Connect with us

Historia

Menguak Sejarah di Puing Oranje Nassau Pengaron (3-Habis)

Banyak Dihuni Makhluk Ghaib, Gelar Selamatan Sebelum Eskavasi

Diterbitkan

pada

Benteng Pengaron memiliki banyak kisah yang terus digali oleh para arkeolog di Banjarmasin. Foto: net
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Meski disebut-sebut sebagai tambang batubara pertama milik Belanda di Indonesia, namun tak banyak bukti fisik yang ditemukan saat ekskavasi tahap II dilakukan 2014 silam. Hanya lubang, lorong, susunan bata, reruntuhan tua di bagian yang oleh warga kemudian disebut sebagai sumur putaran, dan sebuah roda lori. Sedangkan besi-besi rel  dan lorinya langlam entah kemana.

“Sebagian besar kemungkinan banyak yang telah diambil warga dan dijual, terutama besi. Bahkan saat penggalian salah satu lubang dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga” kata Nugi.

Selain puing dan penemuan beberapa artefak, yang tersisa di Oranje Nassau adalah tentang berbagai cerita mistis di dalamnya. Kabut mistis itupula yang juga sempat dirasakan tim penggalian.

Bahkan, menurut Nugi, sebelum penggalian, tim sempat menggelar selamatan. Salah seorang tokoh agama setempat menyarankan, untuk menggelar selamatan dan membacakan doa selamat sebelum melakukan penggalian di lorong dua, di kawasan Cagar Budaya Pengaron, atau lebih dikenal dengan sebutan Benteng Oranje Nassau Pengaron, di Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar.

Menurut tokoh agama itu, lorong dua termasuk yang paling angker dan dihuni banyak makhluk tak kasat mata. Selamatan dan pembacaan doa selamat dilakukan sebagai bentuk iktiar agar proses penggalian berjalan lancar dan tak diganggu makhluk alam sebelah penghuni lorong.

Tim ekskavasi gabungan dari Balai Arkeologi Barjarmasin, Balai Penelitian Cagar Budaya (BPCB), Pusat Penelitian  dan Pengembangan Cagar Budaya Nasional, dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Banjar mengindahkan masukan dari tokoh agama itu.

Sebelum penggalian lorong dua dilakukan, tim yang juga melibatkan puluhan warga sekitar Pengaron sebagai tenaga lokal (tenlok) penggalian, menggelar selamatan dengan menyediakan lemang ketan sebagai hidangan utamanya. Selamatan ditutup dengan pembacaan doa selamat oleh tokoh agama setempat.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Advertisement
Komentar

Headline

Trending