Connect with us

Sepak Bola

Selain Main Bola, Ali Budi Raharjo Ternyata Geluti Olahraga Ini

Diterbitkan

pada

Ali Budi Raharjo. Foto : Dema
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MARTAPURA, Adalah Ali Budi Raharjo, kiper andalan Martapura FC, pemain sepakbola professional ternyata juga geluti olahraga lain. Ya, Ali -biasa disapa- menjadi salah satu anggota PSHT (Persaudaraan Satu Hati Terate) selain dunia sepakbola.

Menurut Ali, PSHT ini adalah salah satu budaya Indonesia yang di dalamnya penuh dengan berbagai macam ilmu. Terlebih pencak silat merupakan seni budaya beladiri asli Indonesia.

“Di PSHT saya mendapatkan banyak ilmu dari fisik, mental, beladiri dan batin,” ujarnya.

Di PSHT, tambah Ali, bukanlah komunitas seperti pada umumnya, melainkan organisasi yang menghimpun manusia dan mendidik menjadi anggota yang berbudi pekerti luhur serta tahu mana yang benar dan mana yang salah.



“Dari PSHT ini juga saya bisa lebih jauh dan dalam mempelajari ilmu bela diri, bisa memahami dan mengetahui diri sendiri. Tentu banyak manfaat lainnya,” akunya.

Ia juga mengaku bisa mengaplikasikan ke dalam kehidupannya sehari-hari. Saat pertandingan sepakbola, mental dan kesigapan menjadi lebih terasah dan kuat. Hal ini bisa dilihat seringkali ia memberikan komando kepada rekan-rekannya, terutama para bek agar tetap fokus dan tenang.

Kecintaan Ali terhadap PSHT ini begitu kental dan kuat. Ini tercermin dari nomor punggung yang ia kenakan di jersey kiper Martapura FC, 22. Nomor 22 merupakan 2 digit angka terakhir dari tahun berdirinya Persaudaraan Satu Hati Terate (PSHT), tahun 1922. Ia berharap dari PSHT ini menjadi salah satu faktor yang berandil besar dalam perkembangan karir sepakbolanya.

Meskipun sudah memiliki seorang istri dan dianugerahi seorang putra, ia tetap melangkah maju dan berjalan di organisasi ini. Karena baginya, sebuah ilmu harus tetap dipelajari semenjak kita terlahir ke dunia hingga kelak meninggalkan dunia.

Kepada buah hatinya, Ali tidak ingin memaksakan harus mengikuti jejaknya di dunia olahraga sepakbola maupun PSHT.

“Untuk anak saya, terserah dia maunya bagaimana. Yang pasti sebagai orang tua kita wajib membimbingnya agar menjadi anak yang baik,” pungkas pengidola Petr Cech ini. (Dema)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->