Connect with us

Kabupaten Banjar

4 Desa Area Blank Spot Sudah Terkoneksi Jaringan

Masih Ada Sisa 16 Area Blank Spot di Kabupaten Banjar

Bagikan berita ini!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Diterbitkan

pada

MARTAPURA, Empat Desa di tiga kecamatan terisolir di Kabupaten Banjar sejak Februari, sudah terfasilitasi jaringan 2G. Begitu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Banjar Farid Soufian.

“Adapun empat desa itu adalah Desa Paramasan Atas, Desa Paramasan Bawah Kecamatan Paramasan, Desa Rantau Balai Kecamatan Aranio dan Desa Kiram Kecamatan Karang Intan,” akunya kepada Kanal Kalimantan.

Menurut Farid, sekarang masyarakat di empat desa tersebut sudah bisa menggunakan fasilitas itu, walaupun hanya sebatas akses telepon saja mengingat masih hanya sebatas program dasar dengan jaringan 2G. 

“Untuk fasilitas jaringan bisa saja kita tingkatkan ke depan menjadi 3G hingga 4G, namun harus menyesuaikan syarat,” ujar Farid.

Ditambahkannya, syarat tersebut seperti tuntutan dan banyaknya pengguna pada wilayah tersebut dan memenuhi target yang sudah ditentukan provider. 

Sementara provider untuk ke empat Base Transceiver Station (BTS) tersebut adalah dari Indosat.

Ketika ditanya kapan 4 BTS tersebut diresmikan ? Dalam waktu dekat ini pihaknya masih mencari dan  mempersiapkan jadwal waktu yang pas untuk acara tersebut.

“Rencana mungkin peresmiannya di Desa Peramasan Bawah, sekalian kunjungan kerjanya Bupati Banjar dan Gubernur Kalsel untuk Islamic Center, ada kemungkinan sesudah Haul Sekumpul,” katanya.

Sebelumnya dalam pelaksanan pengajuan pembuatan BTS, dijelaskan Farid, tidaklah mudah, pihaknya harus menjalani beberapa tahapan yang cukup alot. Seperti pada saat acara design the view meeting pada 14 November 2018 di Jakarta, dengan mengundang seluruh kabupaten/kota se Indonesia.

Pembangunan BTS ke Kementerian Komunikasi dan Informatika Pusat sudah dilakukan pada awal 2018 melalui program 5.000 BTS Badan Aksibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).

Dalam melakukan pengajuan pembangunan dan pengerjaan BTS juga bukan tanpa kendala, mengingat tim survei harus mempertimbangkan beberapa hal. Seperti akses jalan untuk menyalurkan bahan material BTS, titik koordinat yang pas dengan signal sampai dengan ketersediaan listrik di tempat tersebut.

“Dari 20 titik blank spot yang kita ajukan hanya bisa direalisasi 4 BTS saja, selain berbagi jatah dengan kabupaten/kota lain di Indonesia, tim dari pusat juga harus mempertimbangkan akses jalan sampai titik koordinat yang pas dengan kriteria yang sudah ditentukan,” jelas Farid

Sementara itu, sisanya untuk 16 area blank spot lain di Kabupaten Banjar, pihaknya akan terus berusaha mengajukan pembangunan BTS susulan pada tahun 2019 ini. Dengan harapan ke depan seluruh kawasan di Kabupaten Banjar bisa terjangkau jaringan telekomunikasi.

“Kita akan terus berusaha untuk bisa mempasilitasi masyarakat Kabupaten Banjar dengan jaringan komunikasi,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
-->