Connect with us

Dispersip Kalsel

Pelatihan Pengolahan Bahan Pustaka, Kadispersip Kalsel: Gedung Megah, Perpustakaan Sekarang Berbasis Inklusi Sosial

Diterbitkan

pada

Dispersip Kabupaten Tanah Bumbu menggelar pelatihan pengolahan bahan pustaka tahun 2021, Rabu (28/7/2021). Foto: dispersipkalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar pelatihan pengolahan bahan pustaka tahun 2021, Rabu (28/7/2021).

Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan dan melestarikan bahan pustaka di Kabupaten Tanah Bumbu

Kepala Bidang Pengolahan Layanan Pelestarian Bahan Pustaka, Sartika Dewi mengatakan, pelatihan itu sekaligus untuk meningkatkan kualitas tenaga perpustakaan dalam hal pengolahan buku dalam melestarikan bahan pustaka.

Baca juga: PPKM Level 4 Dievaluasi Sepekan, Pj Gubernur: Bisa Turun Level Sebelum 8 Agustus 



 

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Nurliani Dardie mengatakan, Kabupaten Tanah sangat beruntung karena menjadi kabupaten pertama yang mendapatkan dana dari DAK (Dana Alokasi Khusus), bahkan untuk Provinsi Kalimantan Selatan, Tanah Bumbu adalah yang pertama.

Bunda Nunung –biasa disapa- berpesan agar gedung layanan Dispersip Tanbu yang megah ini bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk tempat berkegiatan masyarakat.

“Gedung perpustakaan yang sangat megah ini harus bisa diisi dengan kegiatan yang sifatnya menyalurkan kreatifitas, sesuai dengan hobi masing-masing, serta sesuai dengan kekhasan budaya masyarakat di Tanbu,” kata Kadispersip Kalsel.

“Perpustaan saat ini tidak hnya sekedar tempat untuk membca dan pinjam buku saja, tapi sekarang sudah seharusnya bertransformasi menjadi wadah berkegiatan menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” beber Bunda Nunung.

Masih menurut Bunda Nunung, perpustakaan berbasis inklusi sosial adalah perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan Hak Azasi Manusia (HAM).

“Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan,” pungkasnya.

Baca juga: Suplai dari Pusat Lambat, Capaian Vaksinasi Daerah Rendah

Sementara itu, Plt Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanbu, M Yusri mengatakan, kegiatan pengolahan buku digelar guna menambah pengetahuan tentang kualitas tenaga perpustakaan dalam pengolahan buku dan bahan baca.

Ia meminta seluruh peserta untuk mengikuti dengan serius, sesudah mengikuti pelatihan tersebut hendaknya mempraktekkan dan mengaplikasikan di masing-masing peserta bertugas.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanbu pada tahun ini juga akan meluncurkan e-Tanbu dan perpustakaan digital.

“Dengan adanya e-Tanbu dan perpustakaan digital itu akan mempermudah untuk mencari tentang buku-buku yang dibutuhkan,” sebut Yusri.

Adapun narasumber yang hadir pada kegiatan tersebut yaitu Kasi Deposit dan Pelestarian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, Jubaidah. (kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : rls
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->