Connect with us

HEADLINE

Tindak Pidana Meningkat di Banjarbaru, Kasus Curas Paling Menonjol!

Diterbitkan

pada

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya menyampaikan trend kasus kriminal di wilayahnya selama 2018. Foto: rico

BANJARBARU, Sepanjang tahun 2018 Polres Banjarbaru telah menangangani sejumlah kasus di wilayah hukumnya. Dalam catatannya, ada peningkatan jumlah tindak pidana yang terjadi di kota berjuluk Idaman jika dibandikan dengan tahun sebelumnya.

Dijelaskan Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya , saat pers rilis yang digelar di Mapolres Banjarbaru, Rabu (2/1) sore, bahwa jumlah tindak pidana dari tahun 2017 meningkat sebanyak 19 kasus selama tahun 2018.

“Ada peningkatan tindak pidana pada tahun 2018, tercatat pada tahun 2017 ada sebanyak 525 kasus dan pada tahun 2018 ada 544 kasus naik 3,62%. “ ungkapnya kepada awak media.

Tindak pidana pada tahun 2018, dalam hal ini jenis kejahatan Konvesional adalah yang paling tinggi. Diketahui pada tahun 2017 tindak pidana Pencurian Pemberatan menjadi kasus yang paling banyak ditangani dengan jumlah 60 kasus sedangkan pada tahun 2018 adalah Pencurian biasa yang paling menonjol sebanyak 47 kasus.

Diantara 47 kasus pencurian biasa tersebut, Polres Banjarbaru setidaknya berhasil mengungkap 28 kasus dengan mengamankan tersangka sebanyak 39 orang. Menanggapi hal tersebut, Kapolres mengatakan pada tahun 2019 ini pihaknya akan lebih memprioritaskan dalam penangananan kasus pencurian.

“Untuk tahun 2019, ini kami tetap fokus pada 3 jenis kejahatan, pencurian motor, pencurian pemberatan, serta pencurian di rumah-rumah kosong.” Lanjutnya

Disisi lain, untuk kasus narkotika pada tahun 2018 Polres Banjarbaru menangani sebanyak 117 kasus yang mana jumlah kasus tersebut meningkat pada tahun sebelumnya yang hanya berjumlah 70 kasus. Pihak Kepolisian pada tahun 2018 berhasil mengamankan tersangka sebanyak 164 orang sedangkan pada tahun 2017 pihak kepolisian mengamankan tersangka sebanyak 75 orang. Adapun barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 1.198,26 Gram (1 Kg+) dan Ineks sebanyak 68 butir.

Sedangkan untuk kasus obat keras, Polres Banjarbaru menangani 33 kasus sepanjang tahun 2018 dengan mengamankan 41 tersangka. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 295.771 butir.

Meski begitu, AKBP Kelana Jaya tidak memungkiri bahwa masih ada sejumlah kasus yang masih belum terselesaikan sepanjang tahun 2018. Salah satunya kasus pembuangan bayi yang sampai sekarang masih belum terungkap. Bukan tanpa alasan, ia mengatakan hal ini dikarenakan anggota mengalami kendala didalam penyelidikan.

“Kasus pembuangan bayi ini memang membutuhkan waktu lama untuk diungkap. Personil yang melakukan penyelidikan terkendala masalah DNA dan saksi yang minim.” Lanjutnya

Selain itu, kasus penembakan misterius yang terjadi di Jalan Karang Rejo RT 005 RW 001 Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan ulin dengan korban Subakri (35) juga masih dalam penyelidikan. Kapolres mengatakan bahwa untuk tersangka telah sempat diamankan, namun masih dilakukan penyelidikan karena dicurigai pelaku berjumlah lebih dari 1 orang.

“Penembakan itu, masih dilakukan pemeriksaan. Diduga masalah sengketa lahan, sudah diamankan 1 orang. Tapi Masih dicari otak pelaku karena di curigai, pelaku lebih dari 1 orang.” Bebernya

Baca Juga : Pelaku ‘Koboi’ Masih Misteri, Polisi Pastikan dari Senjata Api

Kedepannya Polres Banjarbaru akan berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan tugas pokoknya memberi perlindungan, pengayoman dan pelayanan serta harkamtibmas.

“Pada tahun 2019 kami akan berusaha semaksimal mungkin dan berusaha untuk dapat memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat. Sekali lagi atas nama keluarga Polres Banjarbaru mengucapkan selamat Tahun Baru 2019, semoga tahun ini akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkas Kapolres. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Cell

Bagikan berita ini!
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares
-->