Connect with us

HEADLINE

Berebut Tunggangan Banteng, Aditya-Iwansyah Dului Ambil ‘Karcis’ PDIP Banjarbaru


Incumbent Juga Mulai Ambil Ancang-ancang


Diterbitkan

pada

Kandidat Walikota Banjarbaru berebut dukungan dari PDIP

BANJARBARU, Gerilya pemenangan Pilkada Banjarbaru 2020 mulai naik level. Tak hanya menyasar basis massa, tapi dukungan parpol juga mulai digarap kandidat. Langkah DPC PDIP Banjarbaru yang membuka pendaftaran bacalon Walikota/Wakil Walikota, tak disia-siakan untuk bisa menambah sokongan kekuatan partai pada Pilkada nanti.

Beberapa waktu lalu, utusan tim pemenangan Aditya Mufti Ariffin-AR Iwansyah yang telah mendeklarasikan pencalonannya dalam Pilkada, mendatangi kantor DPC PDIP Banjarbaru. Kedatangan utusan tersebut tak lain untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon Walikota/Wakil Walikota yang sudah dibuka partai berlambang Banteng moncong putih tersebut sejak tanggal 3 hingga 20 September nanti.

(Baca: Menebak Arah ‘Tanduk’ Banteng di Pilkada Banjarbaru, ke Incumbent atau Penantang?)

Ketua DPC PDIP Banjarbaru, Wartono mengatakan, pihaknya membuka pendaftaran calon kepala daerah untuk umum. Baik dari tokoh agama, elite politik, akademisi, pemuda, bahkan Wali Kota yang sekarang. Dijelaskannya juga, ada formulir yang harus diisi bagi bakal calon. Didalam formulir tersebut sudah tertera berbagai persyaratan.



“Formulirnya berisikan visi misi dan riwayat hidup bagi yang mendaftar. Batas pengambilan formulir dari tanggal 3 sampai 15 September. Nanti batas pengumpulan formulir yang sudah diisi paling lambat tanggal 20 September,” katanya.

Utusan pasangan Aditya-Iwansyah mengambil formulir di DPC PDIP Banjarbaru
Foto : net/ist

Wartono membeberkan, utusan dari Aditya Mufti Arifin dari PPP dan AR Iwansyah dari Golkar sudah mengambil formulir. “Selasa (3/9) kemarin baru dibuka, utusan kedua pasangan calon Aditya-Iwansyah datang dan mengambil formulir yang kami sediakan,” ceritanya.

Bagi pasangan penantang Aditya-Iwansyah, modal dukungan PDIP sebabagi mitra koalisi tentunya sangat berharga. Apalagi, pada pemilu lalu PDIP berhasil meraih 3 kursi di DPRD. Walhasil, mereka menempati peringkat keempat bersama PKB yang meraih jumlah kursi yang sama.
Sedangkan, perah jumlah kursi terbanyak adalah Partai Gerindra meraih 6 kursi, disusul Partai Golkar dengan 5 kursi dan PPP dan Partai Nasdem yang masing-masing mendapatkan 4 kursi.

Jika dihitung kekuatan berdasarkan kekuatan kursi atau suara di dewan, saat ini duet Aditya-Iwansyah telah mengumpulkan 9 kursi legislatif. Jika nanti ditambah PDIP, maka mereka sudah menadapatkan dukungan 12 kursi di dewan atau hampir separuh dari kursi legislatif.

Signifikasi dukungan parpol, selain merepresentasi kekuatan basis massa pendukung, juga menjadi kunci stabilitas pemerintahan selama menjabat kepala daerah. Maka, dukungan parpol menjadi salah satu hal penting yang mesti dikantongi kandidat.

Terkait hal tersebut, tentunya calon incumben juga tak tinggal diam. Pasangan Nadjmi-Jaya ternyta juga sudah melakukan pendekatan intensif. Ketua PDIP Banjarbaru Wartono dalam hal ini menerangkan sudah ada pembicaraan dengan bakal calon Wakil Walikota Banjarbaru, Darmawan Jaya Setiawan.

“Tadi, Pak Jaya mendatangi saya menanyakan formulir dari PDIP. Kemungkinan beliau akan mengambilnya. Tapi tadi hanya pembicaraan lisan, belum tau kapan akan mengambilnya,” terangnya.
Setelah formulir yang telah diisi bakal Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, DPC akan mengantarkan berkas formulir tersebut ke Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PDIP pada tanggal 22 September untuk dilakukan penjaringan dan seleksi.

“DPP yang akan memilih. Kita akan tunduk dari para bakal calon yang terpilih di DPP. Siapapun yang terpilih pasti akan kita dukung penuh,” tandas Wartono.(rico)

Reporter : rico
Editor : Cell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->