Connect with us

HEADLINE

Sulitnya Menggoyang Suara Prabowo di Kalsel, Mesin Koalisi Parpol Kurang Greget?

Diterbitkan

pada

Prabowo unggul jauh dari Jokowi di Provinsi Kalsel pada pencoblosan 17 April kemarin. foto : net

BANJARBARU, Hasil quick count sejumlah lembaga survei menempatkan kemenangan telak pasangan Prabowo-Sandi di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Pilpres 2019. Bahkan, dibandingkan hasil suara Pilpres 2014 silam, terjadi kenaikan suara signifikan. Hasil quick count Charta Politika menyebutkan Prabowo mampu mendongkrak kemenangannya hingga 67,36%. Sedangkan Jokowi justru jeblok di pencapaian 32,64%. Mesin koalisi parpol pendukung capres 01 kurang greget?

Bagi Tim Kampanye Daerah (TKD) Kalsel, bisa jadi hasil Pilpres kali ini sebagai mimpi buruk. Karena sebelumnya, mereka menarget kemenangan Jokowi-Ma’ruf hingga 65-67%. Dengan didukung kekuatan besar koalisi parpol, tokoh masyarakat, dan relawan hingga pelosok, TKD maupun TKN sebelumnya begitu percaya diri. Bahkan, demi mendongkrak perolehan suara ini meraka menggelar kampanye akbar di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Rabu (27/3) yang dihadiri langsung Capres 01 Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menargetkan bisa meraih 60- 65 persen suara di Kalsel. Target ini dinilai cukup realistis karena telah mengunjungi sejumlah daerah.

“Target di Kalimantan Selatan, kalau di 2014 kita di sini dapat 49 persen. Tahun ini Insyaallah antara 60-65 persen,” ungkap Jokowi kepada media usai menggelar pertemuan dengan tokoh Kalsel di Hotel Mercure Banjarmasin, pada malam harinya.

Hal sama juga disampaikan Direktur Kampanye TKN Benny Ramdhani yang yakin Jokowi akan menguasai Banjarmasin dan Kalimantan secara keseluruhan. “Kita sampai 62, 65 persen targetnya,” tegas Benny. Cara yang dilakukan TKN dan Jokowi-Ma’ruf tetap sama, yakni mendorong tugas relawan dan mencegah golput.  “Relawan, para pendukung, harus berani melakukan kerja-kerja politik secara ekstra, door to door, canvassing, seperti itu saja,” ucapnya ketika itu.

Benny mengatakan, nihilnya inovasi dalam masa kampanye terbuka justru karena dia merasa kemenangan di Banjarmasin dan Kalimantan sudah di depan mata. “Kampanye terbuka ini hanya bagian dari glorifikasi kemenangan. Sekali lagi ini bagian dari glorifikasi kemenangan, khususnya bagi capres 01. Kalau bagi 02 beda lah, bagi mereka tentu bagian upaya menaikkan elektoral, bagi kami ini adalah bagian glorifikasi kemenangan, kita sudah menang, kita merayakan kemenangan itu,” kata Benny lagi.

Tapi, semua itu tak terbukti! Hasil quick count yang digelar sejumlah lembaga survei di Kalsel berbicara lain. Charta Politika menyampaikan, Jokowi hanya berhasil meraih suara 32,64% dibandingkan Prabowo yang meraih suara 67,36% di Kalsel.

Begitupun dengan lembaga survei Saifulmujani, mencatat Jokowi hanya memperoleh 37,72%, Sedangkan Prabowo 62,28%. Indikator mencatat, Jokowi meraih 32,22% dan 67,78%. Sedangkan Kedai Kopi mencatat Jokowi meraih 35,24%, sedangkan Prabowo 64,76%. (Lihat Tabel, Hasil Quick Count Pilpres di Kalsel, red.)

HASIL QUICKCOUNT PILPRES KALSEL

SURVEI JokowiMa’ruf Prabowo-Sandi
Charta Politika 32,64% 67,36%
Saifulmujani 37,72% 62,28%
Indikator 32,22% 67,78%
Kedai Kopi 35,24% 64,76%

Dibandingkan data Pilpres 2014, Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa cuma  tipis di Kalsel. Jokowi-Jusuf Kalla meraih 939.748 suara (49,95 persen), sementara Prabowo 941.809 (50,05 persen).

Apa yang tercatat dari hasil quick qout tersebut, juga selaras dari hasil pantauan Kanalkalimantan.com di sejumlah TPS di Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Tanah Laut.   Di TPS 02 Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Lianganggang, Banjarbaru, Jokowi meraih 99 suara, Prabowo 105 suara, dan tidak sah 1 suara. Di TPS 02 Bayu Irang, Bati-bati, Tanah Laut, Jokowi hanya meraih 52 suara, Prabowo 112 suara, dan suara rusak : 9 suara. (Selengkapnya lihat Tabel, Hasil Pantauan Suara Pilpres Kanalkalimantan, Red).

HASIL PANTAUAN SUARA CAPRES KANALKALIMANTAN.COM

TPS 02 Landasan Ulin Utara, Lianganggang, Banjarbaru
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 99
Prabowo-Sandi 105
Tak Sah 1

 

TPS 03 Loktabat Selatan, Banjarbaru Selatan
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 90
Prabowo-Sandi 138
Tak Sah 10

 

TPS 38 Sungai Ulin, Banjarbaru Utara
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 99
Prabowo-Sandi 196
Tak Sah 5

 

TPS 02 Banyu Irang, Bati Bati
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 52
Prabowo-Sandi 112
Tak Sah 9

 

TPS 09 Guntung Manggis, Landasan Ulin
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 107
Prabowo-Sandi 97
Tak Sah 2

 

TPS 01 Kintap, Tanah Laut
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 98
Prabowo-Sandi 118
Tak Sah 0

 

TPS 07 Jorong, Asam-Asam
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 126
Prabowo-Sandi 121
Tak Sah 7

 

TPS 06 Cempaka, Bangkal, Banjarbaru
Pasangan Suara
Jokowi-Ma’ruf 92
Prabowo-Sandi 99
Tak Sah 11

Di sisi lain, menanggapi kemenangan versi quick count lembaga survei, anggota BPP Prabowo-Sandi di Kalsel HM Lutfi Saifuddin menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh relawan dan tim pemenangan di Kalsel. “Kerja keras dan dukungan semua pihak, membuktikan bahwa kita berhasil meraih hasil terbaik,” ungkapnya.

Lutfi mengatakan, tak menerapkan strategi khusus selama kampanye. Hanya mempertajam sosialisasi secara masif dan kampanye door to door. “Kita langsung bertemu bersama masyarakat dan melaksanakan kegiatan yang lebih bermanfaat,” katanya.

Dia tak menampik support beberapa ulama di Banua turut mempengaruhi. Masyarakat Kalsel, kata dia, secara sosial-kultur agamis dan religius. “Ya kita patut berbangga akan hasil ini. Meskipun secara nasional masih menunggu penghitungan dari KPU,” ungkap Wakil Ketua DPD Gerindra Kalsel ini.

Sementara Ketua Harian Tim Kampanye Daerah (TKD) Kalsel Rully Rozano, kepada media apahabar.com, enggan berkomentar mengenai hasil perolehan sementara Capres dan Cawapres ini.

Kurang Greget

Lalu apa yang salah dari tim yang didukung oleh koalisi gemuk parpol dan sejumlah tokoh masyarakat hingga kepala daerah ini? Di atas kertas, mestinya target TKD yang sebelumnya untuk meraih suara 65% cukup realistis.

Hal ini dengan menimbang sejumlah show kekuatan kubu capres 01 ini di Kalsel. Sebagaimana diketahui, sebelumnya sejumlah daerah yang ada di Kalsel mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf Amin. Total ada 12 kepala daerah yang ikut deklarasi. Deklarasi digelar di Posko Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin di Banjarmasin, Senin (8/10/2018).

Ketua DPD PDIP Kalsel yang juga anggota Tim Kampanye Nasional, Mardani H Maming juga menghadiri kegiatan tersebut bersama Ghimoyo selaku Ketua Tim Kampanye Daerah Kalsel, yang didampingi Rully Rozano selaku Ketua Harian Tim Kampanye Daerah Kalsel.

Deklarasi dukungan dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, Wakil Walikota Banjarmasin  Hermansyah, Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Bupati – Wakil Barito Kuala Noormiliyani – Rahmadian Noor, Bupati Banjar Khalilurahman dan Bupati – Wakil Bupati Tapin, Arifin Arpan – Syafrudin Noor.

Kemudian Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Achmad Fikry, Bupati – Wakil Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid – Husairi Abdi, Wakil Bupati Tabalong Mawardi, Bupati Balangan Ansharudin, pelaksana tugas Bupati Tanah Bumbu, Sudian Noor; Bupati Kotabaru Burhanudin, dan Bupati Tanah Laut Sukamta.

Adapun pemimpin daerah yang terdaftar tapi berhalangan hadir di antaranya Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani; Wakil Bupati Banjar Saidi Mansyur; Bupati Hulu Sungai Selatan Ahcmad Fikry, Bupati Tabalong Anang Syakhfiani, Wakil Bupati Balangan Syaifullah, dan Bupati Kotabaru Sayed Jafar.

Foto : rendy

Di sela deklarasi dukungan oleh kepala daerah, ada pula deklarasi koalisi parpol pengusung dan pendukung di antaranya Golkar, PDI Perjuangan, PPP, PKB, Partai Nasdem, Hanura, PKPI, Partai Perindo, dan PSI. Namun, dalam deklarasi, ada satu kepala daerah absen menandatangani deklarasi yakni Bupati Hulu Sungai Tengah, Chairansyah.

Tak hanya itu, TKD di seluruh kabupaten/kota di Kalsel juga janji menyokong. TKD Banjarbaru misalnya, optimis mendulang kemenangan untuk jagoannya di atas 55 persen. Hal ini diungkapkan Ketua TKD Banjarbaru, H AR Iwansyah yang juga Ketua Partai Golkar Banjarbaru.

Ia mengatakan, Banjarbaru menjadi salah satu basis wilayah pendukung nomor urut 01. Sebagai buktinya, Iwansyah memastikan seluruh potensi mulai partai politik (parpol) pengusung, dan relawan dalam beberapa minggu terakhir ini akan terus dimaksimalkan. “Lewat kerja keras semua parpol dan relawan, kita yakin untuk kota Banjarbaru dapat mengunci suara lebih dari 55 persen bahkan kalau bisa mencapai 60 hingga 70 persen,” tegasnya.

Dalam pergerakannya, katanya saat itu, TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Kota Banjarbaru juga terbilang solid. Meski belum ada kampanye khusus untuk Presiden di kota Banjarbaru namun disetiap kampanye partai pendukung baik itu PDIP, Golkar, Nasdem, PBB serta partai pendukung lainnya yang bersosialiasi selalu menyisipkan dukungan untuk Capres dan Cawapres 01.

Tapi, kenyataannya semua masih jauh panggang dari api. Banyaknya barisan pendukung Capres 01 ini masih tak mampu menggoyah kekuatan Prabowo pada Pilpres 2014 sebelumnya. Lalu, apakah ini akan menyebabkan Kalsel kembali kurang diperhatikan oleh Jokowi?

Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Mardani H Maming menyampaikan lambatnya pembangunan di Kalsel akibat saat Pilpres 2014 lalu, Jokowi kalah suara dengan Prabowo. “Jadi, percepatan pembangunan itu akan lebih didahulukan daerah yang memenangkan suara Jokowi-JK.Itulah mengakibatkan lambatnya pembangunan di Kalsel. Sebab yang diutamakan menang, kemudian baru yang kalah,” beber Mardani ketika itu.

Bagi dia, jika masyarakat di Kalsel bisa membuktikan sebagai pemenang pada Pemilu 2019, tentu bakal memudahkan  lobi dalam percepatan pembangunan daerah. “Akan tetapi, jika Kalsel kalah, kita mau lobinya seperti apa? Dana yang dibagi ini bukan dana lebihan, malah pas-pasan,” kata Mardani.

Nasib Kereta Api Kalsel

Sebelumnya, Joko Widodo janjikan 4 poin kesejahteraan untuk masyarakat, apabila kembali terpilih menjadi Presiden RI saat Kampanye Akbar yang berlangsung di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Rabu (27/3). Dalam Kampanye Akbar yang berlangsung di Stadion 17 Mei tersebut, Capres 01 Joko Widodo menyatakan beberapa janji diantaranya, apabila kembali terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia, ia akan melaksanakan pembuatan akses jalan baru dari Banjarbaru menuju Batulicin.

“Saya tadi mendengar beberapa keinginan masyarakat di Kalsel, untuk jalan Banjarbaru menuju Batulicin itu secepatnya kita akan bangun, kita akan langsung cek lapangan dan apabila kridible akan segera kita kerjakan,” janjinya.

Disamping itu, calon petahana tersebut, juga menjanjikan adanya kereta api trans Kalimantan, hingga Kartu KIP Kuliah yang bisa dipergunakan untuk pendidian di perguruan tinggi di dalam negeri maupun luar negeri. “Siapa yang tidak setuju dengan ini bisa maju kedepan, nanti saya beri sepeda, awas kalo ada yang maju, tapi ini akan dimulai pada tahun depan, karena ini adalah program Capres,” guyonnya.

Ditambahkan Jokowi, dalam Kampanye Akbar yang dihadiri ribuan Tim Kampanye Daerah dan seluruh Relawan di Kalsel tersebut dijanjikannya juga Kartu Pra kerja, yang diberikan kepada lulusan SMA/SMK, akademi maupun universitas yang ining segera bekerja sehingga dapat diberikan pelatihan maupun training sebagai bekal bekerja.

Lalu, dengan kekalahan Jokowi di Kalsel akankah janji tersebut tetap akan menjadi prioritas Jokowi dalam periode kedua kepemimpinanannya nanti? Kita menunggu saja! (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->