Connect with us

Kota Banjarbaru

Pemprov Kalsel Percepat Pemantapan Mutu Eksternal, Ini Pemicu Beda Hasil Swab PCR

Diterbitkan

pada

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel M Muslim Foto: dok Kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Kontroversi beda hasil tes Swab PCR yang dilakukan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), membuat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muslim, turut angkat bicara.

Ia membeberkan bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti terjadinya perbedaan hasil Swab PCR tersebut yakni dengan meminta pembina pusat untuk kembali melakukan Pemantapan Mutu Eksternal.

“Kita akan meminta ke pusat untuk mempercepat Pemantapan Mutu Eksternal ini agar memastikan semua laboratorium pemeriksaan yang ada di Kalsel ini sudah standar atau belum. Walaupun sebenarnya pemantapan mutu ini sudah rutin dilakukan sejak dulu,” katanya.

Terjadinya perbedaan hasil tes, ujar Muslim, memang bisa saja terjadi. Namun sebelum itu katanya harus dilihat juga dari kasusnya dulu, apakah sampelnya sama dan berapa jeda waktu antar pemeriksaannya.



 

“Kita harus lihat apakah sampelnya itu sama atau berbeda, termasuk juga jeda waktunya. Faktor lain yakni keberadaan jumlah virusnya. Ini bisa memengaruhi perbedaan. Intinya tidak bisa vonis langsung hasil di lab rekomendasi pemerintah akurat atau tidak begitupun juga di lab milik swasta,” jawabnya.

Kemudian untuk kemungkinannya terjadi perbedaan, Muslim menyebut juga bisa dipengaruhi oleh faktor di fase pemeriksaan. Misalnya yang cukup rentan katanya di fase Pra Analytic ketika di laboratorium pemeriksaan. Apakah itu di laboratorium rekomendasi pemerintah atau milik swasta sekalipun

Pra Analytic ini paparnya merupakan tahap awal dari tiga tahap yang jadi SOP dalam memeriksa dan mementukan hasil pemeriksaan PCR. Fase Pra Analytic ujarnya adalah di tahapan menyiapkan peralatan, pengambilan sampel lendir dan juga distribusi sampel spesimen yang diperiksa.

“Memang potensi kesalahan bisa terjadi di fase Pra ini, apakah kesiapan alatnya, orang yang mengambil sampelnya atau ketika distribusinya. Karena tahap kedua itu sudah masuk pemeriksaan di lab, ada alat khususnya, ada reagennya dan ada orang yang mengujinya,” ceritanya.

Dilanjutnya, untuk tahap tiga adalah pasca analytic yang merupakan pencatatan dan pelaporan soal laporan hasil pemeriksaannya. Ini katanya sudah ditangani oleh pemeriksa ahli dalam menentukannya.

“Kemungkinannya bisa di Pra Analytic tadi, faktor-faktor ini harus terkendali, karena faktor-faktor inu bisa menimbulkan kesalahan makanya harus ada kendali mutu, lab wajib punya kendali mutu, ini yang kita monitoring dan evaluasi juga,” bebernya.

Terakhir, walau ada ditemui beberapa perbedaan hasil, Muslim tak ingin ujug-ujug memvonis soal ada kesalahan atau tidak. Saat ini timnya katanya sedang melakukan kajian dan monitoring untuk menyikapi hal ini.

“Ada beberapa informasi yang belum bisa kami klarifikasi, kami masih lakukan kajian dan evaluasi di lapangan. Sembari tadi juga meminta agar pemantapan mutu bisa dipercepat oleh tim pusat,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/Al/kk)

 

Reporter : kk
Editor : Cell

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->