Connect with us

Kota Banjarmasin

Rehap Pasar Ujung Murung dan Sudimampir, Pemko Akan Sosialiasi ke 1.000 Pedagang

Diterbitkan

pada

Pemko Banjarmasin akan merehab dua bangunan pasar di Banjarmasin Foto: mario

BANJARMASIN, Pemko Banjarmasin terus mematangkan rencana penataan dua pasar yakni Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir. Salah satunya memantapkan sosialisasi kepada pemilik toko yang berjumlah kurang lebih 1.000 toko untuk kedua pasar yang menjadi ikon Kota Banjarmasin tersebut.

Rakor dipimpin langsung Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah dengan Tim Sosialisasi yang terdiri dari 10 SKPD yang dikoordinasi Diskominfo Banjarmasin di Ruang Rapat Wakil Walikota Banjarmasin, Senin (19/11).

Hermansyah menyampaikan, penataan ini sudah sangat lama ingin ia wujudukan. “Keinginan penataan ini sudah lama mau kita realisasikan. Sejak adanya DED yang sudah ada di Tahun 2016” jelasnya.

Tim Sosialisasi pun diminta H Hermansyah untuk bergerak cepat memberikan sosialisasi dan informasi kepada pemilik toko di dua pasar tersebut. Hal ini agar menjadi pasar yang lebih baik dari sebelumnya. Karena seperti diketahui bahwa dua pasar ini merupakan ikon Kota Banjarmasin yang mana pusat perbelanjaan terbesar di Kalimantan.

Tim penataan pasar terbagi atas tiga tim, yaitu tim pemetaan, tim relokasi, dan tim sosialisasi. Langkah penataan dan renovasi akan dilakukan Pemko Banjarmasin untuk dua pasar legendaris di daerah tersebut. Dua pasar itu yakni, Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir yang selama ini kondisinya sudah cukup krodit. Harapannya, dengan renovasi yang akan dilakukan pada 2019 nanti kondisi pasar tradisional tersebut akan lebih tertata.

Guna kebutuhan renovasi ini, sementara para pedagang akan direlokasi. Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah mengatakan akan melakukan pendataan ulang untuk memperjelas status HGB dan HPL pedagang di Pasar Ujung Murung dan Pasar Sudimampir.

Sebelum direnovasi, Pemko Banjarmasin terlebih lebih dulu mencari lokasi sementara untuk relokasi pedagang pasar. Selain itu, kata dia, pemerintah mesti tahu kejelasan status lahan kedua pasar tersebut. “Karena sebagian masih ada warga yang memiliki surat hak milik, jadi akan kami proses selanjutnya untuk mencari tahu kebenaran status lahan pasar ini,” ucap Hermansyah.

Pemko Banjarmasin akan menyerahkan ke investor swasta untuk merehab kedua pasar itu sesuai perizinan dan aturan yang telah dikaji. Pasar Ujung Murung dan Sudimampir memang lokasinya strategis di pusat Kota Banjarmasin. “Sebagaimana kita ketahui di dua pasar yang akan diremajakan ini dipilih karena disana merupakan pusat grosir bersejarah untuk Banjarmasin,” ungkapnya.

Potensi Pasar Sudimampir sebagai sektor penggerak perekonomian daerah memang tak terbantahkan. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Khairil Anwar, mengatakan ke depan pemerintah memang sudah memiliki rencana untuk melakukan revitalisasi Pasar Sudimampir.

Alternatif revitalisasi berupa pembangunan fisik pasar menjadi lebih modern juga menjadi salah satu rencana yang dipertimbangkan pemerintah. Namun menurut Khairil Anwar, hal ini tentunya melibatkan berbagai pihak termasuk Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin, Badan Pertanahan Negara dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).

Ia mengaku, jika dari sektor-sektor lainnya sumbangan pendapatan asli daerah (PAD) dari khusus Pasar Sudimampir memang belum menjadi yang terbesar. Namun, dengan revitalisasi menjadi pasar yang lebih moderen, Ia optimis bisa genjot penerimaan PAD dari Pasar Sudimampir bisa lebih besar.(mario)

Reporter: Mario
Editor: Chell

Bagikan berita ini!