Connect with us

Kesehatan

Puskesmas Sungai Tabuk Catat Peningatan Kasus DBD di Oktober

Diterbitkan

pada

Kepala UPT Puskesmas Sungai Tabuk 1 dr Lailatul Jannah. Foto : rendy

MARTAPURA, Hingga Oktober 2018 sudah ada 17 laporan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat di Puskesmas Sungai Tabuk 1, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Kepala UPT Puskesmas Sungai Tabuk 1 dr Lailatul Jannah mengatakan, kasus DBD adalah kasus yang selalu ada di setiap tahun, karena berhubungan dengan cuaca. Apalagi saat musim hujan dan biasanya diprediksi rata-rata akan terjadi peningkatan pada bulan November hingga Februari.

“Untuk kasus DBD yang ditangani Puskesmas Sungai Tabuk dari Januari hingga September hanya ada 1 hingga 2 orang saja, namun khusus pada bulan Oktober kemarin telah terjadi peningkatan signifikan, yaitu 10 orang dan secara total dari Januari hingga saat ini sudah sebanyak 17 orang,” akunya.

Ditambahkan Lailatul, dari 10 kasus DBD pada Oktober 2018, terdeteksi berada di 7 desa, diantaranya Desa Pematang, Desa Lok Buntar dan Desa Sungai Tabuk Keramat.

Menurut Lailatul, untuk menekan angka kasus DBD di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk pihaknya melakukan pemberantas nyamuk menggunkan fogging walaupun hanya berlaku pada nyamuk dewasa saja. Disamping itu pihaknya juga telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan bagaiaman cara memberantas sarang nyamuk.

“Tak cukup sampai disitu, kami juga membentuk gerakan satu rumah satu kader jumantik, yakni masyarakat sendiri yang memeriksa dan melaporkan tentang jentik nyamuk tersebut, dengan aparat desa yang kemudian diteruskan ke Puskesmas untuk ditindak lanjuti,” jelas Lailatul.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar berprilaku hidup sehat, seperti cuci tangan pakai sabun sebelum makan, makan-makanan yang bergizi,  dan istirahat yang cukup, sehingga daya tahan tubuh akan kuat. “Selain itu peran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!