Connect with us

Hukum

Polres Banjar Amankan Pemilik Pangkalan Elpiji 3 Kg yang Jual Diatas HET

Diterbitkan

pada

Polres Banjar mengamankan pemilik pangkalan gas elpiji yang menjual di atas HET Foto: Devi

MARTAPURA, Masih langkanya gas elpiji 3 Kg di sejumlah lokasi ternyata dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab untuk mengeruk keuntungan pribadi. Tapi alih-alih untung, hasilnya malah buntung. Ya, gara-gara menjual elpiji 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Masrawan (61) selaku pemilik pangalan gas di Desa Antasan Senor, Kecamatan Martapura Timur, harus berurusan dengan polisi.

Polres Banjar, Jumat (2/3) tadi menangkap pria tersebut. Hal ini, lantaran Masrawan menjual elpiji 3 Kg dengan harga Rp 22 ribu. Padahal harga tertinggi yang ditetapkan hanya Rp 17.500. Ada sebanyak 50 tabung gas yang disita bersama dengan diamankannya pelaku.

“Dia (Masrawan) kita amankan bersama gas elpiji sebanyak 50 tabung,” kata Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete.

Sementara itu, Masrawan sendiri mengaku menyesali perbuatannya. Dia berjanji tak akan melakukan lagi, dan berharap rekan-rekannya tak melakukan hal yang sama. “Mudah-mudahan pangkalan lain tidak seperti saya menjual diatas pasaran. Banyak yang lain pangkalan bahkan diatas harga yang saya jual,” ungkapnya.



Di tempat terpisah, Asisten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi Pemko Banjarmasin, Hamdi sudah merekomendasikan penutupan delapan pangkalan elpiji 3 Kg karena terindikasi melakukan penyelewengan distribusi. Kelakuan ini mengakibatkan kelangkaan dan melonjaknya harga gas yang terjadi saat ini.

Penutupan itu atas dasar laporan dari pihak kepolisian bahwa delapan pangkalan elpiji 3 Kg kerap melakukan penimbunan dan hanya menjual kepada beberapa warga tertentu dengan harga tinggi. “Oknum yang bersangkutan juga menjual elpiji ke daerah lain sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di daerah tersebut untuk meraih keuntungan,” kata Hamdi.

Tingginya harga elpiji 3 kg saat ini memang membuat banyak orang mengelus dada. Kejadian ini, bahkan sudah terjadi sejak Imlek bulan lalu. Maka, warga dengan penghasilan pas-pasan seperti Isna, berfikir menggunakan alternatif lain dengan kembali menggunakan minyak tanah atau pun kayu bakar.

Terkait masih langkanya elpiji 3 kg, Komisi II DPRD Kalsel beberapa waktu lalu melakukan inspeksi mendadak di SPBE PT Jambo Mutiara Permata (JMP) yang terletak di Jalan Gubernur Subardjo Km 11 Lingkar Selatan Banjarmasin.  Inspeksi mendadak (sidak) dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suwardi Sarlan dan anggota Yadi Ilhami beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Hiswanamigas Provinsi Kalsel.

Manager Operasional PT Jambo Mutiara Permata, Muhammad Ghani, menjelaskan tiap hari sudah melakukan pengiriman rata-rata perhari sebanyak 40 truk. Dalam satu truk memuat sekitar 560 tabung gas elpiji 3 Kg.

“Satu agen bisa dua kali pengisian. Sebanyak 35 truk pengiriman dalam sehari jika kondisi normal. Jumlah yang mengambil 12 agen yang terdiri 11 agen Banjarmasin dan 1 agen Tanahlaut. Ada 34 truk untuk agen Banjarmasin, 1 truk ke Tanahlaut,” jelasnya.

Komisi II juga memantau warga Banjarmasin Selatan antre di pangkalan Pekauman dengan membawa bon gas elpiji 3 kilogram yang dibagikan Ketua RT masing-masing dikenakan untuk 1 hari saja. Tapi, fakta di lapangan harga elpiji masih melambung tinggi. (hendera)

Reporter : Hendera
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->