Connect with us

Budaya

Tayang Online, Prodi Seni Tari STIKIP PGRI Banjarmasin Pentaskan 3 Garapan Sinema Tari

Diterbitkan

pada

Jumpa pers penggarapan sinema tari yang berjudul ‘Ma'anjung Kisah Bamula Lastari Budaya Banua’ oleh mahasiswa Prodi Seni Tari STIKIP PGRI Banjarmasin, Kamis (25/2/2021) Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Program Studi Pendidikan Seni Tari STIKIP PGRI Banjarmasin akan menggelar sebuah acara sinema tari yang berjudul ‘Ma’anjung Kisah Bamula Lastari Budaya Banua’. Sinema tari ini akan ditayangkan secara online di youtube channel APM Production21, pada tanggal 5, 6 dan 7 Maret pukul 20.00 Wita.

Hal tersebut disampaikan Ketua STKIP PGRI Banjarmasin Dr Dina Huriaty M.Pd dalam jumpa pers yang dilangsungkan di Aula STIKIP PGRI, Kamis (25/2/2021).

Berbeda dengan sebelumnya, pementasan sinema tari dilakukan secara live streaming melalui youtube.
“Mengingat masih maraknya penyebaran covid-19, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan secara offline,” ujarnya.

Ia mengatakan, sangat mengapresiasi dan berbangga hati atas pencapaian atas terciptanya sinema tari ini. Harapannya meski dalam kondisi pandemi, tetapi karya seni Banua tetap bisa eksis dan bisa didaftarkan hak kekayaan intelektualnya.



Sinema tari ini merangkum 3 judul berbeda. Yakni ‘Manyingkai Pangambangan’ yang digarap di Banjarmasin, lalu ‘Darau Purun’ yang digarap di Banjarbaru dan yang terakhir ‘Tamula Gunung Hantanung’ yang digarap di Desa Ajung, Kecamatan Tinggi Tebing, Balangan.

Ketua prodi (Kapodri) Pendidikan seni tari STIKIP PGRI Drs Suwarjiya M,Pd menjelaskan bahwa sinema merupakan kata lain dari film.

“Jadi sinema tari ini merupakan sebuah karya seni tari yang dapat dinikmati secara visual melalui media virtual,” terangnya.

Proses karya yang digarap selama kurang lebih 4 bulan tersebut melalui tahapan panjang. Tidak terkecuali kendala yang dihadap seperti faktor cuaca, pencarian tema, pencarian narasumber, sampai terbatasnya sponsor yang masuk akibat pandemi covid-19.

Ia menambahkan, karya yang digarap oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Seni Tari angkatan 2017 ini, guna memenuhi ujian mata kuliah manejemen seni pertunjukan dan mata kuliah produksi tari.

“Ya yang penting mahasiwanya aktif dan serius melakukan penggarapan sinema tari ini, mereka bisa dipastikan lulus dalam mata kuliah tersebut,” tambahnya. (Kanalkalimantan/Tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->