Connect with us

Kab. HST

Modus Tanya Alamat, DN dan RE Preteli Perhiasan Emas, Korban Dilepas di Jalan

Diterbitkan

pada

Konferensi pers di halaman Mapolres HST, Senin (12/11) pukul 14.30 Wita. Foto : polres hst

BARABAI, Unit Resmob Polres HST berhasil meringkus 2 pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan yang terjadi pada Kamis 20 September 2018. Dengan modus menanyakan arah dan alamat, benda berharga korban dirampas di dalam mobil para pelaku.

Dalam konferensi pers di halaman Mapolres HST, Senin (12/11) pukul 14.30 Wita, Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo SIK MH melalui Waka Polres HST Kompol Sarjaini didampingi Kasat Reskrim Iptu Sandi SH mengungkapkan, kedua pelaku berinisial DN (35) warga Jalan Ade Irma Suryani RT 06  Kelurahan Sungai Pinang Dalam Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kaltim dan RE (43) warga Jalan Lampihong RT 03 Kelurahan Lampihong, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan.

Dijelaskan, korban Norhayani (45) warga Jalan Brigjen H Hasan Baseri RT 005/002  yang sedang menyapu di depan rumah dihampiri 2 laki-laki tidak dikenal menggunakan mobil Avanza putih. Kedua laki-laki tersebut bertanya letak Mesjid Sulaha dan kemudian orang tersebut meminta korban untuk menunjukkan arah mesjid tersebut.

“Para pelaku ini meminta korban menunjukan arah ke Mesjid Sulaha. Korban disuruh ikut ke dalam mobil yang digunakan pelaku,” ungkap Kompol Sarjaini.

Namun belum sampai di Mesjid Sulaha, di tengah perjalanan korban diminta serahkan perhiasannya. Kedua pelaku berhasil menggasak 1 buah kalung emas dan mata kalung seberat 55 gram, 1 buah gelang emas seberat 50 gram, dan 1 buah cincin seberat 2 gram.

“Setelah mendapatkan perhiasan korban, kedua pelaku langsung menurunkannya di pinggir jalan yakni jalan Ir HPM Noor Kecamatan Barabai,” lanjut Wakapolres HST.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp 60 juta, dan melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polres HST. Tidak ingin membuat masyarakat resah, Unit Resmob Polres HST melakukan pengejaran terhadap kedua lelaki tidak dikenal tersebut. Alhasil, pada Senin (12/11) pukul 12.15 Wita DN dan RE diringkus di jalan Ir HPM Noor Kecamatan Barabai, HST -depan Pasar Garuda-.

Kedua pelaku diamankan ke Polres HST bersama 1 Toyota Avanza warna putih nopol KT 1853 ML dan 1 STNK mobil. Polisi juga amankan 1 jam tangan warna kuning tua merk Diesel, 1 jam tangan warna hitam merk Alexander Christie yang diduga merupakan hasil kejahatan kedua pelaku.

Waka Polres HST Kompol Sarjaini menghimbau kepada masyarakat agar tidak memakai perhiasan yang berlebihan yang dapat menimbulkan terjadinya tindak pidana. “Ini menjadi pelajaran bagi kita, khusunya untuk kaum wanita agar jangan memakai perhiasan yang berlebihan. Karena hal itu dapat memancing tindak kriminalitas,” pungkasnya. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Kab. HST

Berstatus ODP, Anggota DPRD HST Tetap Berencana Kunker ke Luar Daerah

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua DPRD HST saat memberikan keterangan pada Konferensi Pers penanganan Covid 19 di Kantor Dinas Kesehatan HST. Foto : antara

KANALKALIMANTAN.COM, BARABAI – Berstatus orang dalam pemantauan (ODP), anggota DPRD Hulu Sungai Tengah (HST) tetap berencana melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi. Sesuai hasil rapat Badan Musyawarah (Banmus), beberapa anggota menjadwalkan kunjungan kerja perjalanan dinas mulai Hari Rabu (25/3/2020).

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang anggota Komisi III DPRD HST Hermansyah. Ia mengatakan ada jadwal bakal melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi. “Itu hasil Badan Musyawarah (Banmus) yang digelar awal bulan tadi. Namun apakah hasil Banmus itu masih disesuaikan atau tidak terkait virus corona ini masih belum diketahui. Belum tahu apakah bakal jadi berangkat atau tidak. Karena surat perjalanan dinas ditandatangani ketua,” ujarnya saat dikonfirmasi via telpon oleh Kalsel.Antaranews.com.

Dari info yang dihimpun, hasil Banmus awal bulan lalu sampai hari ini tidak diubah dan kemungkinan besar para anggota DPRD HST yang diperkirakan 12 sampai 13 orang akan tetap melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi namun ada juga yang memilih tidak ikut.

Karena pimpinan menyerahkan kepada para anggota DPRD tersebut, yang ingin tetap berangkat dipersilahkan dan yang tidak ikut perjalanan dinas pun dipersilahkan.

Sementara Ketua DPRD HST, H Rachmadi saat dikonfirmasi pada Konferensi Pers Gugus Tugas penanganan Covid 19 di Kantor Dinas Kesehatan HST, Selasa (24/3/2020) mengatakan tidak tahu kalau ada rencana perjalanan dinas ke luar provinsi.

“Kalau anggota dewan ingin bepergian ke luar daerah secara pribadi, itu hak mereka. Kita tidak bisa melarang namun kalau ingin melakukan perjalanan dinas sebaiknya ditunda dulu,” komentarnya.

Padahal sebelumnya, oleh Dinas Kesehatan beserta tim kesehatan setempat, mengimbau agar anggota DPRD HST untuk tidak melakukan kunjungan kerja dalam beberapa waktu. Imbauan tersebut disampaikan bukan tanpa alasan. Pasalnya, hampir seluruh anggota DPRD HST ditetapkan sebagai orang dalam pemantauan (OPD). Mengingat dari tanggal 11 hingga 15 Maret lalu, mereka melakukan perjalanan dinas ke daerah yang terjangkit Covid-19 yaitu Jakarta.

Perlu diketahui, status ODP, ditetapkan kepada mereka yang datang dari bepergian ke daerah yang diduga terjangkit Covid-19. Menekan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, pemerintah beserta dinas terkait, melakukan pemerikasaan awal kemudian melakukan pegawasan selama 14 hari sejak kedatangan yang bersangkutan.(antara)

Reporter : Antara
Editor : Antara

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Banjir di Kalsel Kategori Skala Besar, PUPR Kalsel: Penanganannya Perlu Anggaran Ratusan Miliar

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kota Amuntai terdampak banjir karena berada di muara dua sungai besar yakni Sungai Tabalong dan Sungai Balangan. foto : bpbd kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan mengakui banjir yang terjadi pada awal tahun 2020 ini masuk dalam skala besar. Berbagai penanganan banjir telah diwacanakan dengan mengalokasikan anggaran hingga ratusan miliar.

Kini, seluruh dinas-dinas teknis seperti Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Balai Wilayah Sungai (BWS) Barito, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta dinas teknis di kabupaten/kota telah dilibatkan dalam melakukan penanganan banjir di Kalsel.

Seluruh dinas ini dimotori Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Provinsi Kalsel. Dalam jumpa awak media yang digelar Selasa (11/2/2020) siang, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar menerangkan bahwa seluruh dinas teknis akan saling berkerjasama untuk menemukan jawaban dari peristiwa banjir yang terjadi.

“Kita bersama-sama akan mencari tahu apa permasalahan di lapangan. Kita ingin mencari informasi awal apa penyebabnya banjir, kondisinya seperti apa, bantuan seperti apa, dan apakah memang kondisi ini sudah biasa terjadi atau memang siklus beberapa tahunan,” kata Roy kepada awak media.

Hal yang pertama dilakukan Dinas PUPR Provinsi Kalsel yakni berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Barito selaku pemegang wewenang atas sejumlah sungai-sungai besar di Kalimantan Selatan. Adapun beberapa penanganan yang dilakukan, contohnya seperti sungai Batang Alai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) dan pembangunan Bendungan Jaro di Kabupaten Tabalong.

Salah satu ruas utama di kota Amuntai yang terendam banjir. foto: bpbd kalsel

Roy mengakui Balai Wilayah Sungai Barito telah memberikan beberapa usulan penanganan banjir dengan menggunakan alokasi anggaran yang cukup besar. Namun, anggaran tersebut dilakukan secara bertahap dan dilaksanakan sistem kontrak tahun jamak (multiyears contract).

Beberapa daerah masih dalam pengitungan anggaran. Namun, untuk penanganan banjir Barabai, Kabupaten HST telah diperhitungkan alokasi anggaran mencapai ratusan miliar.

“Untuk penanganan banjir di Barabai, Kabupaten HST informasinya tahun dialokasikan anggaran Rp 30 miliar. Kemudian, direncanakan untuk penyelesaiannya dan dibangunan beberapa kanal (saluran) itu kurang lebih Rp 350 miliar,” katanya.

Sementara penanganan banjir di Kabupaten Tabalong melalui pembangunan Bendungan Jaro, masih dalam tahap kajian. Rencananya, pada tahun 2020 ini, akan dilakukan pembebasan lahan lebih dulu. Sehingga pada tahun 2021, bangunan konstruksinya akan diusulkan kepada BWS.

“Bendungan Jaro masih dalam tahap kajian kita, designnya masih kita selesaikan. Nanti, pertengahan tahun 2020 ini sudah ketahuan berapa alokasi anggaran pembangunan bendungan tersebut,” tandas Roy. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Kab. HST

Setelah 2 SD Nyaris Terbakar, ‘Teror’ Pembakaran Sekolah Kini Sasar MIN 2 HST

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

------ Teks: MIN Bawan yang sempat terima isu teror pembakaran sekolah Foto: antara

KANALKALIMANTAN.COM, BARABAI– Setelah dua kasus teror percobaan pembakaran SDN 1 dan 2 Barabai Timur yang bersebelahan dengan Rumah Dinas Bupati HST saat peristiwa kebakaran di MAN 1 HST, Senin (3/2), kembali pada malam harinya sekitar pukul 22.00 wita MIN 2 HST yang dulu namanaya MIN bawan diteror akan dibakar.

Warga sekitar lingkungan MIN 2 HST, yang beralamat di jalan Brigjen H Hasan Basri Barabai, Bawan itu pun sempat dibuat geger dan melakukan penjagaan bersama pihak kepolisian di lingkungan sekolah.

Kepala Madrasah (Kamad), MIN 2 HST, Saberi menerangkan, usai mengikuti pengajian di Majelis Nurul Muhibbin, Dia mendapatkan telpon dari keluarganya bahwa ada info setelah MAN 1 HST, giliran MIN Bawan yang akan terbakar.

Mendengar laporan itu, dia pun panik dan langsung menghubungi pihak penjaga malam sekolah namun tidak diangkat, hingga akhirnya mendatangi langsung MIN 2 HST. Dia pun menghubungi rekannya di relawan kebakaran untuk memantau dan ternyata, info MIN 2 HST diteror akan dibakar itu cepat viral serta dibagikan ke beberapa grup WA relawan kebakaran.

“Di depan sekolah pun sudah ramai warga berkumpul melakukan penjagaan sejak pukul 24.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita dini hari,” katanya.
Dia mengatakan, saat ingin pulang ke rumah, sempat dipanggil pihak Polres HST untuk memberikan keterangan masalah teror itu.

Informasi teror tersebut, dia terima dari sang kakak ipar dan kakak iparnya itu sendiri mendapatkan informasi tersebut dari salah seorang rekannya yang tidak sengaja mendengarkan percakapan seseorang di sebuah warung jadi bukan dari telepon seseorang yang menerornya langsung.

Saberi menjelaskan, kalau teror melalui telpon, akan mudah polisi melacaknya, namun info yang didapatnya hanya sekedar perbincangan orang di warung saja.

Setelah aparat kepolisian mendengarkan dengan jelas duduk perkaranya, bahwa kabar itu hanya didapatkan dari keluarga yang juga didapat dari informasi yang tidak sengaja, maka pihak kepolisian hanya mengimbau agar sebaiknya Saberi mengamankan berkas-berkas penting untuk berjaga-jaga.

“Keesokan harinya, saya pun memerintahkan agar para dewan guru menyimpan berkas-berkas penting sekolah, terutama raport siswa agar dibawa pulang ke rumah guna antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Kapolres HST, AKBP Danang Widaryanto melalui PS Paur Subag Humas, Aipda M Husaini saat dikonfirmasi Antara menerangkan, pihaknya memang telah melakukan proses penyidikan terhadap beberapa sekolah yang diteror kebakaran. “Kita menghimbau kepada masyarakat untuk tenang dan sama-sama menjaga lingkungan tempat tinggal. Sementara kita Polres HST dan Polsek jajaran sudah melaksanakan Patroli rutin di tempat-tempat objek vital dan rawan kejahatan,” tuntasnya.

Perlu diketahui, pada Senin (3/2) dini hari lalu, teror musibah kebakaran terjadi di dua SDN di Kabupaten HST. Yakni, SDN 1 Barabai Timur dan SDN 2 Barabai Timur. Saat ini, pihak kepolisian masih mengusut kasus tersebut.

Di hari yang sama, namun pada waktu yang berbeda, tepatnya pada pukul 12.15 Wita, kebakaran hebat melanda MAN 1 HST. Pada musibah ini, ada sembilan bilik ruangan yang habis terbakar. Mulai dari ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium menjahit, ruang guru hingga kantin sekolah.(antara)

 

Editor : Antara

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->