Connect with us

VOA

Perusahaan Ini Ubah Sampah Plastik Jadi BBM, Bagaimana Caranya?

Diterbitkan

pada

Sampah plastik menjadi masalah yang harus ditangani Foto: net

Masalah sampah plastik semakin parah di Bumi. Ia dapat ditemukan di seluruh Bumi, bahkan sampai di palung terdalam dunia. Sampah yang tidak terkelola dengan baik pada akhirnya mengambang di lautan dan membahayakan kehidupan yang ada di sana.

Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu perusahaan di Inggris menemukan cara baru untuk mendaur ulang plastik. Perusahaan bernama Recycling Technologies tersebut melebur plastik kemudian mengubahnya menjadi bahan bakar minyak dan bahan baku pembuat plastik yang baru.

“Pada dasarnya, yang kami lakukan saat ini hanyalah membuat suatu adukan hidrokarbon, kemudian menyaringnya pada suhu-suhu yang berbeda. Jadi, pada suhu yang lebih tinggi, lilin-lilin tersebut terpisah dan kita mendinginkannya sedikit lagi untuk menjadi minyak berat (kental) dan ringan (encer). Sisanya lalu keluar sebagai nafta, campuran hidrokarbon cair yang mudah terbakar. Gas-gas yang tidak berkondensasi kami gunakan sebagai bahan bakar dalam proses tersebut,” papar Adrian Haworth, Sales and Marketing Director Recycling Technologies, dilansir dari voaindonesia.com.

Proses yang mereka lakukan itu pada akhirnya menghasilkan bahan bakar minyak yang digunakan untuk kapal laut. “Kami menyebutnya minyak mentah bersih karena mengandung sedikit belerang di dalamnya yang sebenarnya hampir tidak ada. Ini tentunya sesuai dengan beberapa peraturan baru untuk bahan bakar laut di mana mereka menghendaki kadar sulfur lebih rendah di seluruh dunia. Jadi, BBM dari plastik ini merupakan produk yang sangat berharga,” tambah Haworth.

Saat ini, Recycling Technologies mampu mendaur ulang sekitar 7.000 ton plastik dalam setahun. Namun, mereka optimis jumlah produksinya bisa lebih banyak dengan menggunakan teknologi yang semakin canggih.

“Kami sedang merancang suatu instalasi pengoperasian empat hari. Kami akan menggunakan enam unit kontainer kargo yang akan didirikan di tiap ujung dan disambungkan dalam mekanisme ‘langsung jalan sendiri.’ Dengan demikian mesin akan beroperasi otomatis selama empat hari,” jelas Haworth.

Ke depannya, mereka berharap dapat mendaur ulang sembilan juta ton plastik per tahun. Recycling Technologies juga berencana menjual ‘mesin pengubah plastik menjadi BBM’ ke seluruh dunia sehingga lebih banyak sampah yang dapat didaur ulang. (voa/ngo)

Reporter:voa/ngo
Editor:voa

Bagikan berita ini!
  • 2
    Shares