Connect with us

Kota Banjarbaru

Titik Api Muncul di Dekat Sekolah, Satgas Karhutla Polda Kalsel Lakukan Pemadaman  

Diterbitkan

pada

Tim Penanggulangan Karhutla Polda Kalsel memadamkan titik api di dekat SMPN 9 Banjarbaru, Senin (21/9/2020). foto: humas polda kalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Tim Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Polda Kalsel menemukan titik api di dekat SMPN 9 Banjarbaru, Loktabat Utara, Senin (21/9/2020).

Tim yang dipaimpin Kepala Satgas Preventif AKBP Sofyan Arief bersama anggota Operasi Karhutla Satgas langsung menuju titik api melakukan pemadaman.

Anggota yang lagi patroli gabungan mendapatkan laporan kebakaran lahan dari warga. Tim Operasi Karhutla Satgas Polda Kalsel langsung melakukan pemadaman dengan mesin semprot air yang sudah disiapkan.

Informasi yang didapatkan petugas di lapangan, sumber api berasal dari beberapa titik di tengah lahan dengan luas kurang lebih 3-4 hektare.



Terkait Karhutla yang mengancam wilayah Kalsel, Kapolda Irjen Pol Dr Nico Afinta mengimbau kepada masyarakat aktif dengan memberikan informasi apabila menemukan kebakaran hutan atau lahan.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuka hutan atau lahan dengan cara dibakar karena pelaku dapat dihukum pidana,” ucap Kapolda Kalsel.

Masyarakat harus tetap waspada dan siaga mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, mengingat saat sekarang adalah musim kemarau yang rentan akan kebakaran. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarbaru

Gerimis Antar Pedagang Pasar Bauntung Tinggalkan ‘Rumah Kedua’ Mereka…

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Para pedagang mengemas dagangan mereka sebelum meninggalkan lokasi pasar Bauntung lama Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Gerimis turun, Rabu (24/2/2021) sore tadi. Memberi pengantar perpisahan pada para pedagang yang hari ini harus sudah meninggalkan lokasi Pasar Bauntung, yang terletak di kawasan jantung kota Banjarbaru.

Kesibukan pedagang yang sebelumnya menjadi penanda denyut kehidupan warga kota sudah tak singgah lagi di lokasi tersebut. Tinggal sunyi. Bersama jejak ribuan lapak yang ditinggal oleh pemiliknya.

Sebagai tindak lanjut dari rencana relokasi yang dicetuskan sejak 2017 silam, Pemko Banjarbaru akhirnya memutuskan untuk menutup pasar ini, Kamis (25/2/2021) besok. Menandakan operasional pasar telah sepenuhnya dialihkan ke lokasi baru, di Jalan RO Ulin, Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Pemindahan para pedagang sudah berlangsung sejak pertengahan Februari tadi. Pemandangan yang biasanya ramai dengan aktivitas jual-beli di kawasan tersebut, kini hanya memperlihatkan kesibukan para pedagang yang sedang mengangkut barang jualan mereka.



Arif (25), salah satu pedagang, mengaku berat hati melihat pasar akan ditutup. Bagaimana tidak, ia sudah berada di pasar tersebut sejak anak-anak hingga akhirnya saat ini menjadi salah satu pedagang di kawasan tersebut.

“Orang tua saya sudah berjualan di pasar sejak tahun 80. Saat saya masih kecil, sudah diajak ke pasar walaupun belum tahu cara berjualan. Tapi mulai dari situ saya berbaur sama pedagang lain dan orang-orang di sana. Sampai akhirnya saya sendiri menjadi pedagang. Jadi pasar ini sudah saya anggap sebagai rumah kedua,” ceritanya, kepada Kanalkalimantan.com.

Kendati berat hati, Arif mengaku memahami keputusan pemerintah untuk merelokasi pedagang sekaligus juga menutup pasar tersebut. Ia sendiri tak menampik atas kondisi di pasar yang saat ini sudah tergolong kumuh dan tidak terawat.

“Tentu saya sedih melihat pasar akan ditutup. Banyak kenangan saya di sana. Tapi selama untuk kebaikan pasar, saya gak masalah. Apalagi kondisi pasar sudah kumuh dan tidak terawat. Kalau direnovasi, kemungkinan juga memerlukan biaya yang mungkin sebanding dengan membangun pasar baru,” bebernya.

Kini, Arif telah memulai aktivitas jualannya di pasar Bauntung Baru. Ia menjadi salah satu pedagang yang terdaftar dalam tahap relokasi pertama, pekan kemarin. Kisahnya menjadi salah satu kenangan di antara ratusan pedagang lainnya yang akan melepas penutupan pasar Bauntung yang berada di pinggir Jalan A Yani Km 34.

Sebelumnya, Plh Wali Kota Banjarbaru Said Abdullah, menuturkan rencana relokasi ini dipicu atas kondisi pasar Bauntung yang terlihat kumuh. Terlebih, pasar tradisional itu masih kalah bersaing dengan pasar-pasar modern saat ini.

“Sehingga kami berupaya merelokasi pasar tradisional ini agar dapat bersaing dengan pasar modern yang ada.

Diharapkan (pedagang, -red) agar segera menutup dan memindahkan tempat berjualannya ke pasar yang baru selambat-lambatnya pada hari Kamis 25 Februari 2021” ujarnya, saat memimpin rapat pembahasan, Selasa kemarin.

Pasar Bauntung baru di Jalan RO Ulin telah diresmikan dibuka pada 16 Februari tadi. Pembangunan gedung pasar seluas 1,7 hektare ini dinyatakan rampung pada akhir 2020 lalu, dengan menelan anggaran mencapai Rp 86,2 miliar atau lebih rincinya Rp 86.283.736.000.

Di pasar baru ini, pemerintah menyiapkan beragam tempat jualan perdagangan. Pertama ruko dua lantai, dengan ukurannya 4×8. Kemudian di dalam terdapat kios ukuran 3×6 ada 133 unit, kemudian kios ukuran 3×3 ada 355 unit, kemudian ada plaza sebanyak 130 dan lospin sebanyak 420 unit. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarbaru

Emi Lasari Kembali Pimpin PAN Banjarbaru, Muncul Nama Agustin di Jajaran Kepengurusan

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Emi Lasari bersama jajaran petinggi PAN Kalsel Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sejumlah nama baru mengisi jabatan strategis kepengurusan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Banjarbaru periode 2020-2025. Masuknya figur baru diharapkan mampu mendongkrak mesin politik partai demi mencapai target tambah kursi di pemilu mendatang.

Untuk posisi ketua, masih diduduki oleh Emi Lasari. Politikus wanita ini kembali terpilih sebagai Ketua DPD PAN Banjarbaru, melalui hasil keputusan Musyawarah Wilayah (Muswil) dan Musyawarah Daerah (Musda) V PAN se-Kalsel.

Emi dipercaya melanjutkan kepemimpinannya, sejak menduduki kursi ketua pada 2019 silam. Kala itu, awalnya ia ditunjuk melanjutkan masa jabatan Soegeng Soesanto yang saat itu maju di Pileg 2019, demi memperebutkan kursi parlemen di DPR RI.

Selain Emi, ada tiga nama lainnya yang juga menempati posisi kepengurusan di DPD PAN Banjarbaru. Meskipun secara resmi belum dilantik, namun secara formatur ketiga nama ini sudah bisa dipastikan akan mengemban tugas di dalam partai, selama 5 tahun ke depan.



Hal tersebut juga telah dipastikan oleh Wakil Sekretaris DPW PAN Kalsel, A. R Rezekian Noor, saat dihubungi, Selasa (23/2/2021) siang. “Sesuai dengan ketetapan Musda yang dilaksanakan tanggal 21 kemarin telah ditetapkan 4 orang dari DPD dan 1 dari DPW sebagai formatur. Nama-namanya adalah Emi Lasari, Hadi Wirawan, Suratno dan Agustin Nur Martina Putri,” ujarnya.

Menilik di antara nama-nama tersebut, salah satunya ialah Agustin Nur Martina Putri. Nama Agustin sudah tak asing lagi bagi publik Banjarbaru, sejak ia memutuskan maju pada Pileg DPD RI tahun 2019. Sayangnya, hasil perolehan dukungan suara saat itu membuatnya tak berhasil melenggang ke Senayan.

Kendati demikian, Ketua DPD PAN Banjarbaru, Emi Lasari, mengaku bangga dengan hadirnya Agustin di kepengurusan. Menurutnya, Agustin sebagai figur politikus wanita di Banjarbaru akan memberi kontribusi besar terhadap partai ke depan.

“Secara politik, Agustin punya basis masa yang besar. Itu modal politiknya karena pernah maju di DPD RI. Dan lagi, sosoknya menambah peran serta keterwakilan perempuan dalam berpolitik,” bebernya.

Disinggung soal jabatan Agustin di kepengurusan DPD PAN Banjarbaru, Emi menyebut bahwa ia menempati posisi bendahara partai. Kabar lainnya yang tak kalah mengejutkan, ayah Agustin yakni Martinus juga menempati jabatan kepengurusan.

“Rencananya jabatan Agustin adalah Bendahara DPD PAN Banjarbaru. Sedangkan, Pak Martinus akan menjabat sebagai Ketua MPP (Majelis Penasihat Partai) DPD PAN Banjarbaru. Saya yakin keduanya memberikan kontribusi besar terhadap partai,” katanya.

Sebelumnya, Martinus sempat berlaga sebagai kontestan Pilkada 2020. Tapi mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel dan pernah menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarbaru periode 2015-2016 yang berpasangan dengan Darmawan Jaya, kalah oleh duet Aditya-Wartono. (Kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->