Connect with us

HEADLINE

Tak Cuma Ngurus TPS Liar, Bekas Tebangan Jadi Masalah Angkutan Sampah

Diterbitkan

pada

Sampah menjadi masalah bersama di Kota Banjarbaru, tak hanya tanggung jawab dinas terkait. Foto: ibnu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Warga Banjarbaru ada saja yang masih membuang sampah sembarangan alias menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar. Masalah lama yang saban hari harus dihadapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru.

Belum lagi tambahan masalah tumpukan bekas tebangan pohon dari warga kerap kali merepotkan petugas kebersihan Kota Idaman.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Banjarbaru, Erwan Rudiansyah mengatakan, sebenarnya sisa pemotongan baik batang, ranting, dan daun harus langsung dibuang ke TPA Gunung Kupang. Namun di lapangan masih banyak warga yang membuang sampah tebangan pohon ke TPS sekitar.



 

 

Baca juga: Dugaan Kakek S Meninggal Dunia Akibat Tindak Kekerasan Polisi, Begini Penjelasan Kabid Humas Polda Kalsel

“Seharusnya TPS itu khusus sampah rumah tangga, namun masih ada yang membuang ke sana dan itu setiap hari selalu saja ada,” ungkapnya.

Seharusnya, dikatakan Erwan terkait sampah tebangan harus diantar langsung oleh warga ke TPA menggunakan kendaraan pribadi.

Karena adanya sampah tebangan pohon itu, Bidang Persampahan harus bekerja ekstra dalam menanggulangi tumpukan bekas pohon tersebut.

“Saat ini pembuangan sampah tebangan tetap dikondisikan dalam dua hari sekali diangkut ke TPA, namun sebelumnya harus dipotong lebih kecil agar tidak memakan banyak tempat, serta mempermudah proses pembusukan,” bebernya

Baca juga: Pangeran Harry Ajukan Tuntutan Permintaan Perlindungan Polisi Inggris ke Pengadilan

Dalam menanggulangi sampah tebangan Bidang Persampahan menyediakan tiga angkutan khusus dari 43 armada angkutan sampah yang ada di DLH Kota Banjarbaru.

Sementara itu, Kepala DLH Banjarbaru, Sirajoni mengatakan, saat ini produksi sampah warga Kota Banjarbaru sudah mencapai 150 ton per hari. “Ada yang masuk dikirim ke TPA Gunung Kupang yang kami kelola sendiri, ada sebagian yang masuk ke TPA Regional yang dikelola Pemprov Kalsel,” ujarnnya.

Kenapa dibagi dua? Dijelaskan Sirajoni, kalau semua sampah di Kota Banjarbaru masuk ke dalam TPA Regional ada biaya yang dikenakan per ton dari sampah yang dikirim. “Karena anggaran kita tidak mencukupi, hanya sebagian saja yang masuk ke TPA Regional. Kalau di TPA kita sendiri tidak ada biaya per ton sampah yang masuk,” bebernya.

Meski begitu, DLH Banjarbaru tetap melakukan pekerjaan persampahan di seluruh kota Banjarbaru dengan cara seefektif dan seefisien mungkin. “Misal kalau semuanya masuk ke TPA Regional, anggaran kita bisa dipastikan tidak akan mencukupi, itu kenapa ada yang masih dikelola sendiri di TPA Gunung Kupang,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

<<

Paling Banyak Dibaca

-->