Ikut Berjibaku Padamkan Karhutla, Damkar Swasta Patungan Beli BBM - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kabupaten Banjar

Ikut Berjibaku Padamkan Karhutla, Damkar Swasta Patungan Beli BBM

Diterbitkan

pada

Relawan pemadam kebakaran swasta yang ikut berjibaku memadamkan kebakaran lahan dan hutan. Foto : rendy

MARTAPURA, Puluhan Damkar swasta di Kabupaten Banjar dibantu sejumlah Damkar swasta dari Kota Banjarmasin sibuk membasahi api yang melahap hutan dan lahan dekat perumahan Komplek Dinas Mas 3 Jalan Pemajatan Km 1,700 RT 06 Kecamatan Gambut, Minggu (30/9) petang.

Menurut salah satu anggota Damkar KGB Mulia Dikky, pihaknya mendapat informasi adanya kebakaran lahan yang hampir mendekati rumah warga sekitar pukul 15.00 Wita, setelah mendengar beberapa anggota dari Kabupten Banjar kewalahan mengatasi kebakaran, pihaknya bergegas untuk berangkat ke lokasi.

“Mendengar informasi teman-teman dari Kabupaten Banjar kewalahan mengatasi api, kita putuskan untuk berangkat dan membantu, Alhamdulilah walaupun sekitar tiga meter lagi api mendekati rumah, akhirnya bisa ditangani,” ujarnya.

Diakui Dikky, selama melakukan pemadaman dibantu teman-teman Damkar swasta, tidak nampak barisan pemadan resmi yang ditugaskan selama karhutla, hanya ada pihak kepolisian sebatas pengawasan.

Diakuinya, Damkar swasta masih sangat minim disentuh oleh pemerintah, sehingga pihaknya kesulitan untuk beroperasi, bahkan untuk membeli BBM setiap kali berangkat ke lokasi kebakaran, pihaknya harus patungan terlebih dahulu.

“Hingga sekarang bantuan pemerintah untuk kami masih minim sekali, bahkan tidak ada, kami mengharapkan ada bantuan dari pemerintah paling tidak untuk biaya operasonal saja, tidak lebih,” harapnya.

Sady, salah satu anggota Damkar Malataba Kertak Hanyar, pihaknya mendapat informasi adanya kebakaran lahan yang hampir mendekati rumah warga sekitar pukul 15.00 Wita, dan langsung bergegas menuju ke lokasi. Selama kurang lebih satu bulan mengikuti karhutla di daerah Kabupaten Banjar pihaknya menggunakan anggaran swadaya untuk operasional dan masih tidak didukung oleh pemerintah daerah.

“Kalau mau pergi ke lokasi kita harus kumpulan uang dulu buat beli bensin baru bisa berangkat, dan masih tidak ada sedikitpun bantuan dari pemerintah,” ujarnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 4
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan