Connect with us

Kota Banjarmasin

Operasional Kapal Penyeberangan Tambahan Sempat Terhenti, Antre Truk Kembali Mengular

Diterbitkan

pada

Kapal penyeberangan tambahan yang berhenti operasi karena belum ada koordinasi dengan pihak Polsek. Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN– Operasional kapal penyeberangan tambahan yang baru didatangkan untuk mengurangi antre truk expedisi di kawasan Jalan Brigjen Hasan Basri, Kecamatan Banjarmasin Utara terpaksa dihentikan, Senin (25/1/2021) siang.

Padahal kapal tambahan LCT Kembang Ranisa itu baru tiga kali menyeberangkan truk expedisi dengan berbagai muatan dengan tujuan wilayah Kalteng.

Pemilik kapal, H Ranisa mengatakan, terhentinya jasa penyeberangan lantaran adanya petugas permintaan Bhabinkamtibmas yang bertugas dari Polsek Berangas. “Kata petugas yang datang tadi belum lapor ke Polsek dan Pembakal (Kepala Desa) setempat. Jadi terpaksa kami hentikan kapal LCT yang baru datang tadi,” ujarnya kepada Kanalkalimantan.com.

Dengan belum diizinkannya operasional kapal penyeberangan tambahan, antrean truk kembali menjalar di jalan Kayu Tangi Banjarmasin. Pada pukul 14.00 Wita, antrean truk dengan berbagai macam muatan sudah memanjang mulai dari depan RSUD Ansari Saleh sampai depan gerbang utama Universitas Lambung Mangkurat (ULM).



“Untuk sementara kita stop saja dulu, ikuti apa yang diinstruksikan aparat keamanan,” katanya.

Sementara itu, Kapolsek Berangas, Ipda Iman Juana menerangkan, penghentian yang dilakukan oleh petugas Bhabinkamtibmas tersebut dikarenakan belum ada konfirmasi dari pemilik kapal kepada pihak kepolisian.

“Bukan tidak memberi izin beroperasi, tapi pemilik kapal cuma belum ada konfirmasi saja dari pemilik kapal. Takutnya itu kapal milik orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya tidak akan menghalang-halangi proses penyeberangan yang dilakukan oleh kapal tersebut. Dengan catatan tidak ada komplain atau keberatan dari masyarakat sekitar. “Kalau sudah ada konfirmasi ke kita, dan tujuannya demi kebaikan bersama seperti kapal LCT sebelumnya silahkan saja,” jelasnya.

Ia juga menekankan, bahwa pihaknya tidak mematok syarat khusus untuk bisa mengoperasikan kapal ferry penyeberangan untuk truk angkutan. “Tidak ada syarat khusus, yang penting masyarakat di sekitar lokasi sana (Jalan Alalak Berangas) tidak keberatan. Kita hanya menunggu konfirmasi dari pemilik kapal,” imbuhnya.

Disamping itu, pihaknya juga membatasi waktu operasional penyeberangan, mulai dari pukul 08.00- 18.00 Wita. “Maksimal sampai jam 6 sore paling tidak sampai jam 7 malam, langsung saya tutup kalau sudah sampai batas waktunya,” tegasnya
Keputusan tersebut merupakan hasil dari kesepakatan bersama antara pihak pemilik kapal dan warga sekitar dengan pertimbangan waktu istirahat warga. “Apalagi di sana banyak warga yang sudah tua dan anak-anak yang perlu istirahat. Jadi kita batasi waktunya,” tandasnya.

Atas dihentikannya operasional kapal tambahan ini juga disayangkan oleh para sopir truk yang mengantre, “Sangat disayangkan sekali kapal tambahan guna mempercepat penyebrangan ke Alalak Brangas ini dihentikan, semoga bisa cepat diselesaikan perizinan oleh pemilih kapal dan pihak kepolisian,” harap Andi (32), sorang sopir muatan alat bangunan. (kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kota Banjarmasin

Pemko Banjarmasin Perpanjang PPKM Mikro, Camat Ditunjuk jadi Koordinator

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pemko Banjarmasin memutuskan memperpanjang PPKM Mikro dua pekan ke depan Foto: putra
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Upaya menekan kasus penyebaran Covid-19 terus dilakukan Pemko Banjarmasin dengan kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro selama dua pekan ke depan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli mengatakan, PPKM berskala mikro diperpanjang hingga 8 Maret mendatang.

“Perpanjangan waktu diputuskan untuk dua minggu ke depan, yaitu 24 Februari sampai dengan 8 Maret 2021,” tuturnya, Rabu (24/2/2021).

Machli juga mengatakan bahwa dalam perpanjangan PPKM berskala Mikro jilid II di Banjarmasin tersebut merujuk Instruksi Mendagri dan juga hasil rapat Satgas Covid-19 Banjarmasin.



Terlebihnya, dalam hasil rapat evaluasi PPKM berskala mikro jilid I tersebut, Machli mengatakan pelaksanaannya terdapat beberapa kekurangan.

Menyikapi hal tersebut Machli menuturkan dalam pelaksanaan PPKM jilid II ini akan disempurnakan dengan cara tambal sulam untuk pelaksanaan di hari ke depan.

Dalam pelaksanaan PPKM jilid II ke depanya sendiri, diungkapkan Machli, Pemko Banjarmasin menunjuk para Kepala Camat yang ada di Kecamatan Banjarmasin untuk menjadi koordinator pelaksanaan PPKM berskala Mikro jilid II di setiap Kecamatan.

“Dalam hasil rapat evaluasi PPKM berskala mikro jilid I tersebut terdapat beberapa kekurangan, dan saat PPKM berskala mikro jilid II ini sudah menunjuk kepala camat yang ada di Banjarmasin untuk menjadi Koordinator,” bebernya.

Dijelaskan Machli, bahwa pelaksanaan PPKM berskala mikro jilid II tersebut, para camat yang di tunjuk sebagai koordinator kegiatan masyarakat, serta memberikan penguatan sosialisasi dan penegakan hukum di pelaksanaannya.
Terkait dalam penegakan PPKM berskala mikro jilid II tersebut, dikatakan Machli bahwa tetap akan ada penindakan operasi razia penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19.

Dan berharap, dalam perpanjangan masa PPKM mikro di Kota Banjarmasin ini dapat mengurangi penyebaran Covid-19 selama dua minggu ke depan.(Kanalkalimantan.com/putra)

 

Reporter : Putra
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kota Banjarmasin

Tindak Lanjuti Instruksi Kapolri, 100 Anggota Polresta Banjarmasin Dites Urine

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

pelaksanaan tes urine yang digelar jajaran Polresta Banjarmasin, Selasa (23/2/2021) Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 100 anggota Polresta Banjarmasin di-tes urine, Selasa (23/2/2021). Langkah ini menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pasca kasus yang menimpa bekas Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi bersama 11 anak buahnya yang kedapatan pesta narkoba.

“Kami tegas sesuai instruksi Bapak Kapolri, bagi anggota yang terlibat narkoba baik pengguna apalagi pengedar, akan dipidana dan dipecat,” tegas Kapolresta Banjarmasin, Kombes Rachmat Hendrawan.

Tak hanya anggota bintara, jajaran perwira dan juga Kapolresta sendiri turut di-tes urine.



Kombes Rachmat mengakui, tidak semua personel bisa dilakukan tes urine karena keterbatasan alat.

“Jadi kita ambil acak di setiap Satker dan Polsek jajaran. Hasilnya negatif semua. Tapi nanti agar adil akan kita tes urine semuanya,” katanya.

Kapolresta pun mengimbau kepada seluruh anggota untuk tidak mencoba terlibat dan bermain-main dengan narkotika. Karena jika ketahuan, maka pihaknya akan memberikan sanksi hingga pemecatan.

“Di tengah peredaran narkotika yang cukup tinggi di Banjarmasin kita memiliki komitmen yang tinggi dalam pemberantasannya. Jadi jangan ada anggota yang coba bermain-main, karena akan kita pantau dan yang kedapatan akan kita sanksi tegas,” pungkasnya.(Kanalkalimantan.com/Tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->