Connect with us

Pendidikan

Sekitar 8 Ribu Balita di Kabupaten Banjar Belum Tersentuh PAUD

Diterbitkan

pada

Masih banyak anak usia dini di Banjar belum tersentuh pendidikan Foto: net

MARTAPURA, Ribuan balita di Kabupaten Banjar saat ini masih belum tersentuh pendidikan usia dini (PAUD). Menurut Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Banjar H Masruri, saat ini baru 68 persen atau 17 ribu anak di Banjar yang telah terlayani PAUD. Sementara jumlah anak usia PAUD di daerah ini 25 ribu. Sehingga, sekitar 8 ribuan balita belum tersentuh.

Hal tersebut mengemuka pada acara rapat evaluasi Kampung KB tahun 2018 Kabupaten Banjar di Ballroom Hotel Aston di kawasan Jalan A Yani kilometer 11,5, Gambut, Sabtu (29/12).

Tak hanya siswa, menurut Masruri saat ini jumlah tenaga pengajarnya pun belum memadai. Seharusnya adalah sarjana psikologi dan sarjana pendidikan. Namun umumnya belum memiliki kompetensi keilmuan itu. Demikian dilansir tribunnews.com.

“Masih banyak hal pada sektor pendidikan yang perlu dibenahi. Pasalnya data-data capaian kependidikan masih tergolong rendah,” jelasnya.

Contohnya lama usia sekolah cuma pada angka 7,25 tahun. Ini antara lain disebabkan banyaknya anak-anak di Banjar yang sekah di pondok pesantren yang tidak pola pendidikannya tidak merujuk kurikulum Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama.

“Dampaknya, kelulusannya tidak diakui oleh Kemendiknas maupun Kemenag. Ini harus segera diatasi. Perlu ada surat edaran dari Bupati agar ponpes merujuk kurikulum Diknas maupun Kemenag,” katanya.

Pejabat eselon II ini juga mengharapkan kepedulian semua instansi untuk menyukseskan program Kampung KB. Pasalnya, melalui program ini semua sektor diupayakan diatasi termasuk persoalan sektor pendidikan di kampung terpencil.

Pemerintah desa juga diharapkan membantu keberadaan PAUD. “Perbup-nya kan sudah ada. Desa sekarang juga dapat anggaran yang lumayan besar. Jadi, bagi yang belum ada PAUD-nya, bisa disisihkan anggaran desa untuk mendirikannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Sekda Banjar H Nasrun Syah pun menyatakan pentingnya pemetaan detail sektor kependidikan. Pasalnya hingga sekarang belum ada data memadai yang dimiliki. “Itu sebabnya pendidikan di Banjar selai tertinggal, kita nomor 13 di Kalsel. Bagaimana mau maju, koordinasi saja susah. Rapat penting seperti ini pun tidak ada sama sekali pejabat yang mewakili Diknas,” ucap Nasrun.

Di hadapan semua peserta rapat evuluasi, top manager birokrasi di Bumi Barakat ini mengatakan akan membahas persoalan tersebut saat rapat mingguan awal pekan, Senin (31/12/2018) nanti.

Beberapa waktu lalu, Plt Kadisdik Banjar Ghani Fauzi mengatakan luasny wilayah Kabupaten Banjar dengan kondisi aksesibilitas sebagian wilayah yang sangat sulit, menjadi penghambat tersendiri upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Barakat.

Namun pihaknya secara berkala dan bertahap dari waktu ke waktu terus berupaya mengatasi berbagai persoalan kependidikan. Mulai kurangnya tenaga pendidikan (guru), kualitas sumber daya pendidik, hingga sarana dan prasarana pendidikan seperti perbaikan gedung sekolah dan penunjang lainnya.(rendy/trb)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 5
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    5
    Shares
-->