Connect with us

Teknologi

Diklarifikasi, WhatsApp Hanya Baca Pesan yang Dilaporkan Pengguna

Diterbitkan

pada

Ilustrasi Whatsapp. (Shutterstock)
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Media investigasi asal Amerika Serikat, Propublica pada pekan ini mengklarifikasi laporannya yang telah menuding WhatsApp membuka pesan-pesan pengguna. Media yang bermarkas di New York itu kini mengatakan bahwa yang dibuka dan dibaca adalah pesan-pesan yang dilaporkan oleh pengguna lain.

Klarifikasi itu disampaikan Propublica pada 8 September kemarin, sehari setelah artikel tersebut ditayangkan. Suara.com juga turut menyadur berita tersebut.

“Versi sebelumnya dari artikel kami menyebabkan kebingungan yang tidak disengaja tentang sejauh mana WhatsApp dapat memeriksa pesan penggunanya, dan apakah artinya membobol enkripsi yang menjaga pesan untuk tetap rahasia,” tulis Propublica di bagian atas berita tersebut.

“Kami telah menyesuaikan penyampaian kami dalam artikel ini untuk memperjelas bahwa WhatsApp hanya dapat memeriksa pesan yang telah dilaporkan oleh pengguna sebagai pesan yang kemungkinan menyalahi ketentuan layanan. Enkripsi end-to-end tidak dibobol,” imbuh media tersebut.



 

 

Baca juga: Dapat Pelonggaran Dari KPI, KPAI Minta Saipul Jamil Sadar Diri

WhatsApp, melalui perwakilan humasnya di Indonesia, kepada Suara.com menegaskan bahwa pesan-pesan dalam aplikasi itu terlindungi oleh enkripsi end to end dan hanya yang terlibat dalam percakapan yang bisa membacanya.

“Tidak seorang pun di luar obrolan ini, bahkan WhatsApp, dapat membaca atau mendengarkan pesan pengguna,” tegas WhatsApp.

Sebelumnya Propublica mewartakan bahwa WhatsApp memiliki lebih dari 1000 orang pegawai kontrak di Texas, Amerika Serikat; Dublin, Irlandia; dan Singapura yang bertugas untuk membuka dan membaca pesan-pesan di dalam WhatsApp yang telah dilaporkan oleh pengguna lain.

Mereka mencari pesan-pesan yang dibuka itu adalah yang diduga melanggar ketentuan seperti penipuan, spam, pornografi anak, hingga pesan berisi konten terorisme.

WhatsApp dalam keterangannya menegaskan bahwa akses terhadap pesan-pesan yang di-report atau dilaporkan pengguna tidak merusak enkripsi end to end, fitur keamanan yang selalu menjadi andalan aplikasi sebagai penjamin kerahasiaan pengguna.

Sementara Propublica mengatakan bahwa para karyawan kontrak tersebut hanya mengakses sebagian pesan WhatsApp. Tetapi WhatsApp juga memeriksa materi lain yang tidak terenkripsi, termasuk data seputar pengirim dan akun mereka. (Suara.com)

Editor: suara


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->