Connect with us

HEADLINE

Maulid: Sejarah, Tradisi, dan Dalilnya

Diterbitkan

pada

Ziarah makam Nabi Muhammad SAW dan dua sahabatnya di Madinah, Arab Saudi. Foto: antara foto/aji styawan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM – Jika ditanya apa yang paling identik dari bulan Rabiul Awal maka sudah dipastikan jawabannya adalah peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang dikenal dengan Maulid Nabi. Saking identiknya peringatan ini, bulan Rabiul Awal sering dinamai bulan Maulid atau Maulud oleh umat Islam di Indonesia.

Pada tahun 1442 H kali ini, awal bulan Maulid bertepatan dengan hari Ahad Pahing (mulai malam Ahad), 18 Oktober 2020. Hal ini sesuai dengan hasil rukyah Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) berdasarkan hasil pengamatan sebagian perukyah yang menangkap adanya hilal pada Sabtu petang 29 Shafar 1442 H.

Walaupun Nabi Muhammad dilahirkan pada 12 tanggal Rabiul Awwal tahun 570 M di Makkah, namun tradisi Maulid tidak hanya diperingati pada tanggal tersebut saja. Para pecinta Nabi sudah memperingati momen agung ini setiap hari mulai dari awal sampai dengan akhir bulan. Bahkan ada yang melaksanakannya di luar bulan Rabiul Awal dan lebih dari itu ada pula yang menjadikan peringatan kelahiran Nabi sebagai acara di seluruh bulan.

Ini merupakan kecintaan atas anugerah datangnya manusia paling sempurna di muka bumi ini yang membawa risalah dari Allah SWT bagi manusia. Ekspresi kecintaan umat Islam di Indonesia pun diwujudkan dengan berbagai macam acara seperti pembacaan Barzanji (riwayat hidup Nabi), ceramah keagamaan, dan juga perlombaan, seperti lomba baca Al Qur’an, lomba azan, lomba shalawat, dan sebagainya.



Kemajemukan budaya bangsa Indonesia juga menghadirkan berbagai peringatan Maulid Nabi yang unik hasil perpaduan adat istiadat warga setempat. Masyarakat Madura memiliki tradisi Muludhen. Masyarakat Minang memiliki tradisi Bungo Lado. Warga Kudus mempunyai tradisi Kirab Ampyang. Dan, sebagian masyarakat lain menggunakan tradisi Grebeg Maulud.

Ahli Tafsir Al-Qur’an Prof Quraish Shihab mengungkapkan bahwa Maulid Nabi dirayakan dengan cara meriah baru dilaksanakan pada zaman Dinasti Abbasiyah, khususnya pada masa kekhalifahan Al-Hakim Billah. Menurutnya, inti dari perayaan Maulid Nabi adalah untuk memperkenalkan Nabi Muhammad SAW kepada setiap generasi. Kenal adalah pintu untuk mencintai. Sehingga dengan mengenal Nabi Muhammad SAW, maka umat Muslim bisa mencintainya.

Sementara Kiai Said menjelaskan bahwa Maulid Nabi merupakan sunah taqririyyah yaitu perkataan, perbuatan yang tidak dilakukan nabi, tetapi dibenarkan Rasulullah SAW. Memuji atau mengagungkan Rasullah SAW termasuk sunnah taqririyah karena tidak pernah dilarang oleh Rasulullah.

Ini terbukti saat salah satu sahabat yang bernama Ka’ab bin Juhair bin Abi Salma memuji-muji Nabi Muhammad dalam bait nadhom yang sangat panjang. Di hadapan Nabi Muhammad Ka’ab mengatakan bahwa Nabi Muhammad adalah orang hebat dan orang mulia. Mendengar pujian itu nabi tidak melarang, bahkan membenarkan. Malah Rasulullah memberi hadiah selimut bergaris-garis yang sedang Nabi pakai, yang dalam bahasa Arab dinamakan Burdah.

Sampai saat ini, burdah Nabi Muhammad pun masih ada dan diabadikan di Museum Toqafi Istanbul Turki. Itulah mengapa setiap ada qasidah atau syair yang isinya memuji Nabi Muhammad disebut qasidtul burdah.

Dalil Perayaan Maulid

Ternyata, memperingati Maulid bukan hanya dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW saja. Nabi Muhammad sendiri juga memperingati kelahirannya dengan berpuasa di hari Senin. Ketika ditanya oleh sahabat, “Kenapa engkau berpuasa ya Rasul? aku berpuasa karena di hari itu aku dilahirkan dan di hari itu pula lah aku mendapatkan wahyu pertama kali,” jawab Nabi.

Dalam artikel NU Online berjudul  Maulid Nabi Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah, disebutkan beberapa dalil syar’I peringatan Maulid dari Al-Qur’an dan Hadits. Di antaranya adalah firman Allah dalam QS Yunus ayat 58 yang artinya, “Katakanlah, dengan anugerah Allah dan rahmatNya (Nabi Muhammad Saw) hendaklah mereka menyambut dengan senang gembira.” (QS.Yunus: 58).

Menurut Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani Bergembira dengan adanya Nabi Muhammad SAW ialah dianjurkan berdasarkan firman Allah SWT pada surat Yunus ayat 58 ini. [Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani, Ikhraj wa Ta’liq Fi Mukhtashar Sirah An-Nabawiyah, hal 6-7].

Dalam kitab Fathul Bari karangan al- Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani diceritakan pula bahwa Abu Lahab mendapatkan keringanan siksa tiap hari senin karena dia gembira atas kelahiran Rasulullah.

Ini membuktikan bahwa bergembira dengan kelahiran Rasulullah memberikan manfaat yang sangat besar, bahkan orang kafirpun dapat merasakannya. [Ibnu Hajar, Fathul Bari, Juz 11, hal 431]. Riwayat senada juga ditulis dalam beberapa kitab hadits di antaranya Shohih Bukhori, Sunan Baihaqi al-Kubra dan Syi`bul Iman. [Maktabah Syamilah, Shahih Bukhari, Juz 7, hal 9, Sunan Baihaqi al-Kubra, Juz 7, hal 9, Syi`bul Iman, Juz 1, hal 443].   (nuonline/muhammad aizin)

Reporter : nuonline
Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Menkes: Mutasi Corona B117 Asal Inggris Ditemukan di Kalsel pada 6 Januari Lalu!

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Corona B117 Asal Inggris Ditemukan di Kalsel pada 6 Januari lalu Foto: ilustrasi kanal
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin membeberkan penemuan empat kasus baru mutasi virus corona B117 di Indonesia. Salah satunya di Kalimantan Selatan (Kalsel), meskipun yang bersangkutan dinyatakan sembuh.

Jumlah tersebut di luar dua kasus yang sebelumnya ditemukan di Karawang, Jawa Barat. Temuan didapatkan dalam kurun Januari hingga Februari 2021.

“Hasil kerja lab Kemenkes dengan Kemenristek/BRIN sudah menemukan 4 lagi terkonfirmasi [kasus B117], [satu] di Palembang, Sumatera Selatan pada 11 Januari,” kata Budi melalui konferensi video, Senin (8/3/2021) dilansir CNNIndonesia.com.

“Satu juga di Kalimantan Selatan 6 Januari, 1 juga di Balikpapan, Kalimantan Timur dari 12 Februari. Ke-empat di Medan, Sumatera Utara 28 Januari,” papar dia lagi.



Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan penemuan tambahan 4 kasus baru mutasi virus corona B117, di luar dua kasus di Karawang. (Foto: Biro Setpres/Rusman)

Budi menambahkan, kasus tersebut ditemukan setelah Kemenkes melakukan pemeriksaan genome sequencing terhadap keempat orang tersebut. Dan hasilnya ditemukan keempat warga positif virus corona B117.

Namun begitu saat ini, menurut Budi, keempat kasus tersebut sudah dinyatakan sembuh dan keluar dari isolasi.
Ia pun memastikan, Kemenkes tengah melacak kontak erat dari masing-masing kasus.

Sebelumnya, kasus terkonfirmasi B117 pertama ditemukan pada dua warga Karawang yang merupakan pekerja migran dari Saudi Arabia. Keduanya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada akhir Januari 2021.
Dua warga Kabupaten Karawang berinisial M dan A itu terdeteksi terpapar mutasi virus corona B117.

M lebih dahulu tiba menggunakan pesawat Qatar Airways di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Januari. Sementara A yang menaiki pesawat Garuda Indonesia mendarat 31 Januari 2021.

Pemerintah mengumumkan penemuan varian baru virus corona B117 asal Inggris tersebut berselang sebulan atau pada awal Maret 2020.

Varian baru itu ditemukan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 462 sampel dengan menggunakan metode Whole Genome Sequence (WGS).

Sampel paling banyak diambil dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budi Gunadi Sadikin memperkirakan mutasi virus telah masuk ke Indonesia sejak beberapa waktu lalu sebelum ditemukan. Sebab, beberapa negara ASEAN telah mengkonfirmasi temuan varian baru B117 sejak Desember 2020.

Di Kalsel sendiri, saat ini jumlah positif Covid-19 mencapai 23.300 kasus, sembuh 20.471 kasus, dalam perawatan 2.075 kasus, dan meninggal dunia 754 kasus.

Hari ini, ada penambangan sebanyak 160 orang terkonfirmasi positif. Mereka berasal dari Banjarmasin 57 orang, Banjarbaru 34 orang, Tanah Bumbu 22 orang, Tanah Laut 18 orang, Tapin 11 orang, HSU 6 orang, dan HST 1 orang.

Sedangkan pasien sembuh sebanyak 219 orang. Berasal dari Banjarbaru 90 orang, Banjarmasin 67 orang, Tanbu 24 orang, Tabalog 11 orang, Batola 7 orang dan HSU 6 orang. (Kanalkalimantan.com/cnnindonesia)

Editor: cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

Diduga Keracunan Makanan di Posyandu, Balita dan Bumil Dilarikan ke Puskesmas Alabio

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Makanan tambahan Balita di Posyandu yang diduga membuat sejumlah Balita dan Bumil keracunan.Foto : ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Puluhan anak bawah lima tahun (Balita) dan orang dewasa diduga mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dalam sebuah kegiatan Posyandu pemberian makanan tambahan di Desa Datu Kuning, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (8/3/2021) sore.

Akibatnya sejumlah anak beserta ibu-ibu yang mengalami gejala keracunan dilarikan ke UPT Puskesmas Alabio dan sebagian lagi dilarikan ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk menjalani perawatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU H Danu F Fotohena saat dikonfirmasi Kanalkalimantan.com, Senin (8/3/2021) malam, membenarkan kejadian tersebut yang bermula ketika acara pemberian makanan tambahan saat Posyandu Balita.

Korban keracunan dirawat di Puskesmas Alabio. Foto: ist

“Untuk korban diperkirakan masih ada malam ini balita dan warga yang datang ke Puskesmas Alabio, sebagian dirujuk ke RSUD Pambalah Batung,” ujar Danu sekitar pukul 20.00 Wita.



Menurut Danu, untuk jumlah keseluruhan yang datang ke Posyandu diperkirakan 70 orang (Bumil dan Balita). Untuk korban keracunan 21 Balita dan 5 orang dewasa.

Dugaan sementara pihak Dinas Kesehatan HSU makanan yang dikonsumsi Bumil mendapatkan nasi kotak, sedangkan untuk Balita mengkonsumsi soto.

 

Sementara itu, untuk para korban yang umur bayi 0-6 bulan masih aman, sedangkan kisaran yang jadi korban umur 1 tahun ke atas.

“Diduga keracunan kimia makanan, tapi hasil pastinya kita nunggu hasil pemeriksaan sampel di Labkes Banjarbaru dulu, besok sudah dikirim sampelnya, dan besok Insyaallah sudah diketahui hasilnya untuk kimianya,” jelas Danu.

Danu menyebut, korban kemungkinan bisa bertambah, sehingga sampai saat ini Tim PSC Dinkes HSU standby ddi Puskesmas Alabio.

 

“Tadi (Tim PSC Dinkes) juga menyisir ke TKP Didampingi Kadesnya, memantau kondisi Balita dan Bumil yang masih berada di rumah, masih ada yang belum mau dievakuasi atau dirujuk ke Puskesmas, tapi selalu dimonitor dan diberikan nomot kontak PSC jika sudah mau dirujuk, kita siaga 24 jam,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter : Dew
Editor : Bie

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->