Komunitas Balang Banua, Menggores Warna-warni Kalimantan - Kanal Kalimantan
Connect with us

FESTIVALAND

Komunitas Balang Banua, Menggores Warna-warni Kalimantan

Diterbitkan

pada

Aktivitas Balang Banua yang mengisi acara FESTIVALAND 2018 Foto : mario

BANJARBARU, FESTIVALAND, sebuah acara yang mengusung tema “Music and Youth Festival” ini, Jumat (16/11) resmi dimulai. Acara yang juga menjadi festival anak-anak muda kreatif yang berkiprah di berbagai bidang akan terus berlangsung dari 16-18 November. Kegiatan pertama dibuka dengan ragam gelar wicara dari berbagai macam komunitas di Banjarmasin.

Selepas hujan yang sempat melanda Banjarbaru dan sekitarnya, tamu gelar wicara yang pertama adalah komunitas Balang Banua yang merupakan komunitas perupa yang berbasis di Banjarbaru.

Komunitas yang sudah berdiri selama 1 tahun ini bermula dari beberapa seniman yang diminta walikota untuk membuat kampung pelangi. Adalah Hendro, yang merupakan pegiat seni sekaligus penasihat di komunitas Balang Banua ini yang salah satunya dimintai oleh walikota untuk membuat kampung pelangi.

Ia menceritakan bahwa hanya ada tiga orang yang diminta oleh Walikota saat itu. Dari sanalah Hendro mengajak teman-teman penggiat seni lainnya untuk bersama-sama membuat kampung pelangi. “Dari situlah terbentuk komunitasnya. Tapi sebelumnya kita (penggiat seni) sudah sering kumpul bersama” jelasnya.

Pria yang memiliki latar belakang guru seni ini baru saja memenangi juara pertama yang diadakan oleh Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) memang sudah menyukai kegiatan menggambar dan coret-coret tembok sedari kecil.


Begitu juga dengan Mirza Cahyadi yang selaku ketua dari komunitas Balang Banua. Sedari SMP dia sudah senang mencorat-coret dan banyak teman-temannya yang memintanya untuk menggambarkan sketsa wajah kepadanya.

Tentu ada kesulitan tersendiri untuk sketsa wajah ucap Mirza ketika ditanyai kesulitaan dalam menggambar. “Menggabar itu tergantung mood. Kalau mood gak bagus, lebih baik jangan menggambar. Kalau mood bagus, satu jam saja bisa jadi,” ungkapnya.

Untuk sketsa wajah menggunakan pensil dan ukuran A4 , Mirza mematok harga dari 150 ribu rupiah. Harga yang ia patok menyesuaikan dari ukuran gambar. Di stand komunitas Balang Banua mereka menampilkan lukisan, karya kayu, bordir, relief, dan kerajinan tangan. Jika ada yang berminat, siapa saja bisa membelinya. Harga yang dipatok dimulai dari Rp 1 juta untuk lukisan canvas.

Komunitas yang saat ini sudah berisikan 25 anggota dari berbagai macam usia ini terbuka bagi yang mau bergabung dan gratis. ‘Balang’ sendiri, seperti yang simpaikan oleh Hendro mempunyai arti ‘warna’. Arti dari nama komunitas mereka sendiri adalah warna-warna dari Kalimantan.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares