Connect with us

Teknologi

Siasat Facebook agar Tak Kebobolan saat Pilpres

Diterbitkan

pada

Election Security War Room Facebook. Foto : News Room Facebook

Pilpres dan Pileg tinggal 43 hari lagi. Menyambut pesat demokrasi tersebut, Facebook turun tangan mengamankan proses Pemilu melalui pengaturan di platform mereka. Media sosial besutan Mark Zuckerberg menyadari perlu menertibkan platform mereka untuk menjaga situasi Pilpres dan Pileg bisa berjalan kondusif dari ancaman dari dalam maupun luar negeri.

Public Policy Director Global Elections Facebook Katie Harbath dan Head of Public Policy Facebook Indonesia Ruben Hattari dalam keterangan di News Room Facebook menuliskan, Facebook telah fokus melindungi proses pemilu di berbagai negara untuk memastikan pengguna memiliki suara dalam proses politik tersebut.

Selama dua tahun belakangan ini, Facebook telah mengambil hikmah dari Pemilu dari berbagai negara di dunia untuk mengamankan platform media sosial raksasa tersebut.

Beberapa inisiatif yang dilakukan Facebook dalam pengamanan Pemilu yakni menghapus akun palsu, memberantas berita palsu, menindak aktor jahat yang ingin merusak Pemilu dan meningkatkan transparansi iklan.

 

Transparansi iklan

Keduanya mengatakan, pada Selasa 5 Maret 2019, Facebook berbagi cara bagaimana melindungi Pilpres dan Pileg pada April nanti.

Pada tahun lalu, Facebook meluncurkan fitur ‘View Ads’ (Tampilkan Iklan) secara global dan hal ini merupakan langkah yang signifikan untuk menciptakan transparansi yang lebih baik terhadap iklan dan halaman di Facebook, meningkatkan akuntabilitas bagi pengiklan, dan mencegah terjadinya penyalahgunaan di Facebook.

Fitur ini berarti bahwa, kapanpun dan di manapun, termasuk di Indonesia dan Asia
Tenggara, pengguna dapat melihat iklan yang ditampilkan oleh sebuah halaman, di Facebook, Instagram, Messenger, dan mitra jaringan Facebook.

“Hal ini berlaku bahkan jika iklan tersebut tidak ditampilkan kepada Anda, dan terlepas dari sifat dasar iklan tersebut, termasuk jika itu merupakan iklan pemilihan umum,” ujar Harbath dan Ruben Hattari dalam keterangan di News Room Facebook, Selasa 5 Maret 2019.

Pengguna dapat melaporkan sebuah iklan dengan menekan ikon tiga titik pada ujung kanan atas dan pilih ‘Report Ad’ (Laporankan Iklan). Menu ini juga menawarkan informasi lebih detail tentang sebuah halaman, seperti kapan halaman tersebut dibuat dan riwayat perubahan nama halaman tersebut. Hal ini membantu pengguna untuk memahami lebih baik tujuan awal dibuatnya sebuah halaman.

Cegah campur tangan asing

Sebagai bagian dari komitmen Facebook untuk melindungi integritas pemilu dari pengaruh yang tidak semestinya, menjelang pemilihan umum ini Facebook akan memperluas penegakan kebijakan
dengan tidak mengizinkan adanya iklan politik dari luar negeri di Indonesia untuk sementara waktu.

“Kami ingin mencegah adanya campur tangan asing dalam pemilihan umum dan memberikan lebih banyak informasi tentang iklan politik yang orang lihat di Facebook dan Instagram,” tulis keduanya. (vvn)

Reporter:Vvn
Editor:KK

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement