Connect with us

Kalimantan Selatan

KLHK Siapkan 83,37 Miliar untuk Penanganan Pasca Banjir Kalsel

Diterbitkan

pada

Banjir besar yang melanda Kalsel awal tahun 2021. Foto: dok.kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menaruh perhatian serius bencana banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pemerintah pusat menyiapkan anggaran puluhan miliar upaya penanganan pasca bencana di Banua.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri (Wamen) KLHK, Alue Dohong, saat kunjungan kerja di Kalsel, Rabu (10/3/2021).

Dijelaskannya, ada 3 kategori dalam penanganan pasca banjir, meliputi penanganan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.



 

Wakil Menteri (Wamen) KLHK, Alue Dohong, saat kunjungan kerja di Kalsel, Rabu (10/3/2021). Foto: rico

“Kita akan melibatkan 6 direktorat yang berada di bawah KLHK. Untuk saat ini kita akan fokus melakukan upaya penanganan jangka pendek,” ujar Wamen KLHK, didamping Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA.

Dalam upaya penanganan jangka pendek tersebut, KLHK menyiapkan 24 program kegiatan yang nantinya dilaksanakan di Kalsel.

Baca juga: Penataan Kawasan Sekumpul, Tiga Segmen Ditarget Tuntas 2023

Mulai dari penegakan hukum hingga rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk pemulihan lingkungan.

“Untuk seluruh kegiatan itu kami menyiapkan anggaran sebesar 83,37 miliar. Dalam upaya penanganan ini kita tidak bisa hanya sektoral. Namun juga melibatkan semua pihak, termasuk mengajak peran swasta,” beber Alue.

Bencana banjir yang berdampak pada puluhan ribu masyarakat Kalsel hingga menelan korban jiwa, ujar Wamen, menjadi momentum untuk sebuah perubahan.

Baca juga: Jatam Pertanyakan Gugatan Keterbukaan Informasi Perpanjangan 5 Perusahaan Tambang

Ia menekankan pentingnya mengidentfikasi penanganan bencana, baik dari regulasi maupun kebijakan pemerintah setempat.

“Kita harus melihat aspek-aspeknya. Mulai dari aspek engineering, yakni kondisi bendungan dan daerah-daerah tangkapan air. Aspek vegatani, dengan semakin mendorong kegiatan penanaman pohon. Lalu aspek penegakan hukum, serta aspek sosialnya,” tandasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter: rico
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->