Connect with us

HEADLINE

Viral Video Wanita Berkelahi, Awalnya Saling Ejek-ejekan di WA

Diterbitkan

pada

Perkelahian pelajar perempuan yang sempat viral di media sosial Foto : istimewa

BANJARBARU, Masyarakat dihebohkan dengan sebuah video yang sedang viral di media sosial. Bagaimana tidak dalam video tersebut menunjukan penganiyaan sesama wanita yang masih berstatus pelajar.

Video ini pun membuat resah masyarakat hingga dilaporkan ke Polsek Banjarbaru Barat untuk ditangani lebih lanjut. Menanggapi laporan tersebut pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait siapa yang ada didalam video tersebut dan motifnya.

Belakangan diketahui perkelahian didalam video tersebut berlokasi di belakang Dapur Apung perumahan KCG Jalan A. Yani Km. 18 Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, pada hari Selasa (4/12) pukul 16.00 wita.

Dilihat dari rekaman video tersebut, terlihat seorang wanita berbaju warna hitam yang menjadi korban penganiayaan dikelilingi berapa orang perempuan. Sedangkan menjadi lawannya, perempuan berbaju berjaket pink terlihat beberapa kali melancarkan pukulan hingga tendangan ke bagian wajah korban. Situasi sendiri begitu hening, korban terlihat tidak berdaya bahkan untuk berdiri pun tidak sanggup sehingga dibantu teman-temannya.

Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan dengan cepat akhirnya mengetahui korban perkelahian tersebut yaitu berinisial Z (13) yang saat ini masih menempuh pendidikan disalah satu Sekolah Dasar di kota Banjarbaru. Sedangkan terlapor yang diketahui berinisial SW yang saat ini tengah pendidikan di salah satu SMK swasta di Banjarbaru.

Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Syaiful Bob menjelaskan, awal mula kejadian tersebut terjadi karna adanya saling ejek mengejek di status Whatsapp antara korban Z dengan salah seorang pelajar SMP yang berinisial F. Korban dengan maksud ingin menyelesaikan masalah tersebut, akhirnya mengajak F untuk bertemu pada hari Selasa (4/12).

Tidak sendiri, Z juga mengajak 4 temannya yang merupakan pelajar SMP untuk ikut. Namun rupanya F juga membawa teman-temannya yang justru malah usianya lebih tua yaitu salah satunya SW yang berstatus pelajar di sebuah SMK di kota Banjarbaru.

“Korban ingin menyelesaikan masalah dengan F dengan melakukan pertemuan. Ternyata F malah membawa temannya dipertemuan ini. Teman-temannya F ini usianya lebih tua,” ungkapnya kepada Kanalkalimantan.com

Pertemuan tersebut, awalnya berjalan dengan baik hingga Z dan F berbaikan. Namum tiba-tiba saja SW langsung menjambak rambut Z dan melakukan penganiayaan lain terhadap korban.

Selama penganiayaan terjadi, rupanya teman-teman F merekam kejadian tersebut. Video itu pun kemudian dibagikan disalah satu grup Whatsapp dan akhirnya tersebar hingga diketahui korban.

Pada hari Rabu (5/12) sekitar 20.30 Wita, Babhinkamtibnas Polsek Banjarbaru Barat mencoba mendatangi rumah korban dengan maksud membantu menyelesaikan masalah tersebut dengan cara mendampingi orang tua korban yang ingin melapor ke Polsek Banjarbaru Barat, yang diterima oleh piket reskrim.

Namun Karena kasus ini telah masuk dalam kategori Perlindungan Perempuan dan Anak  (PPA), maka orang tua korban selanjutnya disarankan untuk langsung melapor ke Polres Banjarbaru.

Kasat Reskrim Polres Banjarbaru AKP Aryansyah mengatakan pihaknya telah mendalami kasus ini. Ia juga mengatakan akan melakukan pemanggilan terhadap korban dan para saksi yang nantinya akan didampingi orang tua mereka untuk dimintai keterangan. Namun hal tersebut masih menunggu waktu luang dikarenakan ujian sekolah dalam minggu-minggu ini.

“Kita akan lakukan pemanggilan terhadap korban dan saksi, tapi nanti setelah mereka libur sekolah karena saat ini kan masih ujian,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya juga menyangkan kejadian ini. Ia menghimbau kepada orang tua untuk lebih memantau pergaulan dan melakukan pendekatan terhadap anak-anaknya agar hal yang sama tidak terulang lagi.

“Saya harap ini menjadi pembelajaran bagi semua orang tua, kita harus bisa memantau pergaulan anak-anak kita. Lakukan pendekatan agar bisa mengetahui masalah apa yang sedang dialami anak-anak kita, sehingga kita bisa memberikan saran yang terbaik tanpa adanya kontak fisik,” pungkasnya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 21
    Shares