Connect with us

Kota Banjarbaru

Tak Bisa Pulkam ke Papua Rayakan Natal, Panggung Seni Mahasiswa Galang Dana di Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Tak Bisa Pulkam ke Papua Rayakan Natal, Panggung Seni Mahasiswa Galang Dana di Banjarbaru

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Natal bagi umat Kristiani yang diperingati dan dirayakan sebagi kelahiran Yesus Kristus. Perayaan Natal selalu penuh keceriaan dan berkumpul bersama keluarga dengan menyambut kelahiran Sang Juru Selamat bagi umat Kristiani.

Namun suka cita itu tidak dirasakan oleh warga asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Kota Banjarbaru. Ya, sudah hampir 2 tahun terakhir mereka tidak bisa merayakan Natal di tanah kelahiran di karena wabah pandemi Covid-19 yang melanda seluruh Indonesia

Akan tetapi, tak mematahkan semangat mereka untuk merayakan Natal bersama walau tidak dengan keluarga. Mahasiswa asal Papua menggelar seni jalanan di lapangan terbuka depan kantor Gubernur Kalimantan Selatan pukul 08.30 Wita hingga mendekati pukul 10.00 Wita, Minggu (24/10/2021).



 

 

Baca juga: Ada Pojok Relaksasi dan Pojok Baca di Kawasan Kuliner Kampung Pelangi

Koordinator Ikatan Mahasiswa Papua (Imapa) Banjarbaru, Reki Ranggafu mengatakan, aksi ini merupakan bentuk solidaritas Imapa untuk merayakan Natal yang dibalut dengan beberapa tarian adat Papua.

“Aksi usaha dana ini dilakukan sekitar 15 anggota Imapa, bentuk usaha kami dalam mengumpulkan dana untuk merayakan Natal,” ucapnya.

Diakui Refi mereka juga melakukan aksi ini di lapangan Murjani pada Sabtu (23/10/2021) kemarin, dengan tampilan yang sama, akan tetapi di sana mereka juga menjajakan kerajinan tangan khas Papua.

“Disamping melakukan penampilan kami juga mengamen di malam hari,” tambahnya.

Baca juga: Balogo dan Bagasing “Menolak Punah”, Permainan Tradisional yang Tersisa di Banua

Pantauan kanalkalimantan.com banyak pengunjung kawasan kantor Gubernur Kalsel yang sedang melakukan olahraga antusias melihat kesenian tarian yang dibawakana mereka. Para pengunjung juga melakukan foto bersama dengan anggota Imapa Banjarbaru yang mengebakan pakaian adat Papua.

“Saya juga perantau dan pernah merasakan bagaimana sedihnya merayakan hari raya besar jauh dari rumah dan tidak berkumpul keluarga, saya berharap kawan-kawan dari Papua lebih bersabar. Semoga bisa menyelesaikan pendidikan di Kota Banjarbaru agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Papua sana,” ucap Ali, salah seorang mahasiswa asal Lampung.(kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter: ibnu
Editor: bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->