Connect with us

HEADLINE

Usai Santap Telur Saat Buka Puasa, 104 Warga di Kapuas Keracunan Massal

Diterbitkan

pada

Korban keracunan makanan massal dibawa ke RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. Foto : ist

KUALA KAPUAS, Seratusan warga di beberapa desa di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan buka puasa. Mereka pun dilarikan ke RSUD dr H Soemarno Kuala Kapuas, Jumat (24/5). Mulai pagi sejak sore tadi, pasien terus berdatangan. Data terakhir pada petang tadi, pasien yang masuk mencapai 104 orang.

Informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com berdasar data yang masuk di rumah sakit untuk pasien dari Desa Narahan Sei Tatas, jumlahnya mencapai 104 orang.  Terdiri dari pasien laki-laki sebanyak 46 orang dan perempuan 58 orang. Sementara untuk kategori usia, anak-anak yang mengalami keracunan makanan sebanyak 26 anak dan jumlah korban dewasa sebanyak 78 orang.

Direktur RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr Agus Waluyo, mengatakan, pihak rumah sakit sudah mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien. Sebab tak menutup kemungkinan akan bertambah. Saat ini beberapa ambulans siaga di Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas. “Kami dari rumah sakit tentunya telah siapkan segala pelayanan terbaik. Diperkirakan korban bisa mencapai 140 hingga 160 orang,” ujarnya.

Banyaknya pasien yang datang dalam waktu hampir bersamaan ini, tentu saja menyebabkan petugas RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo sibuk. Sejak pagi menjelang siang hingga sore, beberapa unit ambulans silih berganti membawa pasien keracunan.

Sebagian besar mereka mengeluhkan sakit kepala, mual, sakit perut, hingga muntah. “Kebanyaan pasien merasa pusing, sakit perut, mual sampai muntah, sejak sahur tadi pagi. Tidak tahunya banyak juga warga merasakan hal yang sama,” kata Raudah, salah seorang warga yang dijumpai di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo.

Sebelumnya, Kamis (23/5) warga usai menyantap sajian makanan buka puasa bersama yang diadakan di Masjid Nurul Istiqomah, Handel Simpang Aya, Desa Narahan, Kecamatan Pulau Petak. Saat itu, menu buka puasa yang dihidangkan adalah nasi bungkus dengan lauk telur masak habang (merah). “Makanannya, nasi bungkus intalu (telor) masak habang. Tapi saya tak sampai mengalami gejala seperti warga yang lain,” kata Saiful, warga di lokasi kejadian.

Dari keterangan para warga, gejala keracunan makanan mulai dirasakan pada saat jam sahur dini hari tadi.

Kejadian ini pun mendapat perhatian serius Pemkab Kapuas. Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat pun langsung membesuk korban keracunan di RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo. “Saya prihatin atas kejadian ini, dan Pemerintah Kabupaten Kapuas sigap menangani para pasien,” katanya.

Di sisi lain, Dinas Sosial dan Tagana Kabupaten Kapuas juga ikut membantu pihak RS dengan mendirikan tenda darurat. “Kami dari Dinsos dan Tagana Kabupaten Kapuas menyiapkan untuk sementara dua tenda,” kata Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam dan Bencana Sosial pada Dinsos Kabupaten Kapuas, Andi Septianto Adinata.

Dua tenda telah didirikan di lingkungan RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas. “Satu tenda keluarga yang besar di halaman depan dan tenda keluarga yang kecil di halaman tengah,” tambahnya.

Pihaknya juga membantu menyiapkan velbed atau tempat tidur lipat yang digunakan untuk pasien, selain dua tenda.”Kami juga bantu siapkan 25 velbed, sudah kami kerahkan dan digunakan untuk beberapa pasien yang telah dievakuasi ke rumah sakit. Selain itu, juga kami siapkan beberapa terpal dan kasur untuk pasien dan tentunya kesiapan tenaga kami siaga di rumah sakit, total 37 personel,” jelasnya.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->