Connect with us

Kab. Kotabaru

Pemilu 2019 Memakan Banyak Korban, HMI Kotabaru Gelar Aksi Damai

Diterbitkan

pada

Aksi damai puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Selasa (21/5). Foto : rico

KOTABARU, Halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotabaru menjadi pusat aksi demonstrasi puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Selasa (21/5).

Dalam aksinya, puluhan mahasiswa ini melakukan tabur bunga sebagai tanda berkabung atas gugurnya para petugas selama penyelenggaraan Pemilu 2019. Uniknya, dalam aksi ini juga turut ditampilkan keranda mayat dan nisan.

Selain wujud keprihatinan, HMI Kotabaru rupanya turut mengapresiasi dedikasi kinerja aparat yang menciptakan aman, aman, dan kondusif selama tahapan Pemilu 2019. 

Koordinator aksi damai HMI, Wahid Hasyim mengungkapkan, penyelenggaran pemilu 2019 terlalu banyak memakan korban. Menurutnya, sistem pemilu serentak kali ini mengakibatkan tingkat kelelahan yang luar biasa pada penyelenggara pemilu di tingkat bawah.

“Ini adalah wujud kepedulian dan solidaritas kami melihat kondisi yang sekarang, mengingat banyaknya pahlawan Pemilu yang meninggal dunia, dan kami dari HMI Kotabaru menyampaikan belasungkawa atas peristiwa itu,” tegas Wahid Hasyim.

Dari data Kementerian Kesehatan melalui dinas kesehatan tiap provinsi mencatat petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit sudah mencapai 11.239 orang dan korban meninggal 527 jiwa. 

Data tersebut berdasarkan siaran pers Kementerian Kesehatan yang diterima di Jakarta, Kamis (16/5/2019). Jumlah korban sakit dan meninggal tersebut hasil investigasi Kemenkes di 28 provinsi per tanggal 15 Mei 2019. Terkhusus untuk di Provinsi Kalimantan Selatan tercatat 8 jiwa yang meninggal dunia.

HMI berharap kejadian ini menjadi pelajaran untuk penyelenggaraan pemilu berikutnya. Pihaknya pun meminta KPU mengusut kematian massal petugasnya lewat pembentukan tim investigasi.

“Kami berharap ini bisa di usut tuntas, dan ada semacam pembentukan tim investigasi independen atau tim pencari fakta dari KPU untuk bisa mengusutnya dengan tuntas. Ini aksi damai, harapan kami jelas peristiwa seperti itu jangan sampai terulang kembali pada Pemilu yang akan datang,” harap Wahid.

Sementara itu, Ketua KPUD Kotabaru, Zainal Abidin, mengapresiasi demonstrasi HMI karena hal yang wajar penyampaian hak setiap warga negara. Pihaknya sudah berupaya menegakkan azas penyelenggaraan Pemilu dan menjaga sisi netralitas dalam penyelenggaraannya.

“Media massa, mahasiswa, masyarakat bahkan peserta Pemilu 2019 dan Bawaslu sudah melaksanakan tugasnya dalam melakukan pengawasan terhadap apa yang kami lakukan selama proses Pemilu ini,” jelasnya Zainal Abidin.

Dodi Rusmana, Komisioner KPUD Kotabaru, menambahkan massa HMI juga menuntut transparansi dan independen ketika proses seleksi petugas KPPS. “Yang pasti mereka datang karena solidaritas dan prihatin atas ratusan korban yang meninggal dunia,” tandasnya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->