Kalimantan Selatan
Upaya DPPPA KB Kalsel Wujudkan KLA hingga Masjid Ramah Anak
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Semangat kolaborasi mengiringi jalannya program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA KB) Kalsel terus bergerak untuk mengimplementasikan konvensi hak anak di Provinsi Kalsel.
Kepala DPPPA KB Provinsi Kalsel, Adi Santoso menyebutkan, sejumlah indikator KLA telah diwujudkan untuk menjadikan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, berkarakter, dan agamis.
Baca juga: Perempuan Tenggelam di Dermaga Pasar Lima Banjarmasin, Warga Sempat Lihat Linda Melambai

Anak-anak balita dan kader posyandu mengikuti advokasi dan pendampingan di Masjid Darul Amanah Kelurahan Sungai Besar, Banjarbaru untuk menjadi Masjid Ramah Anak (MRA). foto: dpppa kb kalsel
Salah satunya melakukan advokasi dan pendampingan pada Masjid Darul Amanah di Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru untuk manjadi Masjid Ramah Anak (MRA).
Kegiatan ini dilaksanakan langsung bersama dengan Kepala Bapedda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor sebagai Ketua Tim Gugus Tugas KLA, Kementerian Agama, DMI hingga Dinas P2KBPMP2A, takmir masjid, pengurus serta remaja masjid.
“Kita bersama dengan para kader Posyandu dan anak-anak Posyandu Strawberry Kelurahan Sungai Besar melakukan edukasi pencegahan stunting hingga membagikan telur dan susu kepada balita,” ujar Adi Santoso, Kamis (30/11/2023).
Baca juga: Survei Banua Meter: Respon Publik Sangat Positif Pembangunan Banjarbaru di Era Aditya-Wartono
Ia melanjutkan, Tim Gugus Tugas KLA juga memberikan advokasi kepada 1.056 siswa dan dewan guru di SMAN 3 Banjarbaru.
Advokasi yang diberikan terkait tentang konvensi hak anak, pencegahan bullying dan kekerasan seksual dan bentuk lainnya, serta pencegahan perkawinan usia anak.
“Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan susu dan telur kepada siswa yang didukung dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel,” sebut dia.
Baca juga: Belajar ke Diskominfostandi Badung, Aidil Basith Ingin Terapkan Ilmu Didapat ke Kabupaten Banjar
Selain mengunjungi SMAN 3 Banjarbaru, sebelumnya Tim Gugus Tugas KLA menyambangi Ponpes Darul Ilmi dan SMP Sanjaya.
Sementara itu pada Desember mendatang, tim gugus akan mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Martapura untuk melakukan advokasi serupa.
“Beberapa waktu lalu kita juga adakan untuk usia anak SMP yaitu di SMPN 26 Banjarmasin, SMP Al Istiqomah, SMA Telkom Banjarbaru, SMKN 3 Banjarbaru, dan SMA Qardan Hasanah,” ucap Adi.
Baca juga: Haul ke-77 Habib Basirih Digelar Sabtu, Panitia Sediakan Klotok untuk Jemaah
Adi menegaskan kegiatan implementasikan konvensi hak anak untuk KLA akan terus dilaksanakan di satuan pendidikan lainnya.
Dengan harapan kata dia dapat mengurangi angka usia perkawinan anak dan stunting, serta aksi bulying akan dapat hilang dari budaya anak-anak remaja saat ini. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter : wanda
Editor : bie
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluKompetisi QRIS Pajak dan Retribusi Daerah Banjarbaru Berhadiah Umrah
-
HEADLINE3 hari yang laluKemana Triliunan Sisa Kuota Internet Hangus, IAW Desak Audit Operator
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPUPR Kalsel Terus Matangkan Pembangunan Jalan Lintas Tengah Tapin – Banjar
-
PLN UIP3B KALIMANTAN3 hari yang laluPLN UPT Pontianak Gelar Pelatihan Pembuatan Mikoriza dan Kompos
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluBantu Korban Rumah Amblas di Kertak Hanyar, Pemkab Banjar Carikan Tempat Tinggal Sementara
-
Kalimantan Selatan23 jam yang laluIni Pemenang Desain Logo dan Tema Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel


