HEADLINE
Para ‘Pengatur’ U Turn A Yani Dituding Bikin Kacau Lalin
Dishub Banjarbaru Imbau Pengendara Tak Beri Uang
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Aktivitas pengatur lalu lintas (lalin) tak resmi di putaran balik ruas Jalan A Yani ditangani serius Pemerintah Kota Banjarbaru.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru mempertimbangkan sejumlah persoalan yang sebelumnya dilakukan pengatur lalin tak resmi itu, hingga dirasa patut untuk ditertibkan.
Kepala Bidang (Kabid) LLAJ Dishub Banjarbaru, Adi Royan Pratama menyebutkan, salah satu persoalan yakni keberadaan para pengatur lalin sudah dianggap mulai meresahkan.
Baca juga: 15 Maret, Hari Hak Konsumen Sedunia

Kepala Bidang LLAJ Dishub Banjarbaru, Adi Royan Pratama. Foto: wanda
“Terutama oknum yang dalam berkegiatannya sambil mabuk minuman keras (miras) membuat mereka tidak terkontrol di tengah jalan,” ungkap Adi Royan Pratama kepada Kanalkalimantan.com, Jumat (15/3/2024) pagi.
Pihaknya menilai bahwa keberadaan pengatur lalin tak resmi itu sudah jauh dari unsur mengatur lalu lintas di jalanan.
Bahkan di satu sisi lagi mereka dianggap memberatkan dan mengacaukan arus lalu lintas.
“Kami menilai mereka sudah jauh dari unsur mengatur lalu lintasnya, dan bahkan mungkin sangat mengacau arus lalu lintas,” jelas Adi.
Baca juga: Pipa di A Yani Bocor, Pelanggan di Banjarmasin Barat dan Tengah Seret Air
Berdasarkan pertimbangan itu, Dishub Banjarbaru mencoba untuk mengintensifkan penanganan pengatur lalin yang kerap membantu pengendara berputar balik itu.
“Antara lain kami sudah menerjunkan personel yang ditempatkan ke titik-titik putar balik, pada jam jam tertentu juga yang kami anggap krusial untuk berjaga,” sebut dia.
Dalam penanganan para pengatur lalin di ibu kota ini, Dishub bekerjasama dengan Polres Banjarbaru untuk menertibkan beberapa orang yang bekerja di sejumlah titik U Turn.
Disebutkan Adi, dari pengakuan beberapa dari mereka, uang capek yang didapat per hari membantu pengendara berputar balik bervariasi setiap titiknya. “Dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per harinya,” sebut Adi.
Baca juga: Fasilitasi Pedagang Kecil di Bazar Ramadan Lanud Sjamsudin Noor
Dishub mengimbau kepada masyarakat Kota Banjarbaru ataupun masyarakat pengguna jalan A Yani agar tidak lagi memberikan uang pada pengatur lalin tak resmi itu.
Karena menurutnya, jika mereka terus melakukan kegiatan di saat masyarakat juga ikut memberikan uang, maka otomatis keberadaan pengatur lalin tak resmi itu akan selalu ada.
“Kami harapkan dengan masyarakat berhenti memberikan uang, sehingga keberadaan pengatur lalin tak resmi dapat diminimalkan,” tuntas dia. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Gadget3 hari yang laluASUS Luncurkan Dua Laptop Kreator Berbasis AI
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPerkuat Penanganan Pascabencana, Pemkab HSU Bentuk Tim Jitupasna
-
HIBURAN3 hari yang laluKilau Raya MNCTV 35 : Momen Spesial Iis Dahlia, Inul Daratista, dan Happy Asmara Bersama Orang Terkasih di ‘Harmoni Cinta’
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluDinas PUPR Kalsel Gelar Bimtek Ahli Perencanaan Tata Ruang Wilayah dan Kota
-
Hukum2 hari yang laluKasus Utang Piutang Berakhir Nyawa di Telaga Hanyar Terungkap, AS Diringkus Polres HSU
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSekda Banjar Pimpin Upacara Peringatan Hari Santri



