Bisnis
Ekspor Batu Bara, CPO, Ferro Alloy Lewat Satu Pintu Berlaku 1 Juni 2026
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mulai menerapkan kebijakan ekspor satu pintu untuk sejumlah komoditas Sumber Daya Alam (SDA) strategis sebagai upaya memperkuat tata kelola ekspor dan memaksimalkan manfaat kekayaan alam bagi kemakmuran rakyat.
Dalam konferensi pers mengenai persiapan operasional PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Minggu (31/5/2026) siang, Airlangga mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah penting dalam penguatan pengelolaan sumber daya alam sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden yang disampaikan dalam pidato pada rapat paripurna DPR RI, dengan tujuan memperbaiki tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam melalui BUMN ekspor,” ujar Airlangga.
Pada tahap awal, kebijakan ini akan mencakup tiga komoditas ekspor strategis Indonesia, yakni batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferro alloy yang selama ini menjadi kontributor utama ekspor nasional.
Baca juga: Mama Sinta Dijemput Jet Pribadi Sebelum Laporkan Film Pesta Babi
Melalui skema baru tersebut, ekspor tiga komoditas itu akan dilakukan melalui satu pintu, yaitu PT DSI (Persero) sebagai BUMN ekspor. Pemerintah menilai mekanisme tersebut akan meningkatkan validitas data ekspor dan memperkuat pengawasan terhadap aktivitas perdagangan internasional.
Menurut Airlangga, kebijakan ini dirancang untuk memperkuat tata kelola ekspor sekaligus mencegah praktik-praktik yang merugikan negara seperti under invoicing, transfer pricing, hingga pelarian Devisa Hasil Ekspor (DHE).
“Tujuannya agar nilai ekspor yang tercatat benar-benar mencerminkan transaksi yang sebenarnya, sehingga kewajiban terhadap negara dan penerimaan negara dari kegiatan ekspor dapat lebih optimal,” katanya.
Berdasarkan data pemerintah, ketiga komoditas tersebut menyumbang nilai ekspor sebesar US$66,13 miliar pada 2025 atau sekitar 23,4% dari total ekspor nasional. Komoditas tersebut juga menjadi salah satu penopang surplus neraca perdagangan Indonesia yang telah berlangsung selama 71 bulan berturut-turut.
Baca juga: Pabrik Kelapa Sawit Beli Murah dari Petani Bakal Dicabut Izinnya
Secara rinci, nilai ekspor batu bara mencapai US$24,48 miliar, sementara ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebesar US$24,42 miliar. Adapun ferro alloy menyumbang nilai ekspor sebesar US$16,49 miliar.
Airlangga menjelaskan implementasi awal kebijakan akan mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Pada masa transisi, perusahaan eksportir masih dapat menjalankan kegiatan ekspor seperti biasa, tetapi diwajibkan melaporkan aktivitas ekspornya kepada PT DSI sebagai BUMN ekspor.
Pelaporan tersebut akan difasilitasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui portal khusus yang telah disiapkan pemerintah. Hasil implementasi selama tiga bulan pertama akan dievaluasi sebagai dasar penyempurnaan kebijakan pada tahap berikutnya.
Sementara itu, implementasi penuh kebijakan ekspor satu pintu dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2027. Pemerintah memberikan waktu bagi eksportir dan seluruh pihak terkait untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem yang baru.
Baca juga: Jemaah Haji Asal HSU Wafat di Mina
Airlangga menegaskan pemerintah akan menjaga kepastian usaha selama masa transisi berlangsung. Arus barang, realisasi ekspor, serta kontrak perdagangan yang telah berjalan tetap dihormati sesuai kesepakatan antara eksportir dan mitra dagang.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam mengelola komoditas strategis secara lebih terkoordinasi, transparan, dan akuntabel.
“Pemerintah juga berkomitmen memastikan proses transisi berjalan lancar dan terukur, sekaligus menjaga iklim usaha tetap kondusif agar kepercayaan mitra dagang internasional terhadap Indonesia terus meningkat,” pungkas Airlangga. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)
Editor: kk
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPemprov Kalsel Benahi Fasilitas Olahraga di Stadion 17 Mei
-
Kota Samarinda3 hari yang laluLelaki Mabuk Bakar Rumah di Samarinda Nyaris Tewas Diamuk Massa
-
kampus1 hari yang laluWorkshop Jurnalis Mahasiswa Pendidikan Sosiologi ULM
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluTarget Pertumbuhan 5 Persen Kunjungan Wisatawan di Kalsel
-
HEADLINE2 hari yang laluPabrik Kelapa Sawit Beli Murah dari Petani Bakal Dicabut Izinnya
-
RELIGI3 hari yang laluManiah Asal Kotawaringin Barat Wafat di Tenda Arafah

