Connect with us

Teknologi

Teliti Kesetiakawanan Semut, 2 Siswi SMA Menang Lomba Sains ke Jerman

Diterbitkan

pada

Ilustrasi kesetiakawanan semut. Foto : net

Ternyata semut hitam memiliki kesetiakawanan. Hal itu diketahui dari hasil penelitian dilakukan 2 siswi SMA Negeri 1 Medan, yakni Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa dengan judul penelitian “Pengujian Kesetiaan Semut dan Makanan”.

Dua gadis berhijab ini, berhasil meraih juara I pada Indonesian Fun Science Award (IFSA). Prestasi terbaik itu berbuah kebanggaan dari pihak sekolah. Zahra dan Nadya mengikuti IFSA yang digelar Swiss German University di Tangerang, Banten, pada 9 Maret 2019. Atas pencapaian itu, mereka mendapatkan hadiah jalan-jalan seminggu ke Jerman.

Zahra merupakan siswa kelas 12, sementara Nadya duduk di kelas 10. Keduanya dari SMA Negeri 1 Medan. Penelitian mereka lakukan dengan mengambil sampel semut di depan sekolah di Jalan T Cik Ditiro, Medan.

“Kami hanya mengambil dan menangkap semut di depan sekolah saja,” ucap Zahra kepada wartawan di SMA Negeri 1 Medan, Kamis, 21 Maret 2019, seperti diwartakan viva.co.id.

Penelitian tersebut, dilakukan sejak 24 Februari 2019 lalu. Zahra dan Nadya terus mengamati tingkah laku semut dengan dilepas pada wadah kertas. Di dalamnya dibuat perangkap lem, sedangkan di sisinya yang lain ditempatkan makanan, berupa gula pasir dan nasi.

Zahra mengungkapkan, semakin banyak semut yang terperangkap, semakin banyak rekannya menolong. Terlihat dari para semut itu memilih menolong rekannya yang terjebak lem, ketimbang mengambil makanan yang tersedia di dalam wadah.

“Dari tiga percobaan yang kami lakukan. Kami menyimpulkan bahwa semut adalah hewan yang setia kawan, oleh karena itu amanat yang bisa kita ambil adalah kalau semut saja bisa setia kenapa manusia tidak?” tutur Zahra.

Zahra Annisa Fitri dan Nadya Khairussyfa, siswi SMAN 1 Medan. Foto : net

Nadya menjelaskan, penelitian dilakukan dengan dilatarbelakangi asumsi umum tentang semut sebagai makhluk setia kawan. Namun begitu, proses penilitian terus dikembangkan menjadi tulisan penelitian dan ikut diperlombakan pada IFSA.

“Untuk itu kami ingin membuktikan apakah kesetiakawanan semut ini memang benar seperti yang orang katakan atau sebaliknya,” kata Nadya.

Penelitian yang dilakukan Zahra dan Nadya ini akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional. Dewan juri memberi nilai tinggi pada poster hasil penelitian yang menarik dan presentasi yang mantap di babak grand final.

“Kami berterima kasih kepada Kepala Sekolah, guru pembimbing atas bimbingan kepada kami. Sehingga kami mampu meraih prestasi ini,” ucap Zahra.
Zahra dan Nadya mengalahkan ratusan peserta lain, termasuk 20 finalis. Para peserta datang dari provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. (mus/vvn)

Reporter : Mus/vvn
Editor : Kk

Bagikan berita ini!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Lanjutkan membaca
Advertisement
-->