HEADLINE
Terdeteksi Rubella, Ibu dan Bayi Adila Kasus Pertama di Banjarbaru
BANJARBARU, Adila Nafisa divonis alias terdeteksi mengidap penyakit Rubella. Parahnya lagi, bayi Adila harus menderita tiga penyakit lantaran sindrom rubella kongenital yang dialami ibunya saat hamil.
Sebelumnya, kasus Rubella seperti ini ternyata tak pernah ditemui di Kota Banjarbaru.
Sekedar diketahui, penyakit rubella atau disebut juga Campak Jerman pada sejarahnya ditemukan pada tahun 1814 oleh George Maton.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru drg Agus Widjaja mengakui, kasus Rubella selama ini tak pernah ada di kota Banjarbaru. Jika benar ibu bayi Adila Nafisa, Sri Tami mengalami sindrom rubella kongenital yang mengakibatkan bayi terlahir cacat, maka Sri Tami alias sang ibu bayi menandingi kasus Rubella pertama di Banjarbaru. (Baca : Ini Penjelasan Tentang Penyakit Rubella Alias Campak Jerman)
“Belum pernah ada Rubella di Banjarbaru,†tegasnya.
Jika memang cacat karena Rubella, tambah Agus Widjaya, bayi harus segera dirawat di rumah sakit. Namun tetap harus sesuai prosedur yaitu bayi harus dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin.
Kejadian ini menjadi perhatian bagi seluruh warga kota Banjarbaru, penyakit rubella (campak jerman) memang mudah diobati jika penderita merupakan orang dewasa (bukan ibu hamil). “Namun jika seseorang tidak pernah mendapatkan vaksin untuk Rubella maka akan cukup berbahaya untuk orang tersebut,†kata Agus.

Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan Rubella.
“Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus Rubella,†sebutnya.
Sementara itu dari Dinas Sosial Kota Banjarbaru Mulyadi mengatakan, Dinsos Banjarbaru berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Landasan Ulin Timur. Jika orang tua bayi Adila terkendala biaya lantaran keluarga tak mampu, diharapkan kelurahan agar bisa membantu orang tua Adila mengurus surat keterangan tidak mampu melalui RT dan Kelurahan.
“Bayi yang tinggal di Landasan Ulin Timur dalam waktu dekat akan segera kami cek langsung kondisi bayi Adila tersebut,†ujar Kabid Perlindungan Sosial Dinsos Kota Banjarbaru, Mulyadi dihubungi, Selasa (6/3). Dinas Sosial Kota Banjarbaru siap membantu pengobatan bayi terdeteksi pentakit Rubella itu.
“Kondisi bayi yang menderita banyak penyakit harus segera ditolong. Kasihan sekali kalau kondisinya seperti itu,†ujarnya. (devi)
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE2 hari yang laluGMPD Banjarbaru Orasi Terbuka Depan Balai Kota, Ini 10 Tuntutan yang Disampaikan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluHarga Eceran Pertalite dan Pertamax Naik Tinggi di HSU, Satgas BBM Cek SPBU
-
HEADLINE3 hari yang laluCrossing Drainase Jalan Trikora Banjarbaru Dikejar Acara 5 Rajab Sekumpul
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluRencana Stadion Olahraga Internasional di Banjarbaru Masuk Hutan Lindung, Ini Penjelasan PUPR Kalsel
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPejabat Pemkab Kapuas Ikuti Seleksi Terbuka Pengisian JPT Pratama
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati HSU Ajak Masyarakat Taat Pajak Lewat Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor 2025



