Connect with us

HEADLINE

Survei LSI: 40,9 Persen Tidak Puas Dengan Kinerja Wapres

Diterbitkan

pada

Wapres RI Ma'ruf Amin. Foto: Reuters via VOA
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan mengatakan mayoritas warga atau 69,8 persen merasa puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo. Namun, sebanyak 40,9 persen warga menilai tidak puas dengan kinerja Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Hasil ini berdasar survei LSI yang melibatkan 1.200 responden pada 25-31 Januari 2021 dengan toleransi kesalahan ± 2.9 persen.

Hasil survei LSI mengenai kepuasan responden terhadap kinerja Wapres RI (foto: tangkapan layar/Sasmito).

“Agak jomplang tingkat kepuasannya antara presiden dan wakil presiden. Mungkin ini bisa menjadi kajian bagi pihak terkait,” jelas Djayadi Hanan dalam konferensi pers online, Senin (22/2/2021).

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan (foto: tangkapan layar/Sasmito).

Djayadi Hanan menambahkan warga juga merasa puas dengan kinerja menteri-menteri yang membantu Presiden. Warga merasa paling puas dengan kinerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sementara kepuasan warga paling rendah pada kerja menteri perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Survei ini juga menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto dalam simulasi nama calon presiden lebih unggul yakni 26 persen dibandingkan nama lainnya. Adapun di bawah Prabowo terdapat Ganjar Pranowo 15,4 persen dan Anies Baswedan 13,3 persen. Sementara dari sisi partai, PDIP menempati urutan pertama paling banyak disebut responden sebanyak 20,1 persen, disusul gerindra 11 persen, dan Golkar 8,3 persen.



“Kalau kita asumsikan pemilu 2024, dengan asumsi tidak ada revisi UU Pemilu, maka kemungkinan ada dua atau tiga calon pada 2024. Itu berarti untuk menjadi dominan dia harus memiliki 40 persen elektabilitas. Tapi belum ada seperti itu untuk saat ini.”

Anggota DPR dari Fraksi Gerindra Supratman Andi Agtas mengatakan hasil survei ini menunjukkan posisi Partai Gerindra dan elektabilitas Prabowo Subianto stabil. Hanya, bedanya untuk 2024, Presiden Jokowi tidak akan maju kembali dalam pemilihan presiden 2024. Sementara terkait UU Pemilu, kata dia, Partai Gerindra bersama fraksi lainnya sepakat tidak akan merevisi UU Pemilu yang disahkan pada 2017 lalu.

“Kemungkinan besar RUU Pemilu akan didrop dari Prolegnas. Kami sepakat dengan presiden Jokowi, bahwa lebih baik UU ini kita jalankan dulu, kalau ada yang kurang kita sempurnakan,” jelas Supratman.

Sementara, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan partainya masih terbuka untuk merevisi UU Pemilu. Menurutnya, revisi tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki UU karena dalam penerapan banyak mengakibatkan petugas pemilu meninggal. Namun, untuk kandidat calon presiden, menurutnya PDIP masih melihat dinamika ke depan yang kemungkinan akan terus berubah.

“UU pemilu mari kita sempurnakan, supaya lebih berkualitas dan pemilu kita tidak rumit. Karena 2019 lalu, banyak penyelenggara pemilu yang kelelahan terutama saat penghitungan,” jelasnya.

Djarot mengklaim PDIP paling banyak disebut responden karena terus melakukan kerja-kerja politik di masyarakat. Seperti melakukan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi kreatif. (sm/jm)

Reporter: Sasmito
Editor: VOA


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

HEADLINE

Wali Kota Aditya Tak Muncul di Rapat Paripurna Perdana

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketua DPRD: Hal Yang Lumrah


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wakil Wali Kota Wartono menyampaikan pidato pada rapat paripurna di DPRD Banjarbaru, Senin (1/3/2021). Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – DPRD Banjarbaru menggelar rapat paripurna perdana bagi Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, Senin (1/3/2021) siang.

Dalam agenda rapat paripuna tersebut, kedua kepala daerah yang baru saja dilantik itu, akan menyampaikan pidato di hadapan para anggota legislatif DPRD Banjarbaru.

Sayangnya, dalam momen ini Wali Kota Banjarbaru Aditya tak muncul alias absen hadir di hadapan wakil rakyat. Kabarnya, ketidakhadiran Wali Kota Aditya harus memenuhi undangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta. Walhasil pidato kepala daerah hanya disamiakan oleh sang Wakil Wali Kota Wartono.

“Saya sampaikan pertama ini karena sesuai ketentuan, kita harus ada penyampaian dalam rapat paripurna DPRD Kota Banjarbaru dalam pidato sambutan Wali Kota. Kedua dalam sambutan Wali kota mengajak semua elemen terutama DPRD Kota sebagai mitra untuk bekerja sama membangun Kota Banjarbaru,” ucap Wartono.



Ditegaskan Wartono, baik dirinya maupun Wali Kota Aditya dengan tegas akan menjaga amanah sebagai kepala daerah yang dibuktikan dengan tidak mementingkan diri sendiri.

“Jadi intinya di dalam kelanjutan pembangunan, karena kita diberi amanah oleh masyarakat Banjarbaru, tentu kita tidak mementingkan diri sendiri, keluarga, maupun kelompok. Jadi kita sama-sama membangun Banjarbaru, kita meminta pada DPRD untuk bersama membangun Banjarbaru dan melupakan hiruk pikuk Pilkada yang lalu,” bebernya.

Sementara itu, soal absennya Wali Kota Banjarbaru Aditya, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah mengakui bahwa ketidakhadiran Wali Kota Banjarbaru dalam rapat paripurna perdana di agenda penyampaian pidato kepala daerah adalah hal yang lumrah dalam sistem pemerintahan.

“Jadi agenda hari ini di wakilkan oleh Wakil Wali Kota. Selebihnya kami tidak ada masalah karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini adalah satu kesatuan dalam memimpin Kota Banjarbaru. Jadi kalau Wali Kota tidak bisa, Wakilnya tidak jadi masalah karena itu hal yang lumrah dalam sistem pemerintahan,” akunya.

Selain itu, diterangkannya bahwa pemimpim baru di Banjarbaru telah melakukan pertemuan silaturahmi atau penyampaian visi misi terkait kinerja lima tahun ke depan.

“Jadi ini kita undang untuk menyampaikan sebagai lembaga representatif dari masyarakat, ingin mendengarkan visi misi Wali Kota terpilih dalam rangka program kerja ke depan,” kata Fadliansyah. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Abai Protokol Kesehatan di Kawasan Pasar Martapura

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Protokol kesehatan di kawasan Pasar Martapura diabaikan, Senin (1/3/2021). Foto: wahyu
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Miris, di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi, masih banyak pedagang dan pengunjung Pasar Martapura abai dengan protokol kesehatan.

Sejumlah pedagang maupun pengunjung pusat ekonomi di Kabupaten Banjar itu tidak mengenakan masker saat beraktifitas di luar rumah.

Dari pantauan Kanalkalimantan.com, Senin (11/2/2021) pagi, mendapati kawasan Pasar Batuah, terdapat masih banyak pedagang mau pun pengujung pasar yang tidak taat prokes mengenakan masker saat sedang berada di pasar.



 

Bahkan, terlihat petugas Trantib sedang asik bercanda gurau di pos mereka. Sedangkan, di depan pos mereka, ada pedagang pasar tidak mengenakan masker.

Tidak terlihat petugas Trantib pasar mensanksi atau sekadar menegur, bahkan mereka dibiarkan leluasa memakai masker saat sedang berjualan. Seakan akan luput dari perhatian mereka.

Terkait akan hal tersebut, saat dikonfirmasi Kanalkalimantan.com, melalui pesan singkat WhatsApp, Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah mengatakan, tidak mengetahui akan hal tersebut.

“Nanti saya tegur mereka dan tugasnya, akan menjadi masukan yang berharga buat kami untuk melakukan upaya penegasan terhadap tugas Trantib di lapangan, agar mereka menegur dan memberikan imbauan kepada pedagang dan pengunjung pasar untuk taat prokes memakai masker,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter : wahyu
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->