Kota Banjarbaru
BREAKING NEWS. Pemilik Lahan Protes, PKL Subuh Dibubarkan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pedagang Kaki Lima (PKL) Subuh membuka lapak dagangan di tempat yang tak seharusnya. Mereka dipaksa harus membubarkan diri pasca mendapat protes keras pemilik lahan dan warga sekitar.
Pantauan Kanalkalimantan, Jumat (19/3/2021) pagi, puluhan PKL Subuh membuka lapak dagangan mereka di sebuah lahan kosong tak jauh dari eks Pasar Bauntung -hanya berjarak sekitar 100 meter-.
Lahan yang digunakan para PKL Subuh tersebut tanpa sepengetahuan dari sang pemilik lahan. Tak hanya itu saja, warga sekitar RT 1 Kelurahan Kemuning juga memprotes ada aktivitas pasar dadakan di kawasan permukiman mereka.
Flora Maramis (39), sang pemilik lahan, tidak terima lantaran lahannya digunakan tanpa seizin darinya. Ia mengaku tak pernah menyetujui aktivitas jual beli di lahan seluas 50×50 meter miliknya itu.

“Yang pertama saya gak pernah ngasih izin. Saya juga gak pernah ada komunikasi serius dengan mereka (PKL Subuh, red), walaupun ada beberapa mereka yang ngobrol dengan saya,” kata Flora kepada Kanalkalimantan.com.
Baca juga: PKL Subuh Gelar Lapak di Lahan Pribadi, Pemilik Protes ke Petugas Gabungan Penutupan Pasar
Flora mengaku bahwa lahannya tersebut akan digunakan usaha pribadi sendiri. Bukan untuk wadah tempat berjualan PKL Subuh. “Iya, lahannya mau saya gunakan untuk usaha saya sendiri,” terangnya.
Atas keluhan pemilik lahan tersebut, aparat gabungan dari TNI, Polri Satpol PP, serta Dinas Perdagangan, melakukan mediasi terhadap PKL Subuh. Mereka diminta untuk segera membubarkan diri.
Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman, mengungkapkan bahwa pembubaran PKL Subuh dilakukan secara humanis dan atas inisiatif mereka sendiri. Menurutnya tindakan PKL kali ini sangat merugikan masyarakat.
Baca juga: PKL Subuh Tak Punya Lokasi, Tawaran Pasar Pondok Mangga Ditolak
“Masyarakat yang berdiam di kawasan ini komplain karena dengan adanya aktivitas mereka, meninggalkan sampah dan bau menyengat. Untuk itu kami akomodir keluhan masyarakat, dengan meminta PKL bubar,” terangnya.
Sebelumnya, PKL Subuh melakukan aksi yang terbilang cukup nekat. Yakni berjualan di kawasan lapangan Murjani depan kantor DPRD Banjarbaru tepat di kedua sisi trotoar.
Polemik keberadaan PKL Subuh dipicu atas penutupan Pasar Bauntung lama. Nasib keberadaan PKL Subuh sendiri sebenarnya telah diberikan solusi oleh pemerintah yakni ditawarkan menempati ke Pasar Pondok Mangga, Loktabat Utara, namun mereka menolaknya. (kanalkalimantan.com/rico)
Reporter : rico
Editor : bie
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluLandmark Kalsel Ini Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Terus Matangkan Persiapan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluKontingen Banjarbaru Berkekuatan 148 Orang Turun ke Popda Kalsel 2026
-
Olahraga2 hari yang laluPopda Kalsel 2026 Dimulai, Empat Cabor Dipertandingkan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Banjar Tekankan Penggunaan DTSEN
-
HEADLINE2 hari yang laluJemaah Haji Tertua 102 Tahun dari Kalsel, Mbah Kasrun: Rajin Ibadah
-
HEADLINE16 jam yang laluPSN dan Konsesi Perparah Ancaman El Nino di Kawasan Gambut Kalimantan





