Connect with us

HEADLINE

Ada 114 Peluru dari SA yang Ditembak Mati, Polres HSU Selidiki Asal Dua Senpi

Diterbitkan

pada

Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan SIK MH tunjukan senjata api rakitan saat menggelar konferensi pers di hadapan awak media, Senin (22/2/2021) siang. Foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Dua pucuk senjata api (Senpi) rakitan jenis pistol dan laras panjang beserta 114 butir peluru diamankan Polres Hulu Sungai Utara (HSU).

Menyusul tiga butir timah panas bersarang di tubuh tersangka SA (45) ketika menyandera korban M. Saat SA akan dibekuk, pria ini mengancam menembakan senjata api (senpi) ke arah petugas yang saat itu mencoba melakukan negosiasi.

Barang bukti dua senpi bersama 114 butir peluru dari tersangka kasus dugaan pencabulan, SA, saat petugas melakukan upaya penangkapan yang berakhir pada meninggalnya tersangka ini.

Benda lainnya yang diamankan Polres HSU adalah dua bilah senjata tajam jenis belati.
Kapolres HSU AKBP Afri Darmawan mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti bagaimana tersangka mendapatkan dua senpi rakitan tersebut. Apalagi dari SA memiliki peluru dalam jumlah banyak.



 

“Kami akan mengembangkan dengan mencari tahu asal dua senjata api beserta peluru yang sangat banyak itu, darimana diperoleh,” ujarnya.

Dari tangan tersangka SA polisi menyita barang bukti 1 pucuk pistol jenis walther ppk kal 22 yang bertuliskan huruf arab, warna silver dengan gagang kayu warna coklat lengkap dengan magazine yang terisi 7 butir peluru kal 9×19 mm.

Sepucuk senjata rakitan laras panjang yang bertuliskan ‘panji hitam halipah’ berwarna silver lengkap dengan magazine yg berisikan peluru 6 butir kal 9×19 mm dan 1 butir diluar magazine.

Satu kotak peluru kal 9x19mm merk parabellum isi 35 butir dan 65 butir peluru kal 9x19mm yang dimuat dalam tas selempang.

“Total ada 114 butir peluru yang disita dari tersangka,” sebut Kapolres.

Tak hanya dua senpi rakitan beserta 114 peluru saja, polisi juga menyita dua bilah senjata tajam jenis belati, jimat beserta beberapa barang bukti lainnya, termasuk handphone milik tersangka.

Drama penyanderaan berujung aksi tembak menembak itu sempat berlangsung alot, hingga memakan waktu sekitar 4 jam lebih.

Penyanderaan sendiri terjadi pada Minggu (21/2/2021) malam sekitar pukul 21.30 Wita, hingga Senin (22/2/2021) pukul 03.00 Wita di dalam rumah korban M, Desa Panawakan RT 3, Kecamatan Amuntai Utara.

Pria yang ditembak mati polisi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), ternyata sudah lama menjadi DPO tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur.

SA dilaporkan karena kasus pencabulan anak di bawah umur terhadap M, warga Desa Panawakan, Kecamatan Amuntai Utara, Kabupaten HSU.

Informasi yang diperoleh Kanalkalimantan.com dari keterangan polisi, korban M sempat dilarikan SA ke Samarinda, Kalimantan Timur pada Juli 2019, kemudian dikembalikan kepada orangtuanya pada November 2019.

SA tiba-tiba muncul menemui korban di rumah untuk dibawa kembali. Namun orangtua korban melarang dan akhirnya meminta bantuan polisi, ketika SA datang ke rumah orangtua korban. Sekadar diketahui, SA sudah pernah dilaporkan orangtua korban M ke polisi pada 2 Februari 2020 silam, terkait kasus pencabulan anak di bawah umur dan membawa korban tanpa persetujuan orangtuanya. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter: dew
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

HEADLINE

102 Meninggal Dunia Covid-19 di Banjarbaru, Fasilitas Isolasi Mandiri Diminta Buka Kembali

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilurstrasi Corona Virus
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru di awal era kepemimpinan Wali Kota, Aditya Mufti Ariffin, dan Wakil Wali Kota, Wartono, mendorong upaya maksimal demi mengendalikan wabah Covid-19 yang tak kunjung berakhir.

Kepada Kanalkalimantan.com, Aditya menyebut berbagai kendala yang dihadapi pemerintah dalam menekan tingginya angka kasus penyebaran virus di Banjarbaru. Termasuk, salah satunya pelaksanaan vaksinasi yang kini sedang berjalan.

“Masih banyak kendala yamg dihadapi soal permasalahan Covid-19 ini, terutama vaksinasi. Misalnya saja dosis yang kita terima sampai saat ini sangat terbatas. Banyak juga instansi vertikal di Banjarbaru yang sebenarnya harus mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Hal tersebut menjadi evaluasi Aditya usai menerima paparan fakta di lapangan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru. Meski begitu, ia menyatakan belum menyiapkan terobosan luar biasa dan balik meminta untuk disiapkannya fasilitas isolasi mandiri di Banjarbaru.



 

Wali Kota Aditya saat memimpin rakor dengan kepala SKPD Pemko Banjarbaru. Foto: Rico

“Saya menginstruksikan agar Dinkes mengelola kembali fasilitas berupa gedung khusus untuk tempat isolasi mandiri. Pihak RSD Idaman juga turut membantu dalam hal ini,” bebernya.

Instruksi tersebut diklaim Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru, Rizana Mirza, akan segera ditindaklanjuti oleh pihaknya. Meskipun, Rizana mengaku adanya kendala dalam menyiapkan kembali fasilitas isolasi mandiri tersebut.

“Karena saat ini banyak gedung yang sudah dioperasionalkan kembali untuk aktivitas perkantoran. Tapi tetap akan kita usahakan. Memang untuk saat ini di Banjarbaru, fasilitas isolasi mandiri yang masih aktif hanya gedung Bapelkes dan itu milik Pemprov Kalsel,” ujarnya.

Disisi lain, Rizana juga mengapresiasi atas upaya Wali Kota Banjarbaru Aditya dan Wakil Wali Kota Wartono yang telah gencar mengevaluasi upaya mengendalikan penyebaran virus di Banjarbaru. Sekaligus juga mendorong agar pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan sukses, sebagaimana instruksi dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, sebenarnya minggu kemarin Banjarbaru sudah keluar dari zona merah. Namun benar apa kata bapak Wali Kota dan bapak Wakil Wali Kota agar kita jangan sampai lalai, tetap waspada. Apalagi banyak tenaga kesehatan kita yang terpapar. Beliau juga meminta kami untuk memikirkan insentif para nakes karena mereka salah satu faktor utama dalam menyukseskan program vakisnasi,” tuntas Rizana.

Hingga per tanggal 1 Maret 2021, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Banjarbaru melaporkan total kasus terkonfirmasi Covid-19 telah mencapai 3.129 kasus. Fakta yang tak kalah mengejutkan, angka kematian di Banjarbaru akibat paparan virus terus bertambah yang kini total adanya 102 orang dinyatakan meninggal dunia. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Wali Kota Aditya Tak Muncul di Rapat Paripurna Perdana

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ketua DPRD: Hal Yang Lumrah


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Wakil Wali Kota Wartono menyampaikan pidato pada rapat paripurna di DPRD Banjarbaru, Senin (1/3/2021). Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – DPRD Banjarbaru menggelar rapat paripurna perdana bagi Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, Senin (1/3/2021) siang.

Dalam agenda rapat paripuna tersebut, kedua kepala daerah yang baru saja dilantik itu, akan menyampaikan pidato di hadapan para anggota legislatif DPRD Banjarbaru.

Sayangnya, dalam momen ini Wali Kota Banjarbaru Aditya tak muncul alias absen hadir di hadapan wakil rakyat. Kabarnya, ketidakhadiran Wali Kota Aditya harus memenuhi undangan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di Jakarta. Walhasil pidato kepala daerah hanya disamiakan oleh sang Wakil Wali Kota Wartono.

“Saya sampaikan pertama ini karena sesuai ketentuan, kita harus ada penyampaian dalam rapat paripurna DPRD Kota Banjarbaru dalam pidato sambutan Wali Kota. Kedua dalam sambutan Wali kota mengajak semua elemen terutama DPRD Kota sebagai mitra untuk bekerja sama membangun Kota Banjarbaru,” ucap Wartono.



Ditegaskan Wartono, baik dirinya maupun Wali Kota Aditya dengan tegas akan menjaga amanah sebagai kepala daerah yang dibuktikan dengan tidak mementingkan diri sendiri.

“Jadi intinya di dalam kelanjutan pembangunan, karena kita diberi amanah oleh masyarakat Banjarbaru, tentu kita tidak mementingkan diri sendiri, keluarga, maupun kelompok. Jadi kita sama-sama membangun Banjarbaru, kita meminta pada DPRD untuk bersama membangun Banjarbaru dan melupakan hiruk pikuk Pilkada yang lalu,” bebernya.

Sementara itu, soal absennya Wali Kota Banjarbaru Aditya, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah mengakui bahwa ketidakhadiran Wali Kota Banjarbaru dalam rapat paripurna perdana di agenda penyampaian pidato kepala daerah adalah hal yang lumrah dalam sistem pemerintahan.

“Jadi agenda hari ini di wakilkan oleh Wakil Wali Kota. Selebihnya kami tidak ada masalah karena Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini adalah satu kesatuan dalam memimpin Kota Banjarbaru. Jadi kalau Wali Kota tidak bisa, Wakilnya tidak jadi masalah karena itu hal yang lumrah dalam sistem pemerintahan,” akunya.

Selain itu, diterangkannya bahwa pemimpim baru di Banjarbaru telah melakukan pertemuan silaturahmi atau penyampaian visi misi terkait kinerja lima tahun ke depan.

“Jadi ini kita undang untuk menyampaikan sebagai lembaga representatif dari masyarakat, ingin mendengarkan visi misi Wali Kota terpilih dalam rangka program kerja ke depan,” kata Fadliansyah. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->