Budaya
Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Banjarmasin, Karya Kuat Lahir dari Riset dan Pengalaman
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Bakti Budaya Djarum Foundation menggelar Bincang Kreatif Seni Pertunjukan memperkuat ekosistem seni pertunjukan di Indonesia upaya melahirkan karya kreatif dan professional, di Lecture Theater FISIP, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kamis (7/6/2026) siang.
Acara diikuti 200 peserta dari pelajar, mahasiswa, komunitas dan praktisi seni pertunjukan di Kalimantan Selatan.
Mengusung tema “Dari Ide ke Panggung”, acara ini menebar pengetahuan dan inspirasi terhadap pelaku seni dalam memahami proses kreatif dan manajemen produksi secara lebih komprehensif.

Baca juga: 353 Tamu Allah HSU Dilepas Haru Ribuan Warga
Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel mengatakan, Bincang Kreatif Seni Pertunjukan adalah tahap awal dari program Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026. Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengajak para pelaku seni, terutama generasi muda tidak hanya berani berkarya, melainkan memahami bagaimana mengembangkan ide menjadi karya matang dan siap dipentaskan.
“Ruang Kreatif Seni Pertunjukan kami hadirkan kembali di 2026 sebagai bentuk komitmen berkelanjutan membangun ekosistem seni pertunjukan yang lebih kuat, inklusif, dan profesional di Indonesia,” ujar Billy.

Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation, Billy Gamaliel. Foto: fahmi
Dia berharap Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Banjarmasin menciptakan lebih banyak seniman lokal yang mengembangkan karya secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Sembari memperkuat peran daerah dalam peta ekosistem seni pertunjukan Indonesia.
Baca juga: Alokasi 91 Ton Pupuk Bersubsidi, DPKP Kalsel Perkuat Pengawasan Penyaluran
Koreografer Eko Supriyanto yang didapuk sebagai narasumber menjabarkan soal pengalaman dalam proses kreatif dalam seni pertunjukan, dimulai dari ide hingga pengembangan artistik.
“Karya yang kuat lahir dari riset, pengalaman, dan dialog yang mendalam dengan lingkungan sosial maupun budaya di sekitar seniman,” ungkap Eko.
Penari berpengalaman di kancah nasional dan internasional itu menyebut proses kreatif dalam seni pertunjukan berakar dari pengalaman, riset, serta dialog tentang lingkungan sekitar. Tradisi menurutnya mesti diposisikan sebagai pengetahuan dan karya intelektual. Jadi tantangannya adalah bagaimana membuat nilai lokal menjadi bahasa artistik tanpa membuang unsur budaya yang relevan dengan global.

Koreografer Eko Supriyanto. Foto: Fahmi
Baca juga: Sentuhan Tangan Hanidah Lahir Sasirangan Bordir dan Kontemporer
Eko berharap pelaku-pelaku seni dari generasi muda bisa memanfaatkan Ruang Kreatif Seni Pertunjukan sebagai ruang belajar dan pengembangan diri. Program semacam ini amat penting sebagai pintu masuk seniman muda dalam membangun jejaring, berdiskusi, dan memperoleh ide baru.
“Proses kreatif itu tidak tumbuh sendirian, tetapi berkembang lewat pertemuan dan pertukaran gagasan dengan banyak orang,” tutupnya.
Chriskevin Adefrid, praktisi seni pertunjukan menekankan pentingnya manajemen produksi dalam mewujudkan suatu karya seni pertunjukan. Ide kreatif saja tidak menjamin keberhasilan pertunjukan, maka dari itu kesiapan sistem kerja dan kemampuan seluruh tim untuk berjalan selaras diperlukan.
Chriskevin menambahkan, semua kreator dalam sebuah pertunjukan mempunya peran masing-masing-semuanya harus berjalan sepadan agar ide benar-benar dapat terwujud di atas panggung.
Baca juga: Wali Kota Lisa Minta Camat dan Lurah Respon Cepat Keluhan Warga
“Tantangan yang paling sering terjadi adalah bagaimana menjaga visi tetap berjalan sesuai parameter produksi, mulai dari waktu, anggaran, hingga kebutuhan teknis. Di sinilah pentingnya komunikasi dan negosiasi agar visi artistik tetap tercapai tanpa mengorbankan aspek produksi,” jelas Produser BEKARYA itu.

Praktisi Seni Pertunjukan, Chriskevin Adefrid. Foto: fahmi
Penulis sekaligus sutradara itu menilai Ruang Kreatif Seni Pertunjukan merupakan peluang emas dalam memahami bagaimana sebuah karya tidak berhenti di proposal semata, tetapi benar diproduksi dan diwujudkan menjadi pertunjukan melalui proses mentoring dan pembelajaran langsung.
Program ini dibuka bagi Warga Negara Indonesia berusia 18-35 tahun yang berpengalaman masuk di komunitas bidang seni pertunjukan. Pendaftaran paling lambat 31 Mei 2026, peserta dapat mengirimkan proposal karya mencakup latar belakang, synopsis, ide, konsep kreatif, profil tim (minimal 3 orang), portofolio komunitas, alur rencana produksi periode Agustus-Oktober 2026.
Baca juga: “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi” di HSU
Rancangan anggaran maksimal Rp35 juta, peserta juga melampirkan kontak tim produksi dan tautan media sosial komunitas. Peserta diizinkan mengirim lebih dari satu proposal, 13 proposal terbaik akan mendapatkan fasilitas dana produksi, workshop, dan mentoring bersama praktisi seni berpengalaman.
Berikut timeline tahap seleksi dan pengembangan Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026:
- Juni 2026: Seleksi 100 besar, kemudian dilanjut dengan seleksi 25 besar
- Juni 2026: Workshop online untuk 25 besar
- Juli 2026: Pitching proposal dan penjurian, dan pengumuman 13 proposal terpilih
- Agustus 2026: Workshop onsite untuk 13 besar di Jakarta
- Agustus – November 2026: Mentoring dan produksi karya
- November – Desember 2026: Pentas karya di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta
Informasi detail tentang jadwal, pendaftaran, dan perkembangan program bisa dilihat di situs situs IndonesiaKaya.com atau akun Instagram @ruang.seni.pertunjukan. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor : kk
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluPembangunan Markas Kodam Lambung Mangkurat Dimulai
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluSentuhan Wali Kota Lisa, Banjarbaru Terbaik I Penanganan Stunting dan Kemiskinan Kalimantan
-
Budaya3 hari yang laluDari Ide Ke Panggung, Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Perkuat Profesionalisme dan Ekosistem Seni Indonesia
-
HEADLINE3 hari yang laluKetika Efektivitas MBG Dipermasalahkan, Presiden Prabowo Rasa ‘CEO MBG’
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluDWP Kabupaten Kapuas Gelar Lomba Kebaya Kartini
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang lalu98 Petinju Muda Tampil di Kejurprov Tinju 2026 Amuntai





