Connect with us

Kalimantan Selatan

UPDATE. Sudah 324.495 Jiwa Terdampak Banjir Kalsel, Kabupaten Banjar Terbanyak!

Diterbitkan

pada

Banjir Kalsel menyebabkan ratusan ribu jiwa terdampak dan puluhan ribu rumah terendam Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – BPBD merilis data terbaru warga terdampak banjir di Kalimantan Selatan. Terjadi kenaikan jumlah warga terdampak berdasarkan hasil rekapitulasi harian, pada Senin (18/1/2021) ini.

Adapun data terbaru saat ini mencatatkan sebanyak 95.535 Kepala Keluarga (KK) atau 324.495 jiwa yang terdampak bencana banjir pada awal 2021.

Jumlah tersebut didominasi dari Kabupaten Banjar dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 126.341 jiwa. Lalu, disusul Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sebanyak 66.400 jiwa. Kemudian Kota Banjarmasin sebanyak 51.453 jiwa.

Untuk di Kabupaten Tanah Laut, warga yang terdampak banjir tercatat sebanyak 27.815 jiwa. Banjir juga berdampak bagi warga Kabupaten Batola sebanyak 19.142 jiwa dan Kabupaten Balangan sebanyak 17.501 jiwa.



Sedangkan, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tercatat 6.690 jiwa dan di Kota Banjarbaru sebanyak 5.752 jiwa yang terdampak. Kemudian di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sebanyak 3.139 jiwa dan Kabupaten Tabalong tercatat 770 jiwa.

Sementara di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru dinyatakan nihil terdampak dari rentetan peristiwa banjir sejak awal tahun 2021.

Lebih rinci lagi, jumlah rumah yang dilanda banjir sebanyak 54.363 unit. Mengharuskan 76.962 jiwa kini menempati posko-posko pengungsian.

Dari aspek infrastruktur yang terdampak banjir, terdiri dari: 68 jalan, 14 jembatan, 16 tempat ibadah, dan 11 fasilitas pendidikan atau sekolah.

Pada hari ini, BPBD Prov Kalsel juga turut merivisi jumlah korban jiwa yang meninggal dunia akibat bencana banjir. Jumlah sebelumnya yang disebut ada sebanyak 16 jiwa, kini ditetapkan hanya sebanyak 15 jiwa saja.

Banjir yang menelan korban jiwa itu terjadi di Kabupaten Banjar dengan jumlah yang meninggal dunia tercatat 3 orang. Di Kabupaten Tanah Laut ada 7 orang yang meninggal dunia. Lalu, 1 orang meninggal dunia di Kota Banjarbaru. Selanjutnya di Kabupaten HST sebanyak 3 orang, serta 1 orang yang meninggal dunia di Kabupaten Tapin. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kalimantan Selatan

Polda Kalsel Musnahkan Narkoba, Dua Perempuan dari 29 Pelaku yang Ditangkap

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemusnahan 26,9 Kg sabu dan 42,90 gram ganja di halaman Mapolda Kalsel, Rabu (24/2/2021) pagi. Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Polisi musnahkan 26,9 Kilogram (Kg) sabu dan 42,90 gram ganja di halaman markas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (24/2/2021) pagi.

Barang bukti kejahatan Narkoba tersebut merupakan hasil tangkapan Polda Kalsel selama Januari, yang mana telah mengamankan 29 pelaku, diantaranya 27 laki-laki dan 2 perempuan.

Kombes Pol Tri Wahyudi, Direktur Resnarkoba Polda kalsel memastikan tidak ada ruang bagi Narkotika beredar di Kalimantan Selatan.

Adapun sabu yang dimusnahkan itu termasuk dari salah salah satu penangkapan pelaku dengan inisial Z dan S di salah satu mall di Kota Banjarmasin pada Rabu (13/1/2021) silam.



 

Dimana kedua pelaku itu menggunakan modus ranjau, yaitu dengan sistem mereka mengikuti peritah melalui smartphone.

Kemudian pada awal Februari juga melakukan yang penangkapan yang cukup dramatis, karena sampai terjadi kontak fisik bahkan salah satu mobil polisi harus menjadi korban. “Dimana dalam penangkapan ini ditemukan narkotika sebanyak 16 Kg sabu,” kata Kombes Pol Tri Wahyudi.

Dari hasil interogasi terhadap pelaku, narkotika ini berasal dari luar Kalsel. Jika ditarik ke belakang, hasil tangkapan ini masih ada terkait jaringan besar Narkoba pada saat Polda Kalsel melakukan pengungkapan narkotika sebanyak 508 Kg.

“Untuk menuju ke bandarnya kita masih melakukan pendalaman yang sangat intensif,” ucap Direktur Resbarkoba Polda Kalsel didampingi Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochammad Rifa’I dan Kom Pol Yanto Suparwito dari BNN Kalsel.

Para pelaku yang tertangkap tersebut, terjerat hukum dengan pasal 112 dan 114 Undang-Undang Narkotika No 35 tahun 2009. “Yang mana ancamannya maksimal hukuman mati,” pungkasnya.

Pemusnahan sisa barang bukti kemudian akan dilanjutkan dibakar dengan alat incinerator di RS Ansari Saleh. (kanalkalimantan.com/tius)

Reporter: tius
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kalimantan Selatan

77 Persen Nakes di Kalsel Sudah Divaksin

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA. Foto: humpro kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan, Safrizal ZA, melaporkan bahwa pemberian vaksinasi Covid-19 kepada Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kalimantan Selatan sudah mencapai 77 persen.

“Untuk vaksinasi tenaga kesehatan mencapai 77 persen, ada beberapa kabupaten kota yang belum selesai, kita akan berkoordinasi dengan para Bupati Wali Kota untuk percepatan ini,” kata Pj Gubernur Kalsel setelah mengikuti rapat bersama Menkes RI secara virtual, Senin (22/2/2021).

Untuk pemberian vaksin Pemprov Kalsel, diakui Safrizal tengah dalam tajap menyusun strategi. Sehingga bisa memenuhi target yang diberikan seperti vaksinasi secara mobile untuk menjangkau daerah terisolir, kemudian menggelar vaksinasi secara massal.

“Kita atur strateginya, kita akan mengirim mobil ke daerah-daerah, kemudian vaksinasi di kawasan perkantoran agar target 1 juta penerima vaksin setiap hari se Indonesia bisa tercapai,” sebut Safrizal.



Ia berharap vaksinasi bagi Nakes selesai tepat waktu, sehingga bisa dilanjutkan pemberian vaksinasi terhadap sasaran berikutnya yaitu Lansia dan petugas publik.

“Kita atur strateginya, kita akan mengirim mobil ke daerah-daerah, kemudian vaksinasi di kawasan perkantoran agar target 1 juta penerima vaksin setiap hari se Indonesia bisa tercapai,” sebutnya.

Di sisi lain, untuk menekan penyebaran Covid 19 di lingkungan ASN, Safrizal telah menerbitkan surat edaran yang mewajibkan swab antigen pada setiap kegiatan pemerintahan yang mengumpulkan orang banyak.

Terkait Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kalsel, Safrizal memastikan untuk memperpanjang masa penerapanya. Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM.

“Sekarang sudah ada Instruksi Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2021, Kita juga akan menuju ke situ walaupun kita bukan daerah Jawa dan Bali, misalnya daerah yang di desanya berada di zona merah. Maka akan dilarang mengumpulkan orang banyak, kalau tempat ibadah jaga jarak dan jumlah orangnya dibatasi,” bebernya.

Tak lupa, Safrizal mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas atau tetap di rumah. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Kk

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->