Connect with us

Kesehatan

Rawat Jalan di Kantor Perwakilan, Seminggu Sekali Alfatih Dikunjungi Tim RSCM

Diterbitkan

pada

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah. Foto : rendy

MARTAPURA, Balita pengidap jeune syndrom (rongga dada sempit), Muhammad Alfatih, menjalani rawat jalan di kantor perwakilan Kabupaten Banjar di jalan Tebet Barat Darat Raya, Jakarta.
“Alhamdulillah Alfatih sudah dilakukan rawat jalan yang ditangani Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), semua ini berkat pemerintah daerah dan kebijakaan Bupati Banjar,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah.
Meski kondisinya berangsur membaik, anak laki-laki warga Mataraman, Kabupaten Banjar itu, masih membutuhkan penanganan medis berkelanjutan. Apalagi sejak beberapa pekan silam bocah laki-laki itu sempat terserang diare. Bahkan hingga saat ini kadang Alfatih masih kerap buang air besar (BAB) berlebihan.
“Sebenarnya yang bersangkutan masih belum dikatakan sehat sepenuhnya, sehingga perlu perawatan khusus, jadi tim RSCM satu minggu sekali akan melakukan kunjungan ke kantor perwakilan Kabupaten Banjar,” akunya.

Balita pengidap jeune syndrom (rongga dada sempit), Muhammad Alfatih

Hingga sekarang Pemkab Banjar, terus berupaya memfasilitasi pengobatan Alfatih. Termasuk dalam pendanaan, kini sedang diupayakan menghimpun bantuan dari pihak ketiga. Perhatian besar terhadap Alfatif juga ditunjukkan langsung orang nomor satu di Kabupaten Banjar H Khalilurrahman.
“Untuk fasilitas balita sejak 11 Desember 2017 tersebut sudah terjamin, namun hingga sekarang masih terus dibantu oleh pemerintah Kabupaten Banjar,” pungkasnya.
Seperti telah diwartakan Kanal Kalimantan beberapa waktu lalu, pihak manajemen RSCM melakukan pelatihan khusus terhadap orang tua Alfatih, mengenai tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).
Alfatih telah mejalani penanganan medis secara intensif di RSCM sejak 20 Mei 2018 lalu. Perawatan Alfatih masih cukup lama karena penyakit yang diidap adalah penyakit langka yang memerlukan penanganan khusus.
Selama itu pula Pemkab Banjar membantu biaya hidup orang tua Alfatih di Jakarta. Dinkes Banjar beberapa bulan lalu juga menginisiasi penggalangan dana kemanusiaan untuk pembelian ventilator seharga Rp 200 juta. Langkah ini dilakukan karena aturan pengelolaan keuangan tak memungkinkan untuk menyalurkan dana hibah dalam jumlah besar. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->