Sastra
Masuk 10 Besar Festival Literasi Banjarbaru 2021, Karya Fidya Jadi Judul Buku Antologi
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kisah nyata naskah tulisan Fidya Almira Hereyanto masuk dalam 10 penulis terpilih Festival Literasi Banjarbaru 2021 gelaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Banjarbaru, Selasa (9/11/2021).
Tulisan yang dibuat oleh Fidya, seorang anak kelas 5 SD Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru, menjadi penulis termuda di Festival Literasi Banjarbaru 2021.
Bahkan, naskah tulisan Fidya “Aku Adalah Piala Kebanggaan”dipilih kurator sebagi judul dari buku antologi -buku yang ditulis secara keroyokan- hasil gelaran Festival Literasi Banjarbaru 2021.
Fidya Almira Hereyanto berhasil mengungguli dari 91 peserta yang mengirimkan karyanya, notabene umur di atasnya.

Baca juga : Festival Literasi Banjarbaru 2021 Lahirkan Penulis Berbakat
Fidya berhasil membuat para kurator kagum dan menjadikan karya tulisnya masuk dalam 10 besar penulis terpilih Festival Literasi Banjarbaru 2021.
Menurut kuratorial, HE Bunyamine mengaku dibuat kagum atas naskah yang dibuat Fidya karena dalam penulisan dan pengambilan bahasa, serta kata yang luar biasa.
Dari 91 pengirim setelah diseleksi berhasil mendapatkan 27 naskah dan dimuat dalam buku Analogi Festival Literasi 2021 yang berjudul ‘Aku Adalah Piala Kebanggaan’.
“Karya dari Fidya memiliki memiliki makna terakait dengan kehidupan penulisnya, namun dibalut dengan sudut pandang yang berbeda,” aku Bang Ben -bisa disapa-.
Baca juga : Depo Arsip Kalsel Dikunjungi Empat Instansi
Berawal dari hobi, Fidya bisa mempersembahkan kenangan indah bagi keluarganya. Selain hobi, ada faktor lain yang membuat dirinya sukses, yakni kemauan dirinya dalam menulisnya.
“Senang, bisa terpilih jadi terbaik,” ungkap anak berusia 10 tahun ini.
“Inspirasinya dari diri sendiri, jadi ketika santai-santai sendiri di rumah sambil menulis,” ungkapnya.
Sementara itu, ibu Fidya Almira, Yudhiyati Murlyaningsih mengungkap cerita yang ditulis anaknya dalam Festival Literasi 2021 merupakan kisah Fidya sendiri. Diakuinya ketika membaca halis karya anaknya ia merasa tersentuh.
“Awal-awal Fidya meminta membaca karyanya dan membuat tersentuh membacanya,” ungkapnya.
Baca juga : Kadispersip Kalsel Pembicara di Forum Perpustakaan Umum Indonesia, Kak Bimo: Bukan Kaleng-kaleng!
Yudhiyati mengatakan bahwa Fidya sering ikut lomba menulis dan berhasil membawa beberapa penghargaan.
“Pernah juga ikut lomba dengan karya ‘Arti Sebuah Nama’ menang juga kemarin,” terangnya.
“Fidya anugerah bagi keluarga kami, orangnya kritis dalam melihat sesuatu bisa dijadikannya sebuah ide. Kalau dikamar dia lebih suka menulis, nyanyi dan main gitar,” tambahnya.
Dikatakan sang ibu, walau sering menulis, akademik sang anak tidak berpengaruh malah terus mendapatkan juara, serta anaknya juga menghafal Al Qur’an walau baru Juz Amma.
“Semoga bisa berkarya dan berprestasi terus,” harapnya. (kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE3 hari yang laluPrakiraan BMKG: Cuaca Kalsel Sepekan Ada Potensi Hujan Ringan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluSekda Buka Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah Kabupaten Banjar 2026
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHaornas 2026: Aktivitas Fisik Jadi Gaya Hidup Keseharian Masyarakat
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluJembatan Cambai Dibuka Awal Oktober 2026
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar Fokuskan RAPBD 2027 pada Sektor-Sektor Bersentuhan Langsung dengan Kebutuhan Masyarakat
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluKadisdikbud HSU Lepas Peserta GSI Tingkat Provinsi ke Banjarbaru


