-kendaraan bertenaga baterai yang berhasil mencuri perhatian pengunjung.



“Salah satu alasan saya datang ke pameran ini adalah untuk mengetahui rencana ke depan yang akan dilakukan oleh produsen mobil, baik individu dan secara kolektif, terkait dengan masa depan mobil listrik atau hibrida,” ujar Jim Easterly.

 

 

Presiden Washington Auto Show, John O’Donnell. Foto : dok VOA

Baca juga : Kadiskominfo Kapuas: Pers Harus Memberi Konten Edukatif dan Produktif

Penjualan kendaraan listrik meningkat hingga 41 persen secara global pada tahun 2020. Perusahaan mobil besar seperti Toyota dan Ford kini tengah memproduksi lebih banyak model mobil listrik, yang tidak hanya hemat bahan bakar, tetapi juga ramah lingkungan.

“Ada permintaan yang lebih tinggi akan beragam jenis kendaraan dengan bahan bakar alternatif dibandingkan sebelumnya. Para konsumen sepertinya sangat ingin mengurangi jejak karbon mereka,” kata Maggie Clark, ahli produk perusahaan mobil Toyota.

Mark Spencer dan puteranya rela menyetir selama 3 jam untuk menghadiri pameran Washington Auto Show 2022 ini. Ia ingin mengganti mobilnya dan tertarik untuk melihat kendaraan-kendaraan listrik.

Ia mencari kendaraan dengan jarak tempuh dan harga yang lebih bagus. Namun, ia juga memiliki pertimbangan lain. Menurutnya, produsen mobil perlu menurunkan harga kendaraan, agar setiap orang mampu membelinya. Dengan begitu, perlu ada infrastruktur yang mendukung para produsen mobil.

“Para pengguna mobil listrik tidak punya waktu untuk menunggu selama 30 menit untuk mengecas baterai mobil listrik,” tambah pengunjung Mark Spencer.

 

Mark Spencer (tengah) dan puteranya rela menyetir selama 3 jam untuk menghadiri pameran Washington Auto Show 2022 ini. Foto : dok VOA

Baca juga : Thailand Resmi Menjadi Negara Pertama di Asia yang Izinkan Ganja

Pavilion EV di pameran Washington Auto Show 2022 disponsori oleh perusahaan Electrify America yang berpusat di Washington, D.C. Perusahaan ini adalah jaringan stasiun tempat mengisi baterai secara cepat yang tersedia di berbagai belahan Amerika Serikat.

Dengan tema “masa depan adalah listrik,” Electrify America bertujuan untuk mempermudah konsumen dalam hal penggunaan kendaraan listrik.

“Perusahaan mobil Tesla sudah menjual kendaraan listrik sejak lama. Masalahnya mobil-mobil itu sebagian besar ditujukan untuk orang-orang kaya. Kalau kita tidak mengikutsertakan Tesla, dan mengedepankan perusahaan seperti Nissan, General Motors, Toyota atau Hyundai yang memiliki pasar yang besar, Amerika dapat dengan cepat mengadopsi kendaraan listrik dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Presiden dari Washington Autho Show, John O’Donnell.

John O’Donnell menambahkan, kini konsumen Amerika lebih terbuka untuk mengadopsi kendaraan listrik, sejak pemerintah menyediakan kredit pajak dan lebih banyak insentif akan dikeluarkan melalui rencana “Build Back Better” atau membangun kembali dengan lebih baik, yang dicanangkan presiden Joe Biden. (VOA/di/jm)

Editor : desy


iklan

Disarankan Untuk Anda

<

Paling Banyak Dibaca

-->