Connect with us

Infografis Kanalkalimantan

Yuk! Siapin Tas Siaga Bencana Agar Kita Siap

Diterbitkan

pada

Siapkan tas siaga bencana atau Emergency Preparedness. Foto: grafis kanalkalimantan/yuda
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Bencana apapun jenisnya datang tak terduga. Karena itu kita harus selalu siap siaga menghadapinya dan mensiasatinya. Salah satu caranya dengan mempersiapkan diri dengan tas siaga bencana atau Emergency Preparedness Kit, yaitu tas berisi kumpulan barang-barang kebutuhan dasar rumah tangga yang dipersiapkan sebelum terjadi bencana dan diperlukan dalam keadaan darurat.

Tas siaga bencana diperlukan setelah terjadi keadaan darurat, bersiaplah untuk kondisi terburuk untuk bertahan setidaknya dalam kurun waktu selama 72 jam (3 hari pertama) yang diperlukan dalam keadaan darurat.

Untuk mempersiapkan tas siaga bencana, Anda tinggal menyimpan semua barang yang diperlukan ke dalam kantong plastik kedap air dan memasukkannya ke dalam tas ransel.

Kebutuhan dasar minimum yang direkomendasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI untuk dimasukkan ke dalam tas siaga bencana yang pertama adalah dokumen-dokumen penting seperti foto copy kartu keluarga, tanda pengenal (KTP, SIM, paspor), polis asuransi, buku tabungan, dan surat/sertifikat berharga dengan ijazah dimasukkan ke dalam plastik kedap air.



Berikutnya berisi perbekalan antara lain air minum kemasan, makanan siap saji, pakaian ganti (baju lengan panjang, celana panjang, pakaian dalam), senter dan baterai cadangan, dan kotak P3K.

Kemudian ada perlengkapan lain seperti uang tunai, kertas dan pensil, foto anggota keluarga, tas ransel, peluit untuk memberi sinyal bantuan, jas hujan plastik, pisau lipat serba guna, tali nilon, peta, serta telepon seluler dengan pengisi daya (charger) plus baterai cadangan/power bank.

Berikut detailnya dalam Infografis diatas.

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Infografis Kanalkalimantan

Profil Artidjo Alkostar, Mantan Hakim MA ‘Algojo Para Koruptor’

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang cukup besar. Mantan hakim agung, Artidjo Alkostar meninggal dunia pada Minggu, 28 Februari 2021 akibat penyakit kanker yang dideritanya.

Tentu, jika Anda mahasiswa bidang hukum atau memiliki profesi sebagai pengacara atau berkenaan dengan hukum, nama Artidjo Alkostar sudah tak asing lagi. Berikut profil Artidjo Alkostar lengkap.

Mantan hakim agung Artidjo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini. Inna Lillah Wainna Ilahi raji’un. Allahumma ighfir lahu,” ujar Mahfud MD pada akun Twitternya @mohmahfudmd, Minggu (28/2/2021) ini.

Artidjo adalah salah satu sosok hakim yang paling ditakuti oleh koruptor kala mengajukan kasasi di MA. Sebelum menjadi Hakim Agung pada 2000, Artidjo berkarier sebagai advokat selama 28 tahun.



Selama menjabat, Artidjo tak pernah mengambil cuti dan selalu menolak ketika diajak ke luar negeri. Alasannya, hal tersebut bisa berimplikasi besar terhadap tugas-tugasnya.

Berikut informasi mengenai Artidjo Alkostar dalam infografis.

 

 


 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Infografis Kanalkalimantan

Kenali Jenis Phising, Peretas Data yang Berbahaya

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan. Data yang menjadi sasaran phising adalah data pribadi (nama, usia, alamat), data akun (username dan password), dan data finansial (informasi kartu kredit, rekening).

Istilah resmi phising adalah phishing, yang berasal dari kata fishing yaitu memancing.

Kegiatan phising memang bertujuan memancing orang untuk memberikan informasi pribadi secara sukarela tanpa disadari. Padahal informasi yang dibagikan tersebut akan digunakan untuk tujuan kejahatan.

Pelaku phising biasanya menampakkan diri sebagai pihak atau institusi yang berwenang. Dengan menggunakan website atau email palsu yang tampak meyakinkan, banyak orang berhasil dikelabui.



Berikut informasi lengkapnya dalam infografis.

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->