Connect with us

Bisnis

RedDoorz Tawarkan Liburan Ala SULTAN di Akhir Tahun dengan Diskon Menginap hingga 40%

Diterbitkan

pada

  • RedDoorz perkenalkan program promosi SULTAN, ‘Suka-suka Liburan Akhir Tahun’ untuk memudahkan para wisatawan tetap melancong di tengah kenaikan harga kamar hotel pada akhir tahun
  • Pada akhir tahun, peningkatan pemesanan kamar terus meningkat sebesar 28% per Desember 2018 dan RedDoorz hadir memberikan kemudahan berlibur bagi masyarakat dengan memberikan diskon menginap hingga 40%

Jakarta, 9 Desember 2019 – RedDoorz, platform pemesanan dan manajemen hotel terbesar dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia dan Asia Tenggara, memberikan penawaran menarik pada akhir tahun dalam program ‘SULTAN’, Suka-suka Liburan Akhir Tahun. Program SULTAN memberikan diskon hingga 40% berlaku pada setiap pemesanan kamar yang dilakukan di seluruh penginapan RedDoorz di Indonesia, pun berlaku bagi pengguna baru maupun lama. Mendukung berjalannya liburan akhir tahun dan menyambut Hari Raya Natal, periode pemesanan akan dilangsungkan mulai tanggal 4 – 18 Desember 2019, diikuti dengan periode menginap yang berlangsung pada 4 – 20 Desember 2019.

Sandy Maulana, Marketing Director RedDoorz Indonesia menjelaskan, “RedDoorz melihat tren bahwa terjadi peningkatan keinginan masyarakat untuk berlibur di akhir tahun yang menyebabkan melonjaknya harga beberapa variabel, termasuk harga kamar penginapan. Hal ini menyebabkan beberapa kalangan masyarakat menahan keinginannya untuk berlibur. Program SULTAN merupakan solusi yang diberikan RedDoorz untuk menjawab permasalahan tersebut agar masyarakat tetap #BisaAja bepergian dan berlibur menikmati akhir tahun bersama keluarga dan teman-teman. Pemberian diskon akhir tahun melalui SULTAN ini merupakan bagian dari kampanye #BisaAja yang RedDoorz jalankan di kuartal terakhir tahun ini sebagai bentuk perhatian RedDoorz kepada wisatawan dengan menjawab berbagai permasalahan perjalanan yang mereka hadapi terutama di akhir tahun.”

Berdasarkan data dari Google Trends pada Oktober 2019 yang lalu, terjadi pergeseran pola berlibur masyarakat. Terjadi peningkatan pola liburan yang lebih spontan, singkat, dan dekat atau yang populer dengan sebutan staycation sebesar 153% dari Januari 2018 hingga Juni 2019. Keinginan untuk berlibur tetap tinggi meskipun polanya bergeser, dari yang terencana dan berlibur dalam jangka waktu yang lebih lama, ke pola berlibur yang singkat, dekat, dan spontan. Hal ini terjadi karena terjadi peningkatan harga beberapa variabel berlibur yang terjadi beberapa waktu terakhir yang dirasakan masyarakat mulai dari tingginya harga tiket pesawat hingga penginapan. Google mencatat bahwa Jakarta, Bogor, dan Bandung merupakan kota

pilihan staycation terbesar masyarakat Indonesia, data ini sejalan dengan data yang RedDoorz miliki bahwa Jabodetabek dan Bandung merupakan dua kota dengan proporsi penginapan terbesar pilihan masyarakat dengan masing-masing persentase 23% dan 11%. Selain itu, terjadi tren peningkatan pemesanan kamar penginapan sebesar 28% pada Desember 2018 dan tren tersebut terus berlanjut hingga kini.

RedDoorz telah memiliki lebih dari 1200 properti di seluruh Indonesia yang tersebar di lebih dari 100 kota dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Dengan meningkatnya jumlah ketersediaan kamar yang ada, wisatawan memiliki begitu banyak pilihan penginapan di ratusan kota dengan harga terjangkau dengan memanfaatkan penawaran diskon hingga 40% dari program SULTAN alias Suka-suka Liburan Akhir Tahun dengan menggunakan kode promosi BISAAJA25 ketika melakukan pemesanan di website RedDoorz atau aplikasi RedDoorz.

 

RedDoorz menyederhanakan proses pencarian, pemesanan, dan pembayaran untuk konsumen melalui aplikasi seluler dan situs website RedDoorz, sehingga Anda dapat meminimalisir hambatan yang terjadi pada proses perjalanan. Dengan aplikasi seluler yang intuitif dan mudah digunakan, wisatawan dapat memesan hotel RedDoorz hanya dalam tiga klik, dan memiliki ketenangan pikiran saat memesan langsung dengan perusahaan. Aplikasi seluler, yang tersedia dari Google Play dan iOS App Store Apple, juga memungkinkan mereka untuk memilih jenis pembayaran yang diinginkan dari kartu kredit, kartu debit dan layanan pembayaran digital terkemuka dan dompet elektronik.

Reporter : Rls
Editor : kk

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bisnis

Pegawai Hotel Terancam Tak Dapat THR Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ilustrasi uang THR. Foto: Shutterstock

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengakui kemungkinan tak semua pelaku usaha hotel bisa membayarkan kewajiban Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri menyusul banyaknya usaha yang melambat dan bahkan tutup akibat virus corona.

“Kalau hotel kemungkinan besar yang masih bisa membayar THR jumlahnya sedikit. Dan itu kemungkinan juga tidak penuh karena seperti tadi saya bilang, kalau tidak ada cashflow-nya, apa yang mau diberikan. Masalah besarnya di situ,” katanya di Jakarta, Selasa (7/4/2020).

Hariyadi mengungkapkan hingga Senin (6/4/2020) sore telah menerima laporan sebanyak 1.266 hotel tutup karena terdampak mewabahnya COVID-19.

Meski belum ada data spesifik mengenai jumlah karyawan yang terdampak penutupan hotel, ia memperkirakan sebanyak lebih dari 150 ribu karyawan ikut kena imbasnya.

Menurut Hariyadi, selama ini usaha perhotelan tidak pernah bermasalah mengenai pembayaran THR. Namun, kondisi kali ini sangat luar biasa dampaknya bagi industri tersebut.

Terhadap karyawan dari 1.266 hotel yang tutup, semua karyawannya kini berstatus cuti di luar tanggungan perusahaan.

Pengusaha hotel tidak mengambil jalan pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaan tidak memiliki dana untuk memberikan pesangon.

“Jadi (karyawan yang dirumahkan) tidak ada pendapatan. Makanya itu sangat buruk. Karena perusahaan memang tidak punya dana lagi. Maka pemerintah kalau mau beri stimulus, stimulusnya kepada pekerja (yang dirumahkan) itu,” katanya. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Sri Mulyani: Dampak Virus Corona Melebihi Krisis 1998!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Sri Mulyani menyebut krisis ekonomi akibat virus corona melebihi 1998. Foto: suara

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan dampak penyebaran virus corona terhadap ekonomi akan lebih kompleks dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada 1997-1998 dan 2008-2009. Pasalnya, wabah tersebut tak hanya berdampak pada nyawa manusia tapi juga hampir seluruh sektor ekonomi.

“Kami sampaikan virus corona jauh lebih kompleks dari 1997-1998, karena saat itu kami tahu penyebab dan bisa menahan. Kalau yang virus corona belum tahu penahannya apa,” kata Sri Mulyani melalui video conference, Senin (6/4/2020).

Sri Mulyani menuturkan dampak ekonomi virus corona juga lebih kompleks dari krisis ekonomi 2007-2008 lalu. Sebab, saat itu hanya sektor keuangan yang terkena dampak dari krisis ekonomi yang terjadi. “Saya sampaikan virus corona jauh lebih kompleks dari 2008-2009 karena mengancam manusia, mematahkan seluruh fondasi ekonomi di seluruh negara dan gejolak di pasar modal yang tidak ada jangkar,” papar Sri Mulyani dilansir CNNIndonesia.com

Sejauh ini, kata Sri Mulyani, belum ada pihak mana pun yang bisa memastikan kapan tepatnya penyebaran virus corona akan berakhir, baik di Indonesia maupun secara global. Semua, hanya bisa memprediksi. “Tidak ada yang tahu kapan virus corona berhenti,” imbuhnya.

Diketahui, virus corona mulai mewabah di China pada Desember 2019 lalu. Kemudian, penyebarannya semakin masif ke beberapa negara pada awal 2020 dan masuk ke Indonesia pada Maret 2020.

Saat ini, jumlah kasus di Indonesia tercatat terus meningkat setiap hari. Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona bertambah menjadi 2.491 orang pada Senin (6/4/2020).

Pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk melakukan aktivitas dari rumah, seperti bekerja, sekolah, dan ibadah. Hal ini demi mengurangi risiko penularan virus corona. Akibatnya, aktivitas ekonomi terganggu karena mayoritas masyarakat kini berada di rumah. Berbagai pusat perbelanjaan pun memutuskan untuk menutup sementara operasionalnya, sehingga pendapatan manajemen dan berbagai tenant pun otomatis menurun.

Selain itu, sejumlah perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertrans)DKI Jakarta mencatat terdapat 16.056 pekerja di ibu kota yang terkena PHK pada Sabtu (4/4). (cnnindonesia)

 

Editor : CNN

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Bisnis

Awal Pekan Rupiah Dibuka Melempem Rp 16.556 Per Dolar AS

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Petugas menunjukan mata uang dolar AS di Ayumas Money Changer, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). Foto: Suara.com/Alfian Winanto

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS pada awal pekan hari ini kembali tak berdaya, mata uang garuda melempem.

Mengutip data kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR) Senin (6/4/2020) tepat pada pukul 10.00 WIB nilai tukar rupiah berada di posisi Rp 16.556 posisi ini lebih lemah dibandingkan pada hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.464.

Sementara data dari RTI nilai tukar mata uang garuda juga ikutan melempem dengan di level Rp 16.500 atau melemah 75 poin atau 0,46 persen.

Mengutip Bloomberg dollar index, rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 70 poin atau 0,43 persen ke level Rp 16.500 per dolar AS. Rupiah bergerak di kisaran Rp 16.450-Rp 16.500 per dolar AS.

Sementara itu, Yahoo Finance mencatat Rupiah melemah 60 poin atau 0,37 persen ke level Rp 16.460 per dolar AS. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 16.460-Rp 16.460 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi pergerakan nilai tukar rupiah pada awal pekan ini masih akan bergerak menguat terhadap dolar AS.

Menurut pengamatannya, terdapat sentimen positif yang didorong karena data tingkat kematian akibat wabah Covid-19 menurun di beberapa negara pusat pandemi seperti AS, Italia, Spanyol, dan negara Eropa lainnya.

Data ini bisa diartikan bahwa masa puncak pandemi mungkin akan segera berlalu.

Selain itu, pergerakan aset berisiko pagi ini dengan indeks saham seperti Nikkei dan Hangseng bergerak positif, demikian juga indeks saham berjangka Amerika Serikat

“Hari ini, Rupiah mungkin bisa turut menguat mengikuti sentimen positif pasar. Potensi rupiah di kisaran Rp 16.300-Rp 16.500,” kata Aris dalam riset hariannya, Senin (6/4/2020). (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->