Connect with us

Kota Banjarbaru

Yuk, Lihat Suasana 5 Hari Sekolah di SDN 2 Loktabat Selatan

Diterbitkan

pada

Suasana kegiatan siswa di SDN 2 Lokatabat Selatan yang menjadi rujukan sekolah lima hari. Foto: Dema
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Meski sudah tidak menjadi keharusan, program Full Day School yang kini berganti nama Sekolah 5 Hari ini tetap bisa dilihat aktifitasnya. Di Banjarbaru, program ini tetap dijalankan di SDN 2 Loktabat Selatan, yang memang menjadi sekolah rujukan untuk program yang dicanangkan Mendiknas itu.

Kepala SDN 2 Loktabat Selatan, HM Salim SPd MPd mengatakan, dari 13 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Selatan, masing-masing kabupaten/kota menunjuk 1 sekolah (melalui proses seleksi) sebagai lokasi sekolah 5 hari.

”Atas permintaan dari Disdikbud Kalsel menyampaikan ke Disdikbud Kota Banjarbaru di Tahun 2014, Kota Banjarbaru mengirimkan 3 sekolah untuk melalui tahap seleksi. Untuk SDN 2 Loktabat Selatan sendiri merupakan sekolah bertaraf internasional. Lalu 2 sekolah dasar lainnya yang berada di Landasan Ulin dan Cempaka, berstandar nasional. Setelah melalui proses verifikasi, maka SDN 2 Loktabat Selatan yang terpilih,” jelas Salim.

Tahun 2015 lalu, lanjut Salim, SDN 2 Loktabat Selatan ditunjuk sebagai sekolah pembina. Di tahun 2016, sekolah ini berubah menjadi sekolah rujukan dan melaksanakan 5 hari sekolah/kerja. Hal ini didukung oleh Akreditasi A yang dimiliki oleh SDN 2 Loktabat Selatan.



”Dikarenakan oleh peraturan pemerintah untuk melaksanakan 5 hari sekolah, kami mengirimkan data murid, jumlah guru, serta perangkat sekolah. Apakah ada sarana dan prasarananya yang mendukung,” imbuhnya.

Proses menuju sekolah rujukan ini, tidak semata-mata berasal dari sekolah saja, namun dari kemendikbud pusat melalui Disdikbud Kota Banjarbaru.

”Sebelum itu kami menanyakan terlebih dulu ke guru-guru di sini, apakah mau melaksanakan 5 hari sekolah. Alhamdulillah mereka bersedia.kepada orang tua murid juga kami sampaikan. Lalu kami ke Disdikbud Kota Banjarbaru dan  menyetujui (untuk melaksanakan 5 hari sekolah), kemudian kami menyampaikan ke Walikota,” bebernya.

Dari sisi materi pembelajaran, pelajaran yang sebelumnya ada di Hari Sabtu, dipadatkan ke Hari Senin sampai Kamis. Selanjutnya mengembangkan pendidikan budi pekerti akhlak mulia (di luar pelajaran sekolah) seperti pendidikan religi, pendidikan kesenian, pendidikan olahraga dan pramuka.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Laman: 1 2

iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->