Connect with us

Kota Banjarbaru

Nasib Para Porter di Bandara Syamsudin Noor Pasca Kebijakan Bagasi Berbayar

Diterbitkan

pada

Para porter di bandara Symsudin Noor yang kini sepi peminat. Foto : mario

BANJARMASIN, Mudik lebaran nampaknya tidak menjadi berkah bagi para pekerja porter di bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru. Melonjaknya jumlah penumpang di bandara untuk pulang kampung ternyata tak berdampak signifikan terhadap jasa mereka. Kebijakan pengenaaan bagasi berbayar untuk penumpang menyebabkan pemudik lebih irit membawa barang bawaan. Walhasil, tenaga porter pun tak laku lagi.

Avandi, salah satu porter di Bandara Syamsudin mengatakan,tahun ini keuntungan mereka sedikit jika diandingkan tahun kemarin. Ia bersama teman-temannya hanya duduk di salah satu sudut bandara bersama melihat para penumpang yang datang ke bandara tanpa berniat sedikit pun menawarkan jasa.

Hal ini dikarenakan bagasi berbayar yang diterapkan oleh Lion Air, yaitu Rp 20 ribu/kg.

“Orang sekarang banyak gak mau, karena bagasi juga bayar. Jadi mereka juga bawa barang secukupnya saja,” jelas Avandi.

Beda halnya di masa ketika para jasa para porter sangat dibutuhkan. Seharinya mereka bisa mendapat tujuh hingga delapan penumpang. Tapi saat ini mereka hanya bisa mendapat dua hingga tiga penumpang saja.

Pemberlakuan tarif bagasi tentu sangat terasa dampaknya bagi hampir 60 lebih porter di Bandara Syamsudin Noor. Pora porter itu berharap jasa angkutan di Bandara ini tetap bisa eksis untuk kebutuhan hidup mereka.

Diakuinya di hari biasa saja mencari penghasilan yang cukup saja sudah susah. Ditambah dengan kebijakan bagasi berbayar, maka semakin menyulitkan lagi. “Saya berharap Pak Menteri Perhubungan persoalan ini bisa dikembalikan seperti semula,” tutupnya. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->